Oleh : Faizah Rukmini, S.Pd
(Pengamat Sosial Politik)

Mediaoposisi.com- Apa itu "Phobia"?? Phobia diartikan sebagai rasa takut yang berlebihan. Sehingga penderita phobia ini akan merasa tidak aman dan dihantui rasa ketakutan. Pada dasarnya manusia, masyarakat, bahkan negara diwakili oleh penguasanya bisa mengidap phobia. Phobia (Ketakutan) ini bisa muncul akibat stimulasi yang terus menerus dengan berbagai peristiwa dan opini yang menakutkan, mengancam kehidupan,  menyebar yang itu diindra oleh manusia.

Dan sebagai bentuk pertahanan maka pengidap phobia akan selalu berusaha menghindari dan menjauhi hal-hal yang memunculkan rasa takutnya. Kini phobia ini dialami oleh ummat islam.
Islamophobia merupakan ketakutan terhadap ajaran Islam.

Islamophobia Diciptakan Musuh Islam
Sejak masa dakwah Rasulullah Saw, kaum muslimin sudah diteror dengan berbagai teror, mulai dari pemboikotan hingga penyiksaan terjadap muslim, oleh musuh Islam yakni kaum kafir. 
 runtuhnya khilafah Islamiyah hingga  diumumkannya "war on terroris" pasca runtuhnya gedung WTC 9/11/2001 di New York, AS. maka sejak itulah musuh islam, kaum kafir menyerang Islam dengan melabelkan ummat islam sebagai "Islam Teroris".

Di negeri-negeri Islam lainnya, Ummat Islam menjadi bulan-bulanan musuh islam, dijajah secara fisik, mereka ditangkap, dipenjara dan disiksa hanya karena mereka muslim dan pejuang Islam.
Di Indonesia sederatan peristiwa teror meneror terjadi tak mengenal waktu.

Opini pun berkembang dengan berbagai tuduhan terhadap ide-ide Islam yang ditudub menjadi memicu tindakan terorisme, seperti jihad dan khilafah, barang bukti bagi pelaku teror pun ditunjukkan melalui bukti berupa Al Quran, Kitab-kitab berbahasa arab, rajin pengajian hingga pakaian pun di identikkan dengan terorisme, bahkan masjid dituding menjadi sarang teroris.

Begitupun media-media sekuler yang pro terhadap musuh islam setiap hari memberitakan dan mengarahkan opini propagand yang menyudutkan Islam dan menghilangkan kepercayaan ummat kepada Islam.

Hal ini memberikan efek yang besar terhadap masyarakat, sudahlah kehidupan masyarakat dalam kedzaliman dan kesempitan, diperparah lagi dengan memunculkan opini bahwa Islam sumber terorisme, sehingga memunculkan pemikiran negatif terhadap Islam. Agama yang diyakininya.

Islamophobia Strategi Membendung Dakwah
Geliat dakwat di tanah air dan dunia semakin membahana. Hal ini menjadi ancaman yang besar bagi ideologi kufur sekulerime yang diemban oleh negara-negara yang membenci Islam. Tegaknya Islam akan menghancurkan singgasana kekuasaan kaum kafir dan musuh-musuh islam yang lainnya sehingga berbagai upaya mereka lakukan untuk membendung dakwah Islam.

Salah satunya mereka menciptakan ketakutan terhadap Ideologi Islam.dengan tuduhan dan propaganda keji melalui media dan antek-antek penjajah dari kalangan sekuler moderat dan liberal untuk menyerang ideologi Islam.

Inilah yang menjadi tandingan ideologi kufur, Ideologi Islam mampu menggantikan posisi sistem rusak. Dan gejolak dunia telah menunjukkan tanda-tanda bahwa sistem rusak saat ini telah tertolak, sehingga musuh islam, mencitra burukkan islam dan memecah belah kaum muslimin dengan label islam moderat, pun islam fundamentalis atau radikal.

Maka wajar saja jika kebijakan pemerintah saat ini mendzalimi para pejuang Islam dengan UU Perpu dan RUU antiterorisme, menuduh dengan dalih radikal. Semua diarahkan agar membendung ide islam kaffah. Masyarakat antipati terhadap Islam dan menjauhkan Islam dari benak Ummat. membungkam sikap kritis masyarakat akan akar permasalahan yang terjadi diberbagai belahan dunia, termaksud indonesia.

Kebangkitan Islam Tak Dapat Dibendung
Sikap phobia terhadap Islam adalah sikap keliru, apalagi sebagai muslim, mencitra burukkan agama Islam, dosa bagi pelakunya, menggoyahkan keimanan, menghantarkan jauhnya manusia pada syariat dan amar makruf nahi mungkar,bahkan menuju pada kekafiran.

Sejatinya dakwah Islam, dakwah merubah pemikiran, perasaan, dan aturan kehidupan ummat agar menerapkan hukum Allah agar kehidupan manusia menjadi mulia. Islam mengharamkan melakukan teror. tidak hanya kepada muslim pun kepada non muslim.

 لاَ يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يُرَوِّعَ مُسْلِمًا
“Tidak halal bagi seorang muslim menakut-nakuti (meneror) muslim yang lain.” (HR. Abu Daud, 5004; Ahmad V/362)

Begitupun kepada NonMuslim.

“Ingatlah, siapa yang mendzalimi seorang kafir mu’ahad, merendahkannya, membebaninya di atas kemampuannya atau mengambil sesuatu darinya tanpa keridhaan dirinya, maka saya adalah lawan bertikainya pada hari kiamat” (HR. Abu Daud, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’).

Sebagai kabar gembira, Islam memberikan konsepsi memyeluruh tentang manusia, kehidupan, dan alam semesta, seperangkan dengan komprehensifitas aturan islamnya. Segi ekonomi,hukum, politik dan aspek lainnya. Islam adalah agama yang sesuai dengan fitrah manusia, memuaskan akal dan menenangkan jiwa.

Ideologi Islam adalah keyakinan menyeluruh tentang keimanan kepada Allah, Rasul, malaikat, Kitab-kitab, Qada Qadha dan hari kiamat yang memancarkan seperangkat konsep aturan kehidupan berupa Syariat Islam yang dapat diterapkan secara real ditengah masyarakat dalam sebuah institusi kepemimpinan Islam, khilafah atau Imamah.

Sebagai agama yang diridhoi oleh Allah, islamlah satu-satunya agama yang mampu menyelesaikan setiap persoalan ditengah masyarakat. Sehingga wajar penerimaan Islam dibenak ummat tidak mampu dibendung.

Bangkit dan runtuhnya sebuah peradaban adalah sebuah keniscayaan. Sebagaimana firman Allah Swt.

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ


"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. (TQS An Nur : 55)[MO]


Posting Komentar