Oleh: Dina Nurdiani

Mediaoposisi.com- Tahun 2018 seperti yang telah kita ketahui merupakan tahun politik.sebab di tahun ini lah bangsa Indonesia akan melaksanakan pilkada secara serentak di berbagai daerah. Partai politik berlomba lomba mengusung calon nya untuk memikat hati rakyat. Berbagai macam kampanye dilakukan. Mulai dari media elektronik dan media cetak.

Berbagai spanduk pasangan calon kepala daerah dapat kita jumpai di tempat - tempat strategis. Kampanye secara langsung pun tak luput dari perhatian para pasangan calon kepala daerah. Mereka mencoba mensosialisasi kan program kerja yang akan di lakukan setelah terpilih nanti.

Dari sekian banyak program yang ditawarkan tidak terdengar adanya calon kepala daerah yang akan menerapkan syariat islam secara kaffah.

 Masih kah kita berharap pemilihan pemimpin lewat jalur demokrasi seperti ini kita pilih? Sudah berpuluh -puluh tahun sejak negeri Indonesia yang tercinta ini merdeka.sudah rakyat benar -benar merasakan kemerdekaan yang Sesungguhnya? Justru lewat jalan demokrasi lah kapitalisme menancap kuat di bumi ini.

Para pemilik modal dengan bebas nya mengeruk kekayaan alam yang melimpah ruah dari bumi Indonesia. Kekayaan alam yang harus nya dapat kita kelola sendiri untuk kesejahteraan rakyat.

Pemimpin yang islami tidak akan pernah lahir dari sistem demokrasi. Seberapa pun sholeh nya ia ketika sudah masuk dalam sistem demokrasi tidak akan pernah memberikan dampak signifikan terhadap diterapkan nya Syariat islam. Yang pasti akan berbenturan dengan sistem yang ada.masih kah kita berharap pada sistem kufur?
     
Penduduk Indonesia mayoritas   beragama islam. Tentu paham akan Al Quran. Di sana terdapat larangan di pimpin oleh kafir.tapi tetap saja menentang firman Allah.

Dengan menerapkan sistem demokrasi yang jelas -jelas buatan manusia. Betapa sombong nya kita sebagai seorang makhluk.menentang   kepada sang maha pencipta Allah swt. Padahal Allah sudah menciptakan bumi beserta seluruh isi nya lengkap dengan aturan nya.yang sesuai dengan fitrah manusia.

Tinggal kita menerapkan hukum islam di bumi ini.hukum islam tersebut dapat kita lihat dalam Al Quran, As sunah, ijma para sahabat, dan Qiyas.sistem islam merupakan sistem yang tepat untuk kita terapkan. Untuk mengatasi berbagai macam problematika kehidupan. Karena sistem islam lah yang jelas fiqrah dan thariqah nya.

ketika penguasa di negeri muslim berlindung dan menghamba pada negeri kapitalis.tunggu lah kehancuran. Karena tidak ada kekuasaan yang abadi di dunia ini. Seperti halnya negara yang menganut sistem komunisme runtuh karena memusuhi umat islam. Seperti firman Allah swt dalam surat Al ankabut ayat 41:
"Perumpamaan orang yang mengambil pelindung pelindung selain Allah adalah seperti laba -laba yang membuat rumah.Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah ialah rumah laba -laba kalau mereka mengetahui."
 
Dunia tanpa khilafah islam kehormatan dan kemuliaan kaum muslimin tidak ada yang menjaga. Nyawa kaum muslimin begitu murah dihadapan musuh musuh islam. Jutaan muslim terbunuh akibat kebiadaban serangan negara negara penjajah seperti di Irak, Suriah, Afganistan, hingga Palestina.

Kekayaan alam nya mereka rampas sedang kan nyawa penduduk nya mereka lenyap kan. Tanpa khilafah negeri negeri tersebut tidak ada yang menjamin keselamatan nya.karena terbentur sekat nasionalisme masing masing negara.
 
Kembali nya Khilafah Rasyidah ala minhaj nubuwah merupakan janji Allah swt dan kabar dari Rasulullah saw. Tidak bisa di halangi, karena itu janji Allah. Sekarang pertanyaan nya bagi diri kita sendiri mau berada di dalam barisan yang mana ketika khilafah tegak?

Orang yang memperjuangkan Khilafah atau hanya menjadi penonton saja.sungguh rugi ketika kita tidak pernah punya andil dalam tegak nya Khilafah. Padahal Allah sudah memberikan kita berbagai macam dunia yang banyak. Sekarang tinggal kan lah sistem kufur.

Dan berganti lah ke sistem islam. Semoga kita bisa tetap istiqamah di jalan ini.untuk memperjuangkan tegak nya khilafah. Dan dapat merasakan hidup di bawah naungan khilafah.[MO/sr]

Posting Komentar