Oleh : Humaimah Rafeyfa Dhiyaulhaq

Mediaoposisi.com- Saat ini Indonesia telah memasuki Era Revolusi dimana kecanggihan Teknologi memiliki andil  besar dalam Era Peradaban manusia. Mulai dari Revolusi 1.0 ( peralihan tenaga manusia ke tenaga mesin hingga kini mulai memasuki Era 4.0 ( Distruptive Innovation ( Inovasi dengan  Penciptaan Pasar Baru ).  Perkembangan nya begitu cepat, fundamental, dan  mampu mengubah pola tatanan lama menjadi tatanan baru.

Faktanya saat ini tidak ada manusia yang tidak menikmati bagaimana teknologi ini berkembang pesat, hal ini ditandai dengan banyaknya bermunculan inovasi produk yang tersebar melimpah dipasaran.

Salah – satu bukti nyatanya adalah berkembangnya berbagai jenis produk Handphone, mesin Robotic, dsb sebagai pembantu pekerjaan manusia. Selain itu dari bidang jasa, ada perusahaan grab transportasi ( berupa jasa driver mobil dan motor ) yang telah menggerus jasa mobil taksi dan tukang ojek pengkolan.

Adanya Era distrupsi ini dipandang memiliki kelebihan dan kekurangan, salah satu kelebihannya adalah segala kemudahan yang disajikan oleh sebuah teknologi membuat pekerjaan menjadi efektif dan efesien, faktualnya ada jasa grab membantu manusia lebih mudah mengakses kendaraan lewat aplikasi smart phone nya ketimbang harus mencari secara manual. Tingkat efektifitas bisa dirasakan, namun bagaimana dengan kekurangannya.

Ternyata dampak yang akan terjadi dari adanya distrupsi ini sungguh parah, salah satunya adalah tergerusnya tenaga  manusia yang biasa diandalkan dalam bekerja tergantikan dengan cerdasnya sebuah mesin robotic yang dikendalikan oleh segelintir orang yang memahami sistemnya atau sebuah jaringan yang dapat di akses pihak tertentu saja.

Banyak perusaahaan – perusahaan besar yang dulu sempat mengalami kejayaan dan memiliki omset besar, kini turut sepi pengunjung dan bahkan banyak yang memilih tutup karena sudah kalah saing, seperti Ramayana, Matahari, juga Amazon. Apa faktor yang membuat perusahaan itu tergerus, tentulah adanya Era Distuption dengan tergantinya pasar nyata menjadi pasar tidak langsung atau online shop.

Selain itu ketidakmampuan perusahaan tersebut melakukan inovasi, membuat perusahaan mereka tergerus oleh zaman. 

Bagaimana ketika perusahaan tersebut sepi maka yang terjadi perusahaa akan mem PHK sebagian besar tenaga kerja, dikarenakan tidak ada penghasilan untuk menggaji pegawai, maka yang terjadi adalah semakin banyak pekerja yang di rumahkan, semakin menambah besar jumlah penduduk yang tidak bekerja, padahal mereka masih memiliki kemampuan untuk bekerja dan bisa lebih produktif.

Pada dasarnya era revolusi industri memiliki tujuan ingin mengeliminasi tenaga manusia dan menggantikannya dengan tenaga mesin. Maka problem mendasar dalam permasalahan yang terjadi di Era Distruption adalah masalah interaksi manusia, yang sebenarnya sekarang saling bersaing adalah manusia dengan mesin.

Penciptaan terhadap teknologi yang kian lama kian pesat bahkan terus di genjot tidak sejalan dengan kemajuan pemberdayaan yang dilakukan terhadap manusia. ketika teknologi kian berkembang sudah semestinya manusia juga di beri potensi lebih untuk menambah keahliannya. Jadi antara teknologi dan potensi manusia bisa berjalan berdampingan, tidak menggerus salah satunya. Pendidikan Tak Jadikan Ukuran Kelayakan. [MO/sr]


Posting Komentar