Oleh : Durrotun Inayati mahasiswa
(Mahasiswi STEI HAMFARA)

Mediaoposisi.com- Ketika kita melihat pembangunan di negara ini, seperti jalan raya, gedung mewah dan sebagainya, apakah negara ini sudah di katakan maju dan sejahtera?, Tanpa adanya hutang bahkan kemiskinan?

Tentu itu bukan jaminan. Fakta menyatakan, bahwa Indonesia memiliki utang luar negri yang semakin meningkat. Utang luar negri Indonesia tercatat mencapai USD 356,23 miliar atau setara dengan Rp.4.907 triliun atau setara Rp.4.907,42 triliun hingga februari 2018. Utang ini terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 181,4 miliar (Rp. 2.498 triliun), serta utang swasta USD 174,8 miliar (Rp. 2.408 triliun).

Beritanya lagi di akhir bulan februari 2018 meningkat hingga 9,5 persen. Sungguh mengejutkan.  Negara yang SDA serta bahan baku yang memang melimpah, bisa terjerat dalam utang yang mencekik. Lantas mengapa negara Indonesia memiliki utang luar negri?.

Ternyata faktor Indonesia mengambil utang luar negri karena yang :

pertama, Defisit Transaksi Berjalan yaitu perbandingan antara jumlah pembayaran (pemasukan) yang di terima dari luar negri  dengan jumlah pembayaran ke luar negri. Ada ketidakseimbangan di dalamnya, hal itu di sebabkan oleh menurunnya nilai rupiah di Indonesia.

Maka pemerintah menutupi defisit itu dengan melakukan pinjaman luar negri. Yang sebenarnya hal tersebut bukanlah solusi karena ketika pemerintah melakukan utang luar negri, sistem pengembaliannya menggunakan bunga yang justru itu menambah utang terhadap luar negri.

kedua, Meningkatnya Kebutuhan Investasi yaitu penanaman modal kepada investor untuk mendapatkan keuntungan di masa yang akan datang. Kalau kita lihat, investasi yang ditanami tidak sebanding dengan kebutuhan yang akan di keluarkan.

 ketiga, Terjadinya Inflasi yaitu kenaikan harga harga secara terus menerus. Inflasi ini akan bekaitan dengan suku bunga, ketika suku bunga naik maka orang orang akan enggan berinvestasi dan pasti akan mengakibatkan pemerintah tidak mendapatkan pemasukan untuk membayar utang luar negri tersebut.

Dengan adanya faktor tersebut bisa diprediksi bahwa utang luar negri akan semakin bertambah dan kemungkinan Indonesia akan jatuh dalam ranah Krisis. Berdasarkan hal ini perekonomian Indonesia tidak akan mengalami kemajuan, selagi jalan yang di tempuh untuk melakukan pembiayaan dalam negri adalah utang kepada luar negri.

Sejatinya bunga yang diberikan oleh pihak kreditur (luar negri) akan semakin membengkakkan utang Indonesia. Inilah yang menjadi tugas pemerintah dalam mengelola SDA dan mengoptimalkannya dengan bijak.[MO/sr]

Posting Komentar