Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com- Presiden itu periode jabatannya sesuai konstitusi 5 (lima) tahun, bukan kontrak role over. Jika diakhir periode rakyat tak suka, baik oleh sebab derita yang meraja lela atau sebab suka-suka rakyat, sah dan legal kehendak rakyat  #2019 GANTI PRESIDEN.

Rakyat itu dikaruniai otak, bukan boneka dungu yang selalu Istiqomah mau ditipu oleh citra palsu. Derita itu harus diakhiri, bukan dilestarikan. Kezaliman itu harus dihentikan, bukan dibiarkan terus berlaku dan dilanjutkan. Jadi, nalar dan masuk akal jika ada kehendak rakyat  #2019 GANTI PRESIDEN.

Rakyat itu ingin sejahtera, makan nasi, beli daging. Bukan disuruh konsumsi nasi aking lauk keong sawah. Pingin rumahnya terang benderang dengan cahaya listrik, bukan baru isi Token sebentar saja listrik meraung dan menjerit minta diisi lagi, sakit hati rakyat jika solusinya suruh cabut meteran.

Merana hati rakyat, yang sudah kurus kering diminta diet lagi kala tidak mampu beli beras. Jadi, wajar dan biasa saja jika muncul aspirasi dan kehendak rakyat #2019 GANTI PRESIDEN.

Negeri ini mayoritas Islam, jadi wajar jika rakyat menghendaki diatur dengan syariat Islam. Tidak wajar, jika aspirasi itu dikerdilkan, dikriminalkan. Tentu, umat ini ingin pemimpin yang dekat dengan Islam, setuju penerapan syariat ialam, alhasil wajar dan sangat lumrah jika umat ingin #2019 GANTI PRESIDEN.

Bangsa ini ingin mewariskan kemuliaan dan kebanggaan pada generasi selanjutnya. Bukan mewariskan utang dan kehinaan dibawah ketiak asing dan aseng. Mana ada negara hebat utang hingga 5000 triliun? Bangsa ini ingin meninggalkan legacy pada anak cucu, bahwa orang tuanya telah memuliakan mereka, bukan sebaliknya. Jadi, ayo-ayo #2019 GANTI PRESIDEN.

Ulama itu pewaris Nabi, seharusnya patut dihargai dan dihormati. Bukan malah dikriminalisasi dan dipersekusi, bahkan ada yang sampai mengungsi ke Saudi. Wajar jika umat marah, wajar jika umat tidak terima, wajar jika umat ingin ulama dibebaskan, dihormati, dihargai, dan....sangat wajar jika umat ingin #2019 GANTI PRESIDEN.

Tambang itu milik umat, kaum muslimin berserikat memilikinya, tidak boleh dikuasai individu, korporasi, apalagi asing dan aseng. Lantas, jika semua di jual ke asing, semua dikuasai aseng, umat kebagian apa ? Kebagian limbahnya ? Tenaga kerjanya saja dari aseng. Ga kuat, ga tahan, ingin rasanya cepat-cepat #2019 GANTI PRESIDEN.

Mayoritas rakyat ini umat Muhammad, cucu-cucu Abu Bakar, cucu-cucu Umar, cucu-cucu Utsman, cucu-cucu Ali, jadi wajar jika mereka menginginkan Khilafah, Khilafah seperti yang dijalankan kakek buyut mereka. Aneh, jika presidennya mengkriminalisasi Khilafah, ajaran Islam, warisan Nabi, peninggalan para Kulafaur Rasyidin. Jadi, memang perlu, penting dan mendesak #2019 GANTI PRESIDEN.

Rakyat tidak mau, nasibnya seperti Jonru, seperti Ust. Alfian Tanjung, Asma Dewi, Rini, atau seperti Ahmad Dani. Dikejar kejar-kejar pasal pidana SARA hanya karena memiliki aspirasi berbeda dengan penguasa. Yang beginian, tidak pernah terjadi kecuali di rezim saat ini. Jadi, wajar dan masuk akal jika rakyat punya usul #2019 GANTI PRESIDEN.

Rakyat negeri ini mayortas bukan kaum cebong, bani jamban, yang punya lidah ribuan kilometer. Borok-borok penguasa, terus dilalap, di seka, dijilat sampai bersih. Bukan seperti itu. Tapi, mayoritas orang waras, bukan IQ 200 sekolam. Makanya, mereka ingin #2019 GANTI PRESIDEN.

Jika #2019 GANTI PRESIDEN, kemudian rezim berganti, wajar saja rakyat ingin mengimpor perubahan Malaysia. Menghukum rezim ini, dengan menyita seluruh harta haramnya, mencekalnya, melucuti semua kekuasaannya, dan menghinakannya. Jadi, visi itu harus diawali dengan misi #2019 GANTI PRESIDEN.

Kalo ada kaos #2019 GANTI PRESIDEN, ada lagu #2019 GANTI PRESIDEN, ada mudik #2019 GANTI PRESIDEN, maka jangan kaget, nanti akan ada mantu #2019 GANTI PRESIDEN, sunatan #2019 GANTI PRESIDEN, sekolah #2019 GANTI PRESIDEN, keripik #2019 GANTI PRESIDEN, bubur #2019 GANTI PRESIDEN,

MIE ayam #2019 GANTI PRESIDEN, bakso #2019 GANTI PRESIDEN, bakwan #2019 GANTI PRESIDEN, usaha lapak baju #2019 GANTI PRESIDEN, usaha semir sepatu #2019 GANTI PRESIDEN, dan ganti-ganti Presiden lainnya. Tidak usah panik ya.

Politisi banteng, politisi beringin, politisi buah semangka, politisi hati nurani siapa, politisi nasi adem, siap-siap saja kalah di 2019, jika kalian masih mengusung pinokio si tukang bohong. Terus saja bersabar, dan sesekali periksa jantung setiap membaca #2019 GANTI PRESIDEN.

Nah, argumentasi lainnya, Nasrudin Joha sudah sumpek, jengah, emoh dan bosan dengan seluruh kelucuan ini. Nasjo ingin sesuatu yang baru, yang serius, yang berbobot, bukan gaya lucu-lucuan Ora lucu.

Umumkan beri THR daerah yang suruh bayar, ditanya wartawan ngacir, di tanya progres novel anu masih anu masih sangat anu sekali, minta mantan koruptor NYALEG, cukup..cukup..oh tidak, NO NO NO, cukup sampai disini. #2019 GANTI PRESIDEN.[MO/sr]

Posting Komentar