Oleh : Desti Harianto 

Mediaoposisi.com- Ketentraman masyarakat Indonesia khususnya wilayah Surabaya terusik. Bom mengguncang rumah ibadah, Mapolrestabes, rusunawa belum lagi penyerangan terhadap polisi dan ancaman teror di tempat lain. 

Berbagai analisis dari berbagai disiplin ilmu dikemukakan alih-alih menimbulkan ketentraman tapi justru keresahan. Berbagai spekulasi muncul apalagi pelaku yang dikenal dengan background islam.

Belum lagi pelaku yang notabene 1 keluarga dan mirisnya melibatkan anak-anak yang notabene belum mumayiz apalagi baligh. Islam sering kali diungkit karena masalah terorisme. 

Sering kali juga muncul berbagai aksi terorisme yang mengatasnamakan islam dan jihad fisabilillah. Hal ini sering kali disalah artikan bahkan banyak sekali masyarakat yang menjadi islamophobia karena hal-hal ini. 

Islam tidak pernah untuk mengajarkan ummatnya untuk melakukan terorisme. Terorisme bukanlah bagian dari islam dan ajaran yang diserukan oleh Allah dan Rasulullah. 

Islam melarang untuk membunuh manusia yang bukan karena memang suatu hukuman atau atas melakukan perusakan di muka bumi (QS. Al Maidah: 32). 

Semoga peristiwa ini tidak menjadikan dakwah kepada islam kaffah justru terbelenggu apalagi dengan lahirnya produk hukum yang justeru menghambat dakwah ‘ala minhaj nubuwwah.[MO/sr]




Posting Komentar