Revolusi| Mediaoposisi.com- Islam adalah agama yang mengajarkan kasih sayang bukan kekerasan. Islam tidak pernah mengajarkan kekerasan apalagi bertindak teroris. Itu bukan ajaran Islam. Islam tidak seperti itu. Tidak mengajarkan umatnya untuk melakukan kekerasan apalagi membunuh.

Allah berfirman :
Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya (QS. Al Maidah: 32)

Akan tetapi, ketika ada isu mengenai terorisme justru Islamlah yang disudutkan, Islam yang dituduh-tuduh sebagai teroris. Akhirnya yang terjadi banyak umat Islam yang phobia terhadap agamanya sendiri. Takut dengan kelompok-kelompok Islam hanya karena framing negatif tentang Islam.

Takut belajar pada agamanya sendiri karena takut diajari menjadi teroris. Framing negative itu memang sengaja dibuat untuk menakut-nakuti umat Islam agar mereka itu manjauh dari agamanya sendiri dan juga untuk mengadu domba antar umat beragama.

Banyak yang mengecam aksi terorisme dan menyatakan bahwa terorisme bukan ajaran Islam. Memang benar terorisme bukan ajaran Islam.

Aksi teroris mengebom 3 gereja di Surabaya dikecam DPP Persaudaraan Alumni (PA) 212. Ketum PA 212 Slamet Maarif mengatakan terorisme bukan ajaran Islam. "Kami mengecam dan mengutuk keras tindakan biadab pelaku pemboman terhadap 3 gereja di Surabaya," ujar Slamet dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/5/2018) (Detik.com).

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyatakan bahwa Islam menolak terorisme karena itu merupakan kejahatan luar biasa. Islam sangat mengecam karena al Quran barang siapa yang membunuh orang tanpa alasan maka seperti membunuh semua umat Islam Rabu (31/5) (Merdeka.com).

Terorisme dapat dikatakan sebagai alat pemecah belah. Saat ini, isu terorisme yang terjadi di 3 gereja di Surabaya ada upaya adu domba antar umat beragama. Oleh karena itu, terorisme ini merupakan kejahatan yang luar biasa dan Islam mengutuk yang namanya terorisme. Islam sebagai agama rahmatan lil alamin sangat tidak menganjurkan perpecahan umat justru Islam mengajarkan akan persatuan umat, baik sesama muslim maupun non muslim.

Aksi terorisme yang ditujukan kepada Islam ini dapat memecah belah persatuan umat. Padahal Islam tidak mengajarkan demikian.
Terorisme topik yang menarik untuk dibahas. Bagian yang menarik adalah stigma atau framing negative terkait terorisme ini hampir tidak pernah luput ditujukan kepada salah satu agama, yaitu Islam. Terorisme itu impor dari Negara kapitalis, Negara Barat yang benci terhadap Islam. Yang membuat serangan orang-orang kapitalis akan tetapi yang disudutkan Islam.

Terorisme, keberadaannya membawa bendera Islam. Terorisme itu aksi bobrok ide Barat. Barat tidak suka ketika melihat Islam itu bangkit. Barat tidak suka ketika melihat umat Islam bersatu. Akhirnya, Barat mengekspor ide terorisme ke Negara-negara muslim, salah satunya Indonesia.

Ide terorisme yang diekspor Barat ini ujung-ujungnya mengatasnamakan agama, yang paling sering disudutkan ketika ada aksi terorisme adalah Islam.

Oleh karena itu, terorisme ini ide impor yang menyudutkan Islam. Begitu mudahnya umat sekarang untuk percaya dengan stigma seperti itu. Hal ini menandakan bahwa umat saat ini semakin bobrok moralnya. Kapitalis Barat membuat umat jatuh kemuliaannya semenjak runtuhnya Islam disebabkan oleh lepasnya masyarakat dari tuntunan Quran dan hadits.

Kami Umat Islam Bukan Teroris
Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu [QS. Ali Imran : 159]

Dalam ayat di atas dijelaskan bahwa Islam mengajarkan untuk bersikap lemah lembut. Hal ini berarti terorisme jelas dilarang dalam Al Quran. Terorisme itu tidak menguntungkan, aksinya juga tidak akan membuat pelakunya masuk surga.

Dalam ayat di atas juga dijelaskan bahwa Islam tidak mengajarkan umatnya untuk bersikap keras lagi berhati kasar, kecuali dengan kafir harbi fi’lan, yakni Amerika dan sekutunya.

Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS Al Anfal : 61)

Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai (QS. At Taubah: 32).

Kejahatan dan perbuatan jahat, keduanya sama sekali bukan ajaran Islam. Dan orang yang paling baik Islamnya ialah yang paling baik akhlaqnya [HR. Ahmad]

Jadi, terorisme bukan ajaran Islam, terorisme terorisme itu alat pemecah belah, dan terorisme itu ide barat yang diekspor ke Negara-negara Islam yang menyudutkan Islam dengan kata lain, terorisme itu ide impor yang menyudutkan Islam.[MO/ws]

Posting Komentar