Yogyakarta| Mediaoposisi.com- Menghadapi polemik kriminalisasi syariat Islam dan isu Indonesia Bubar 2030, Forum Kajian Islam (FKI) mengadakan Multaqo Ulama dan Tokoh Gunung Kidul di rumah makan bu sinta,Gunung idul.

Hal ini diungkap oleh salah satu pemateri sekaligus panitia acara tersebut, yaitu Ustadz Nur Widianto.

"Acara ini dibuat untuk membentuk kesadaran umat tetntang pentingnya penerapan syariat islam"ungkap pria yang juga aktif di komisi ukhuwah MUI DIY tersebut.

Dalam agenda tersebut, pemateri lain yaitu pengasuh pondok pesantren Nurul Qowiy, Abah Narko menjeaskan bahwa Indonesia saat ini membutuhkan Khilafah untuk mennyelesaikan berbagai masalah yang terus muncul.

"Tidak ada sistem di dunia yang lebih mensejahterakan selain Khilafah" tegas ulama nyentrik tersebut berapi- api.

Berdasarkan pantuan kontributor Mediaoposisi.com, berbagai kalangan memberikan pendapatnya mengenai isu Indonesia Bubar 2030. Peserta yang hadir sepakat bahwa Indonesia butuh solusi sistemik.

Mantan anggota KPU Gunungkidul, Joko Sajo menilai bila kondisi Indonesia di ujung tanduk, khususnya dari segi perekonomian.

"Jika dihitung, penduduk indonesia terkait hutang indonesia maka per orang menanggung beban sekitar 16 juta" bebernya.

Tokoh Muhammadiyah Gunungkidul, Ngadimin menilai bila pemilu tidak mampu menjadikan Indonesia lebih baik, bahkan mempercepat pembubaran Indonesia.

"Saya setuju  Dan saya memiliki  pendapat tetsendiri terkait pilpres 2019 jika di lakukan sama seperti yang dulu maka Indonesia  bubar tidak sampai 2030" ujar pria yang bergelar haji tersebut.[MO]

Dokumentasi



Posting Komentar