Oleh : Merlu Ummu Khila

Mediaoposisi.com- Kementrian Agama merilis 200 daftar nama mubaligh atau ustadz untuk menjadi rujukan masyarakat mengisi kegiatan keagamaan,Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menjelaskan,di keluarkannya daftar tersebut karena banyak permintaan penceramah yang baik

Tentu saja hal ini menjadi pro-kontra di masyarakat,apalagi ada 6 ulama beken yang notabene sangat dekat dengan ummat tidakmasuk list seperti Ustadz Abdul Somad Lc.,MA,Ustadz Bachtiar Nasir,Ustadz Adi hidayat Lc,Ustadz Haikal Hasan,KH Tengku Dzulkarnain,Ustadz Khalid Basalamah.

Sebuah pertanyaan besar di masyarakat,apa yang menyebabkan ustadz tersebut tidak dipilih,jika dalam segi ilmu semua pasti sudah tidak di ragukan lagi,UAS contoh nya Dai asal Sumatera Utara ini lulusan Universitas Al Azhar,Mesir dan S2 Daar Al-Hadist Al-Hassania Institute,kerajaan Maroko 2008, jadi jika kriteria pemerintah mubaligh harus kompeten tentu sajaUAS sangat rekomendasi.

Tentu hal ini sangat membingungkan di masyarakat awam,dan apa tujuan dari pemerintah mengeluarkan rilis nama tersebut. Ustadz yang namanya tidak masuk list rekomendasi,karena ini seperti menggiring opini di masyarakat bahwa Ustadz yang selama ini mereka ikuti secara tidak lansung di sarankanuntuk tidak diikuti.

Hal ini berimbas ke jalan nya dakwah ustadz tersebut semakin di batasi secara tidak lansung,sebut saja Ustadz Haikal Hasan di wawancara live Tv One abtu 19 Mei 2018 jam 18.30 di Apa Kabar Indonesia Malam setelah rilis nama - nama ustdaz yang di rekomendasikan dan nama beliau tidak termasuk di daftar ia sudah mendapat penolakan di masyarakat,sudah beberapa undangan yang di cancel secara mendadak oleh sejumlah instansi yang sebelumnya sudah dijadwalkan. ini membuat masyarakat bertanya tanya apakah ini murni dari instansi yang bersangkutan atau ada intervensi dari pihak lain? Hal ini sangat wajar jika terjadi blunder di masyarakat.

Padahal dalam pandangan islam,ulama itu penerus para Nabi, dalam firman Allah:

 ‘Kemudian kitab itu kami wariskan kepada orang-orang yang kami pilih diantara hamba - hamba kami....’(TQS Fatir 35:32)

Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan Allah SWT berfirman ‘kemudian kami menjadikan orang - orang yang menegakkan (mengamalkan)Al Kitab ( Al Qur’an)yang agung sebagai pembenar terhadap kitab - kitab yang terdahulu yaitu orang - orang yang kami pilih diantara hamba - hamba kami,mereka adalah ummat ini ( Tafsir Ibnu Katsir 3/577)

Rosulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Ulama adalah pewaris para nabi,sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham,sungguh mereka hanya mewariskan ilmumaka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.(HR.At Tirmidzi,Ahmad,Ad Dimiri,Abu Dawud,Ibnu Majah,Al Hakim dan Ibnu Hibban).

Betapa mulia nya islam memposisikan ulama sebagai penerus para nabi,di zaman ini di zaman dimana jarak antara mereka dengan zaman risalah semakin jauh,dan masa keemasan islam semakin punah di benak umat islam,maka tidak heran kalau semakin langka ulama Rabbani atau ulama yang berpegang teguh pada kebenaran, di tambah lagi semakin kentara kriminalisasi ulama,betapa berat beban dakwah yang di pikul ulama di tengah caruk maruk nya masalah di negeri ini.

Betapa tidak di saat ummat membutuhkan ulama yang bisa mengeluarkan mereka dari belenggu kebodohan,di sisi lain banyak pelacur agama yang berambisi pada materi rela melacurkan agamanya dengan mengkriminalisasi ulama,di perkarakan hal-hal yang sepele,di fitnah dan lain-lain.

Jika ulama tidak di hormati maka umat akan di timpa kehinaan dan kerendahan,Asy-Syaikh Muhammad Bazmul mengatakan

”Tidak ada jalan untuk kembali ke agama yang mulia melainkan dengan bimbingan ulama,Apabila ummat tidak merujuk kepada mereka bahkan tidak merasa membutuhkan mereka,mereka akan mengangkat orang - orang bodoh sebagai pemimpin,Bagaimana mereka akan kembali kepada agama mereka ?Bagaimana pula mereka bisa keluar dari kehinaan dan kerendahan tanpa bimbingan ulama (Maknatul ‘ilmi wal Ulama,hal 26)

Jadi tidak perlu Kemenag mengatur atau memilah milah ulama, ini justru akan menjadi bumerang di tambah lagi saat ini pemerintah tengah krisis kepercayaan dari rakyat,fokus saja bagaimana menjadikan ummat ini tidak terpecah belah,bukankah pemerintah sedang getol - getol nya meyuarakan persatuan.[MO]

Posting Komentar