Oleh : Julistia Diah Nugraha 
(Mahasiswa jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)

Mediaoposisi.com-  Tak terasa kini kita telah memasuki 10 hari lebih di bulan yang amat dinanti oleh setiap muslim di seluruh dunia. Bulan ini disambut dengan gembira juga hati yang lapang bagi siapapun yang masih menyimpan ruang di dalam hatinya untuk menyambut bulan penuh berkah ini.

Bulan ramadhan. Setiap muslim di seluruh dunia merasakan kebahagiaannya tak terkecuali masyarakat Aceh. Setiap tahunnya untuk menyambut bulan suci ini, masyarakat Aceh melaksanakan tradisi meugang atau makmeugang yang merupakan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun di Aceh.

Tradisi tersebut yaitu tradisi dengan memakan daging sapi atau daging kerbau menjelang ramdhan tiba. Hari meugang juga sudah menjadi suatu tradisi yang akan mempererat ukhuwah Islamiyah di masyarakat Aceh khususnya.

Sudah sepantasnya lah kita berbahagia di bulan suci ramadhan ini, karena sebagaimana sabda rasulullah dalam suatu hadits

Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Rasulullah saw saat Ramadhan tiba bersabda: Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, Allah telah wajibkan atas kalian puasa di siang harinya, pada bulan ini pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup dan syetan-syetan dibelenggu, pada bulan ini ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, siapa yang terhalang dari kebaikannya berarti ia telah benar-benar terhalang”(H.R. Ahmad).

Dari hadi tersebut maka jelas sudah selayaknya bagi seorang muslim agar senantiasa fastabiqul khoirot. Berloma-lomba dalam kebaikan/

Namun di tengah kebahagiaan menyambut bulan suci ramadhan, di tengah syuur keislaman mulai bangkit, kondisi umat sedang tidak baik-baik saja. Umat menjadi korban kedzaliman penguasa yang haus akan kepentingan semata.

Terlihat dari setiap tahunnya menjelang ramadhan harga sembako bisa dipastikan naik. Seperti halnya yang terjadi di Lampung, Kenaikan harga tertinggi terjadi pada komoditas terigu, minyak goreng, dan telur, sedangkan sayur mayur masih fluktuatif. Pemantauan di beberapa pasar tradisional Kota Bandar Lampung, Ahad (22/4), pedagang mengakui terjadi kenaikan beberapa komoditas pangan kebutuhan dapur rumah tangga.

Kenaikan tertinggi terjadi pada terigu dari harga Rp 7.000 per kg menjadi Rp 10 ribu per kg, minyak goreng dari Rp 12 ribu per kg menjadi Rp 13.500 per kg, telur ayam ras dari Rp 11 ribu per kg menjadi Rp 12 ribu per kg. Tingginya harga telur, minyak goreng dan terigu berdampak pada penjualan gorengan yang terdapat di Bandar Lampung dan Pesawaran. Tiga komoditas itulah yang menjadi andalan bagi penjual gorengan (republika.co.id).

Sama halnya yang terjadi di Pasar Bale Endah Kabupaten Bandung, Jawa Barat harga komoditas sayuran seperti bawang putih dan jengkol juga sudah naik. Bawang putih yang biasanya Rp 30.000 per kilo sekarang sudah Rp 60.000. Kenaikan harga dua kali lipat juga melanda jengkol yang saat ini sudah Rp 50 ribu per kilo. (www.liputan6.com)

Alih-alih mempersiapkan diri untuk khusyu’ beribadah di bulan ramadhan, tak jarang sebagian dari umat muslim malah disibukkan dengan persembakoan. Belum lagi jika berbicara fitnah keji yang sengaja untuk menyudutkan ajaran-ajaran Islam. Terlebih perihal kasus bom Surabaya yang kemudian dibuatlah framing jahat agar seakan-akan umat Islam lah yang melakukan aksi terror tersebut.

Dari kasus bom Surabaya, begitu banyak kejadian hasil dari framing jahat pemberitaan media. Seperti halnya kian banyak umat muslim yang dicurigai hanya melalui pakaiannya semisal perempuan yang bercadar, santri yang dicurigai membawa bom di dalam tas bawaannya. Serta fitnah-fitnah keji lainnya yang ditujukkan untuk umat Islam.

Miris rasanya melihat kondisi umat yang kesekian kalinya menjadi korban dari kedzaliman penguasa. Namun tancapkanlah ini dalam benak kita semua bahwa kita ini adalah umat terbaik. Umatnya Muhammad SAW. Tempa terus diri kita untuk melayakkan diri di hadapan Allah SWT, untuk menunjukan kepada musuh-musuh Islam bahwa kita ini satu.

Lanjutkan perjuangan untuk terus memperjuangkan tegaknya Izzul Islam di muka bumi. Terlebih ini adalah bulan ramadhan, bulan dimana semua pinta dan harap akan diterima dan dikabulkan oleh Allah SWT jika menghendaki. Teringat bagaimana perjuangan Rasulullah SAW beserta sahabat saat bulan ramadhan yang berjihad melawan kafir Quraisy saat perang Badar.

Saat itu umat muslim yang hanya berjumlah 314 orang, melawan 1300 orang kafir Quraisy. Dari segi jumlah umat muslim kalah telak. Namun apa yang Allah kehendaki? Allah memenangkan umat Islam atas kaum kafir Quraisy. Maka sudah saatnya bagi kita umat muslim untuk merekatkan ukhuwah dalam satu perasaan, pemikiran, dan peraturan Islam.[MO/sr]

Posting Komentar