Oleh : Faizah Rukmini., S.Pd
(Praktisi Pendidikan-Penulis Bela Islam)

Mediaoposisi.com- Setiap insan muslim tentulah mendambakan puasa ramadhan tahun ini menjadi moment yang berharga.

Dimana bulan ramadhan ini harapan yang wajib diwujudkan adalah menjadi mukmin yang bertakwa kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW, dalam aspek ibadah spiritual, makanan, minuman hingga politik, yakni menerapkan hukum-hukum islam secara komprehensif dalam berbagai bidang. Politik, hukum, ekonomi, pendidikan, kesehatan,
Selain Ramadhan bulan peningkatan ketakwaan pada Allah dan Rasulullah. Pada bulan ramadahan ini pula Pertama kali wahyu al quran diturunkan. Al Quran, wahyu Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan risalahnya, menjadi pedoman dan sumber hukum segala aspek kehidupan manusia di muka bumi.

.شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

"(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur."(TQS. Al Baqarah : 185)

Dibulan ramadhan membaca Al quran memiliki keutamaan, jalan meraih pahala melimpah. Tak hanya individu yang bertakwa. Ramadhan sebagai bulan Al Quran memiliki pengaruh yang besar terhadap ummat islam seluruh ummat islam.

Hal ini karena Al Quran merupakan sumber atu tata pergaulan, sosial dan budaya.
ran kehidupan. Bukan hanya berpuasa, membaca dan mentaddabur Al Qur’an, namun turunnya Al Quran agar setiap individu, masyarakat hingga negara menjalankan aturan kehidupannya bersumber dari Al Quran.

Al Quran telah banyak mengingatkan kepada manusia, apabila tidak tunduk pada petunjuk Al Quran maka kesempitan hidup akan dialami (Thaha :123-124). Hal ini telah menjadi nyata. Kehidupan yang dijalan ummat manusia saat ini dipenuhi dengan kesesatan, kedzaliman, kemaksiatan dimana-mana dan pengabaian hukum-hukum Allah Swt.

Negeri kaum muslimin pun terjajah oleh musuh islam, Palestina, Suriah, Rohingnya dan negeri islam lainnya. Tak terkecuali di negeri kita Indonesia, hutang luar negeri semakin membengkak, penjajahan negara asing pun semakin mencengkram, kekayaan alamnya dijual kepada Asing & aseng, sementara masyarakatnya hidup dalam kebohongan,  kemelaratan, kemiskinan dan kebodohan.

Tingkah jahiliyyah pun semakin merebak, khamr, narkoba, judi, teror,riba dan masih banyak lainnya.Ummat dijauhkan dari syariat islam dengan mengkriminalkan ajaran islam, menghina Al Quran, membungkam dakwah Islam.

Al Quran kalam Allah yang mulia, tak layak bagi insan untuk menyia-nyiakannya.Inilah muhasabah yang harus segera dilakukan oleh ummat,baik individu, masyarakat hingga penguasa negara ini. Kita bisa membaca Al Quran, mengoleksi Al Quran, menghafalkan Al Quran, namun disisi lain kesempitan terjadi.

Sehingga kita tidak boleh melupakan bahwa penerapan aturan al Quranlah yang membawa ketenangan. Dan selama aturan kehidupan bersumber dari buatan akal manusia, dan sekulerisme memisahkan agama dari kehidupan tentu tidak akan menjamin kehidupan bahagia diridhoi Allah SWT.

Al Quran pengokoh keimanan, sumber utama pemikiran Islam & sumber pemahaman yang menjadi kekuatan terbesar kaum muslimin, yang memayungi ideologi islam. Wajib untuk diperjuangkan dengan mendakwahkan islam spiritual dan politik, sebagaimana perjuangan  Rasulullah SAW dan para Sahabatnya dalam menyampaikan risalah Al Quran agar diterapkan dalam aturan kehidupan.

Mereka tidak takut dengan ancaman musuh dan isitqomah dijalan dakwah Islam dengan pengorbanan yang besar. Pengorbanan pikiran, tenaga, harta dan jiwa.

Jika secara individu kita mampu untuk membaca, tadabbur dan mengamalkan isi al Quran, maka kelompok, pejabat,intelektual dan seluruh lapisan masyarakat sudah tentu harus bersatu dalam memperjuangkan Al Quran sebagai payung Ideologi Islam agar diterapkan secara kaffah dalam sistem kepemimpinan yang shohih yakni

khilafah Islamiyah ‘alammihajjin nubuwwah, sebagaimana penerapan islam di Madinah yang dipimpin oleh Rasulullah dan para Khulafurrasyidin. Sebagai kerinduan yang teramat akan kemuliaan hidup dalam naungan Islam.[MO/sr]


Posting Komentar