Mediaoposisi.com- Kata Khilafah saat ini tengah menjadi buah bibir dimana-dimana. Mulai dari kalangan intelektual sampai ibu rumah tangga sibuk memperbincangkannya. Baik mereka setuju atau tidak dengan Khilafah. Khilafah merupakan kepemimpinan umum atas kaum muslim seluruh dunia. Khilafah adalah pemersatu umat islam seluruh dunia. Pemimpinnya disebut dengan Khalifah.

Khilafah pernah berjaya selama 13 abad (1300) dan menguasai 1/3 dunia. Kekhilafahan terakhir adalah kekhilafahan Ustmaniah di Turki yang merupakan Ibu Kota Daulah Khilafah. Kekhilafahan berhasil diruntuhkan pada 3 Maret 1924 oleh Mustafa Kamal Attaturk Laknatullah yang merupakan antek Inggris.

Berbicara Khilafah yang beberapa tahun terakhir ini ramai dibicarakan tentu tak lepas dari pengusungnya. Walaupun banyak dikalangan Ulama yang berbicara soal Khilafah, tetapi masyarakat lebih mengenal Hizbut Tahrir kalau di Indonesia Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) lah yang kental dengan ide Khilafah dan terkenal selalu membawa kata Khilafah.

Pada tanggal 19 Juli 2017 pemerintah Indonesia melalui Kementerian Hukum dan HAM secara resmi mencabut status badan hukum ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) . Pencabutan tersebut dilakukan sebagai tindaklanjut Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 yang mengubah UU Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan. Ini dilakukan tanpa ada surat peringatan terlebih dahulu. Walhasil ini membuat kaget Anggota maupun simpatisan HTI.

Mengenal Sekilas Hizbut Tahrir
Hizbut Tahrir adalah sebuah partai politik Islam Ideologis. Politik adalah aktivitasnya, dan Islam adalah ideologinya. Didirikan oleh al-Imam al-’Allamah as-Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani pada 14 Maret 1953 M Alquds Palestina. Nama lengkapnya adalah Syaikh Taqiyuddin bin Ibrahim bin Mushthafa bin Ismail bin Yusuf an-Nabhani, cucu dari Syaikh Yusuf al-Nabhani adalah ulama yang sangat alim, cerdas, wara’, pemberi hujjah, takwa, dan ahli ibadah.

Sedangkan masuknya Hizbut Tahrir ke Indonesia adalah saat K.H Abdullah bin Nuh atau yang lebih dikenal dengan panggilan ‘Mamak’ mengajak Syaikh Abdurrahman al Baghdadiy ke Indonesia, seorang mubalig yang juga aktivis Hizbut Tahrir di Australia.K.H Abdullah bin Nuh ‘Mamak’ adalah seorang ulama, tokoh pendidikan, sastrawan dan pejuang yang berasal Kota Cianjur Jawa Barat.

Hizbut Tahrir didirikan dalam rangka memenuhi seruan Allah Swt :
“(Dan) hendaklah ada di antara kalian segolongan umat (jamaah) yang menyeru kepada kebaikan (mengajak memilih kebaikan, yaitu memeluk Islam), memerintahkan kepada yang maruf dan melarang dari yang munkar. Merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran: 104)

Hizbut Tahrir bermaksud membangkitkan kembali umat Islam dari kemerosotan yang amat parah, membebaskan umat dari ide-ide, sistem perundang-undangan, dan hukum-hukum kufur, serta membebaskan mereka dari cengkeraman dominasi dan pengaruh negara-negara kafir. Hizbut Tahrir bermaksud juga membangun kembali Daulah Khilafah Islamiyah di muka bumi, sehingga hukum yang diturunkan Allah Swt dapat diberlakukan kembali.

Oleh karena itu di Indonesia sebagai ormas, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) adalah ormas yang paling lantang bersuara membongkar makar-makar Asing, menolak kebijakan pemerintah yang bertentangan dengan syariat Islam dan menyengsarakan rakyat, mengoreksi kebijakan zholim serta memberikan solusi sekaligus melalui penegakan Khilafah.

Khilafah Menjadi Masalah
Kenapa HT dimana-mana menawarkan solusi atas permasalan umat dengan Khilafah? karena hanya dengan Khilafah semua permasalahan akan tuntas. Hanya Khilafah yang bisa menerapkan seluruh aturan Islam yang datangnya dari Sang Pencipta Alam semesta ini.

Dengan kekonsistenan HT dalam menyampaikan dakwahnya tentang syariah dan khilafah diseluruh dunia termasuk HTI di Indonesia, akhirnya umat secara perlahan sadar dan mulai menyerukan Khilafah. Inilah yang membuat ketakutan-ketakutan musuh Islam akan bangkitnya kembali kekuatan raksasa dunia dibawa kepemimpinan daulah khilafah.

Musuh-musuh Islam sudah meramalkan bahwa Islam pasti akan bangkit kembali. Seperti yang dilakukan oleh National Intelelligence Council’s (NIC) yang merilis sebuah laporan yang berjudul Mapping the Global Future pada desember 2004. Dimana salah satu isinya adalah A New Chaliphate : berdirinya kembali khilafah Islam, sebuah pemerintahan Islam global yang mampu memberikan tantangan pada norma-norma dan nilai-nilai global. Tegaknya khilafah adalah pertanda kebangkitan dan kemenangan Islam akan segera terwujud.

Musuh-musuh Islam sengaja membuat frame negatif tentang Khilafah diseluruh dunia Misal Kekhilafahan itu suka perang (jihad), padahal jihad dalam islam adalah dalam rangka menyebarkan Islam kepenjuru dunia.

Tak terkecuali di Indonesia yang merupakan Umat Islam terbesar didunia tentu mereka tidak menginginkan rakyat Indonesia sadar dari tidur panjangnya dari penjajahan soft mereka atas negeri ini.

Oleh karena itu mereka menebar racun melalui antek-antek mereka dinegeri ini bahwa Khilafah adalah ancaman bagi NKRI. Sebenarnya Khilafah bukanlah ancaman bagi NKRI, tetapi ancaman bagi eksistensi mereka dalam merampok SDA dinegeri ini.

Akhirnya Khilafah yang merupakan ajaran Islam menjadi ajaran yang ditakutkan oleh umat Islam itu sendiri. Padahal dengan Khilafah maka umat Islam akan memiliki perisai yang mereka berperang dan berlindung dibelakangnya.

Sebagaimana hadist berikut :
”Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Andaikan HTI hanya mendakwahkan Islam spiritual yakni sholat, puasa, haji, zakat, dzikir, sedekah dan seterusnya tentu penguasa tidak akan terusik. Dan seandainya HTI hanya mengoreksi kebijakan tanpa memberikan solusi islam dan Khilafah, tentu penguasa akan membiarkan HTI tetap eksis dinegeri ini. Salahnya HTI karena mendakwahkan Khilafah.

Tetapi ini adalah kebenaran yang harus disampaikan, maka harus disampaikan dan diperjuangkan hingga cahaya kemenangan datang dan berjayalah kembali Khilafah Ala minhaj nubuwwah.[MO]

Posting Komentar