Oleh : Anik S.Pd

Mediaoposisi.comKonferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ulama Dunia. Berlangsung diBogor pada 1 hingga 3 mei. Din Syamsuddin mengatakan, KTT tersebut akan memantapkan kembali pemahaman dan pengalaman dari Islam wasatiyah dalam kehidupan umat islam dan kehidupan masyarakat dunia.

Dalam KTT tersebut, dihadiri oleh seratusan Ulama dan Cendekiawan Muslim dari 40 negara.
    
Din Syamsuddin menuturkan, Sebelumnya ada sekitar 12 nilai yang diusulkan untuk menjadi prinsip nilai paradigma islam wasatiyah, tapi akhirnya disepakati tujuh nilai. Menurut Din Syamsuddin, tujuh prinsip nilai tersebut nantinya akan menjadi acuan bersama untuk menyebarkan islam wasathiyah ke dunia.

Nilai pertama tawassut, yaitu berada pada posisi dijalur tengah dan lurus.
Kedua, I'tidal yaitu berperilaku proporsional dan adil serta bertanggung jawab.
Ketiga Tasamah, yaitu mengakui dan menghormati perbedaan dalam semua aspek kehidupan.
Keempat Syura, yaitu bersandar pada konsultasi dan menyelesaikan masalah melalui musyawarah untuk mencapai konsensus.
Kelima Islah, yaitu terlibat dalam tindakan yang reformatif dan konstruktif untuk kebaikan bersama.
Keenam yaitu melahirkan inisiatif yang mulia dan memimpin untuk kesejahteraan manusia.
Ketujuh Muwatonah​, yaitu mengakui negara bangsa dan menghormati kewarganegaraan.

Hakekatnya Islam wasathiyah satu ruh dengan islam liberal, islam moderat dan islam nusantara yang mengebiri islam sekedar agama ruhiyah, jauh dari politik apalagi tujuan penegakkan khilafah atas nama perdamaian,toleransi dan deradikalisasi menjauhkan islam dari politik adalah agenda penjajah untuk melanggengkan hegemoni yang harus diwaspadai umat islam.

Kembalinya kemuliaan peradapan umat justru akan diraih manakala islam diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan dan umat bersatu dalam naungan institusi khilafah bukan dengan menjauhkan peran syariat islam dalam mengatur kehidupan.[MO/sr]

Posting Komentar