Oleh : Abu Abdillah
[Aktivis Pro Khilafah]


Mediaoposisi.com- Menyongsong perubahan dunia menuju tegaknya #Syariah dan #Khilafah tak kan mampu dibendung oleh terjangan prahara kebatilan yang bertubi-tubi karena ini adalah janji Allah SWT. dan kabar gembira dari Rasulullah SAW. Yang insyaallah tidak akan lama lagi terwujud kembali meskipun orang² kafir, munafik dan orang² musyrik membencinya.

Militansi perjuangan tertanam kuat di dada para pengembannya dipenuhi keikhlasan dan berharap meraih ridho-Nya semata yang membuat setan dan kawan-kawannya kejang² karena tiada daya menggodanya untuk di giring pada jurang kegelapan yang terejawantah dalam bentuk sistem jahiliah berbalut agama dengan aneka cara dan pencitraan²nya.

Sebetapapun hebatnya suatu makar untuk memadamkan cahaya kebenaran Islam bahkan para pakar dikumpulkannya baik dari kalangan jin dan manusianya maka akan berending pada kegagalan demi kegagalan sebab cahaya Allah akan selalu disempurnakan melalui para hamba-nya yang istiqamah dalam perjuangan melanjutkan kehidupan Islam yang tidak akan sempurna penerapannya tanpa melalui institusi negara.

Institusi negara yang bisa mewujudkan penerapan syariah kaffah dalam segala aspeknya adalah hanya dengan Khilafah sebagaimana hal ini terbukti secara empiris dalam konteks sejarah panjangnya selama kurang lebih 14 abad lamanya dan tak bisa dipungkiri pula bahwa peradaban emas itu hanya muncul pada saat Khilafah eksis menunjukkan peradaban unggul tanpa tanding.

Hanya saja saat ini ummat masih belum memiliki gambaran utuh tentang negara Khilafah Islamiah mu'tabarah yang sudah pasti mampu mengatasi segala persoalan akut yang menimpa ummat Islam sebab Khilafah sebagai ajaran Islam dan berasal dari Allah SWT. Dan juga terjamin keberkahannya baik dari langit maupun dari bumi sebagaimana hal ini disinyalir dalam Al-Quran.

Firman Allah dalam Al Qur'an :

ﻭَﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﺃَﻫْﻞَ ﭐﻟْﻘُﺮَﻯٰ ﺀَﺍﻣَﻨُﻮﺍْ ﻭَﭐﺗَّﻘَﻮْﺍْ ﻟَﻔَﺘَﺤْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢ ﺑَﺮَﻛَـٰﺖٍ ﻣِّﻦَ ﭐﻟﺴَّﻤَﺂﺀِ ﻭَﭐﻷَْﺭْﺽِ ﻭَﻟَـٰﻜِﻦ ﻛَﺬَّﺑُﻮﺍْ ﻓَﺄَﺧَﺬْﻧَـٰﻬُﻢْ ﺑِﻤَﺎ ﻛَﺎﻧُﻮﺍْ ﻳَﻜْﺴِﺒُﻮﻥَ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya".

Oleh karenanya mewujudkan ke-TAQWA-an dalam bernegara tidak mungkin melalui sistem selain yang berasal dari Allah SWT. Yang tentunya berpedoman kepada Kitabullah dan Sunnahnya termasuk mengikuti Sunnah Rasul dan Sunnah Khulafaur Rasyidin dalam bernegara hingga benar-benar terwujud Islam yang menebar rahmat ke penjuru alam.

Khilafah yang saat ini sedang dan akan terus diperjuangkan oleh Hizbut Tahrir diseluruh penjuru negeri  (lebih dari 50 negeri) termasuk Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang mana saat ini telah mendapatkan perlakuan dzalim dari pemerintah dalam persidangan PTUN (07-05-18) dengan menolak gugatan yang diajukan oleh HTI.

Pihak tergugat (pemerintah) dalam persidangan PTUN yang sama sekali tidak bisa memberikan bukti² kesalahan HTI meski seutas rambut sekalipun baik bukti secara akademik maupun secara administratif lebih-lebih secara Tasyri'ie bahkan mereka datangkan saksi dan ahli yang  pro-rezim dzalim yang memang terkenal dedengkot kaum Islam Liberal.

HTI melakukan amal Dakwah  dalam rangka menyampaikan ajaran-ajaran Islam di tengah-tengah umat khususnya kaum muslimin agar mereka tidak berpaling dari Syariat-Nya yang akan menyelamatkan dalam kehidupan dunia dan akhirat sebagaimana sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah dalam seluruh dimensi kehidupan baik dalam masalah Aqidah, ibadah, jinayah, sosial, ekonomi dsb. termasuk dalam syari'at berpolitik dengan sistem pemerintahannya yaitu KHILAFAH.

Jika HTI dilarang hanya karena menyampaikan ajaran-ajaran Islam maka sungguh ironi negeri ini yang notabene berpenduduk muslim mayoritas tapi menolak Syariat-Nya untuk diterapkan padahal "tathbiqus syariah" sudah pasti akan memberikan maslahat dan mendatangkan keberkahan dari Allah SWT. yang tidak sebatas muslim saja mendapatkan kemaslahatan tapi juga non-muslim sekaligus akan merasakan kesejahteraan.

Iqamatul Khilafah (penegakan Khilafah) yang sudah ittafaq para imam madzhab yang empat bahkan sepakat pula semua sekte baik Sunni, mu'tazilah, khawarij hatta syi'ah sekalipun juga sepakat bahkan ini termasuk perkara Ishul (Ma'lumun minaddini biddarurah) yang tidak boleh tidak harus diperjuangkan sebagai institusi yang akan menerapkan hukum-hukum syari'at dalam semua levelnya.

Perjuangan mewujudkan tegaknya Syariah dan Khilafah bagi kami adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar karena Khilafah adalah ajaran Islam sekalipun aral melintang melintang dihadapan insyaallah Tak akan ada kata mundur meski sejengkal sekalipun. Konsekuensi keimanan kepada Allah SWT. adalah melaksanakan semua perintah dan larangan-Nya.[MO/sr]

Posting Komentar