Oleh : Iit Oktaviani Fatonah

Mediaoposisi.com- Duka saudara muslim di Palestina tampaknya dari tahun ke tahun tak pernah usai. Sudah puluhan tahun lamanya kota para Anbiya itu dijajah dan diperangi tanpa jeda oleh kaum Yahudi Israel. Hinga sampai hari ini, Israel tak henti-hentinya merampas segala hal yang kaum muslim Palestina miliki. 

Termasuk pencaplokan wilayah-wilayah Palestina secara paksa dan aniaya. Kita semua tak akan perah lupa bagaimana Israel dengan bantuan negara adidaya Amerika Serikat, secara licik berusaha menjadikan Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Dari peristiwa ini, tak sedikit akhirnya jatuh korban dari pihak kaum muslim yang berusaha mempertahankan Kota Yerussalem. 

Seolah belum puas atas keserakahan dan kejahatan mereka, pada hari Seni tanggal 14 Mei 2018, pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi memindahkan Kedutaan Besar (Kedubes) mereka untuk Israel dari semula di Tel Aviv ke Yerusalem. 

Hal ini memberikan kita gambaran bagaimana akhirnya ternyata AS memiliki keberpihakan yang luar biasa besar terhadap negeri penjajah tersebut. Lagi-lagi, atas peristiwa tersebut banyak korban jiwa yang berjatuhan pasca aksi protes yang dilakukan kaum muslim Palestina, 37 warga meninggal dunia. Sementara sekitar 1.600-an warga lainnya terluka. 

Tentu hal ini harus segera dihentikan. Kaum musim Palestina harus keluar dari kubangan penjajahan ini. Penjajahan yang terstruktur dan terdanai. Beginilah nampaknya nasib kaum muslim ketika berada di dalam sistem Kapitalisme. Sistem kufur yang memerangi ummat islam. 

Oleh karenanya, salah besar ketika kita masih menjadikan sistem Demokrasi-Kapitalisme sebagai sarana solusi dalam menyelesakan penjajahan di Palestina. Karena secara terang-terangan, negara adi daya yang notabene sebagai kepala di sistem kapitalisme ini sangat mendukung Israel dalam penyerangan dan penjajahan terhadap Palestina.

Maka, satu-satunya harapan kita adalah Islam. Hanya islam yang mampu menjadi solusi mendasar bagi permasalahan ini. 

Islam hakikatnya bukanlah hanya sebagai agama ritual, melainkan islam adalah agama paripurna yang memiliki sistem praktis yang mampu diterapkan dalam tatanan pemerintahan, yakni disebut Khilafah. Khilafah Islamiyah yang akan berani melawan kedzaliman  kaum yahudi Israel. Sebagaimana dahulu, dengan gagah berani Shalehuddin Al-Ayyubi memerangi kaum kafir demi membebaskan Al-Quds Palestina. 

Begitupun hari ini, hanya di bawah naungan Islam lah para prajurit Allah Swt akan maju di garda terdepan untuk membebaskan kota para Anbiya. Dan sejatinya, Palestina membutuhkan perisai Khilafah.[MO/sr]

Posting Komentar