Oleh : Nurdiyana M Aziz 

  Mediaoposisi.com- Sejak runtuhnya khilafah utsmaniyah tahun 1924 M, derita Palestina tak kunjung berhenti.Pembantaian demi pembantaian terhadap rakyat Palestina terus dilakukan oleh Israel sejak tumbangnya Sultan Hamid II.

Khalifah terakhir sang pelindung tanah Palestina.Zionis Yahudi berhasil mencengkram tanah Palestina sejengkal demi sejengkal hingga tidak tersisa bagi rakyat Palestina kecuali hanya sedikit.

Namun meskipun begitu Israel tak pernah membiarkan rakyat Palestina hidup tenang.Ambisi menjadikan tanah Palestina sebagai wilayah Israel Raya seakan akan menjadi pembenaran atas tindakan brutal Israel terhadap rakyat Palestina.

Anehnya,betapapun biadab dan kejinya  Israel terhadap rakyat Palestina , dunia bungkam.Seolah olah mereka mengamini apapun yang dilakukan Israel.Sementara negeri negeri kaum muslimin kehilangan wibawanya dimata international karena sibuknya mereka dengan dunia.

Pemimpin pemimpin kaum muslimin bagaikan macan ompong tak tak punya nyali meskipun hanya untuk mengaum.Sungguh keadaan yang sangat menyedihkan. 

  Sistem demokrasi yang kini dianut  Palestina pasca runtuhnya khilafah telah membuat mereka semakin terpuruk.

Demokasi yang mereka ( kaum liberal dan sekuler ) klaim sebagai cara terbaik dalam menentukan masa depan sebuah bangsa itu pada dasarnya sebuah alat yang diciptakan kaum illuminati dan zionis untuk mengendalikan dan mengarahkan rakyat dunia dengan kekuatan modal yang mereka miliki.Tujuannya  untuk memperbudak dan menguasai asset dan rakyat dunia.

Sebab manusia diluar entitas mereka disebut ghoyyim atau budak pelayan mereka.Jadi Negara manapun jua yang menganut system demokrasi  pada dasarnya masuk ke lubang kematian dan kehancuran.Para pemilik modal dunia yang tak lain adalah kaum Illuminati dan zionis berusaha dengan gigih untuk menguasai dunia serta memperbudak ras ras diluar Yahudi.

Mereka jalankan itu semua dengan sangat terencana dan sistematis.Siapapun yang menjadi penguasa Gedung Putih mereka adalah” proxy “ bagi zionis yang menciptakan kematian dan kehancuran bagi penganut system demokrasi.

Negara Negara yang terjebak kedalam system ini akhirnya lambat laun akan mengalami kehancuran di segala bidang.Tak terkecuali Palestina.Bahkan system demokrasi telah melegalkan dan menobatkan Israel sebagai penguasa Palestina.Mata dunia seolah olah buta bahwa Israel adalah perampok keji tanah Palestina hanya karena mereka merampas tanah palestina atas nama Taurat. 

  Mari kita bandingkan jauh sebelum masa kehancuran yang dialami Palestina sekarang dengan system demokrasinya, dengan masa masa Palestina  dibawah naungan system khilafah. Sejarah telah mencatat bahwa 400 tahun Palestina pernah menikmati sebagai bangsa dan negara yang damai tanpa konflik.

Sulthan Salim penguasa Turki Utsmaniyah yang menguasai Yerussalem pada 28 desember 1516 telah membawa Palestina menjadi bangsa yang dipandang oleh dunia.Selama 400 tahun kedamaian meliputi wilayah palestina dan  selama kurun waktu itu ummat Islam,Kristen dan yahudi hidup berdampingan dengan damai.

Khilafah Utsmani menyebabkan orang orang palestina menikmati perdamaian dan stabilitas.Ummat dengan keyakinan berbeda diizinkan hidup menurut keyakinan dan system hukumnya sendiri.Di sanalah ummat Nasrani dan Yahudi yang disebut sebagai ahli kitab benar benar menemukan arti toleransi yang sebenarnya.

Mereka hidup dalam keadaan damai dan dihargai.Keadilan dan peradaban dicontohkan oleh Umar Ibnu Khattab, Salahuddin Al Ayyubi dan sulthan sulthan Ottoman diwilayah tersebut.Mereka diterima baik oleh dunia barat pada saat itu bahkan mereka menjadi bangsa yang bermartabat dan disegani.

Sistem pemerintahan berdasarkan Alqur’an telah membawa mereka ke peradaban yang agung yang belum pernah dijumpai dinegara negara manapun yang menganut system demokrasi.Hingga kemudian datang zionis dengan segala kelicikan dan tipu dayanya berusaha mempengaruhi penguasa terakhir kesulthanan Utsmani Sulthan Hamid II.

Maka terngiang kembali ucapan Sulthan Hamid II terhadap Theodore Hetzl yang mengiming imingi beliau dengan gemerlap dunia supaya menyerahkan sebagian tanah palestina untuk imigran yahudi.

Sungguh aku tak akan  melepaskan kendati hanya sejengkal dari tanah Palestina.Karena palestina bukan milikku pribadi, tetapi dia milik ummat islam.Silahkan kalian simpan kekayaan kalian yang miliaran itu.Kelak jika tubuhku telah tercabik cabik maka silahkan kalian duduki palestina dengan gratis.Tetapi selama aku hidup , tubuhku terpotong potong masih jauh lebih baik dibandingkan lepasnya Palestina dari tanganku “.

Maka tak ada jalan lain bagi palestina untuk meraih kejayaan dan martabatnya sebagai bangsa kecuali dia kembali kedalam system Islam yaitu khilafah. 

  Untuk menyelesaikan masalah Palestina, kita tak bisa berharap pada PBB, karena PBB justru menjadi lembaga yang memberikan persetujuan dan pengakuan terhadap Israel.Bahkan sampai sekarang PBB tak pernah memberikan sanksi bagi Israel atas kejahatan perangnya terhadap rakyat palestina.

Kita juga tak bisa berharap kepada HAM dan Demokrasi karena sejatinya mereka adalah alat barat yang berstandar ganda.Bahkan kitapun tak bisa berharap kepada OKI karena ternyata OKI hanya kumpulan para pengecut yang berkumpul untuk kepentingan selain islam.

Bahkan sebagian dari mereka menjadi boneka yang digerakkan AS.Maka tak ada jalain lain bagi kita untuk menyelesaikan masalah palestina kecuali kembalinya kepemimpinan Global ummat islam yaitu Khilafah Islamiyah. Khilafalah yang akan mengomandoi 1,5 milyar kaum muslimin seluruh dunia untuk berjihad.

Membebaskan setiap jengkal tanah kaum muslimin yang dikuasai orang orang kafir, serta melindungi negeri negeri kaum muslimin dari dominasi system kufur.Khilafah dan Jihad, itulah dua kata yang akan mengenyahkan zionis dari tanah tanah milik kaum muslimin.inilah satu satunya solusi bagi palestina.Inilah satu satunya solusi yang diberikan oleh Allah dan Rasulnya :

"yang artinya dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, Maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."

Nabi Bersabda : ” Seorang mukmin bagi mukmin lainnya ibarat satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan”. 

Oleh karena itu setiap ummat harus memiliki kesadaranuntuk menegakkan kembali Khilafah islamiyah karena ini adalah janji Allah dan Rasulnya.Kaum muslimin juga harus yakin sepenuhnya bahwa masalah yang menimpa neger negeri kaum muslimin solusinya adalah Khilafah Islamiyah.

Jadi sudah sepantasnya setiap muslim memperjuangkannya hingga Khilafah ini terwujud di tengah tengah kita.[MO/sr]


   
   




Posting Komentar