Oleh : Desti Harianto 

Mediaoposisi.com- Islam adalah agama yang paripurna. Islam tidak hanya mengatur masalah yang berhubungan dengan ibadah, tapi juga mu’amalah dan yang berhungan dengan diri sendiri.

Sebagai contoh bahwa islam mengatur masalah hubungan manusia dengan dirinya sendiri adalah  Islam mengatur minuman termasuk minuman beralkohol. Jenis minuman yang diharamkan adalah minuman keras atau yang dikenal dengan minuman beralkohol.

Dalil keharamannya bisa dicek dalam Surah An-Nahl ayat 67, Surat Al-Baqarah Ayat 219, Surat An nisa 43, Surat  Al maidah ayat 90, dan Hadits rasulullah SAW “Allah melaknat (mengutuk) khamar, peminumnya, penyajinya, pedagangnya, pembelinya, pemeras bahannya, penahan atau penyimpannya, pembawanya, dan penerimanya.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah dari Ibnu Umar).

Sebagai seorang muslim sudah seharusnya standar perbuatannya adalah halal-haram bukan sekedar mudharat atau mafsadat. Karena ketika ada larangan maka akan ada mudharat jika dilakukan.

Berbagai penelitian menunjukkan mudharat ketika miras dikonsumsi oleh individu misalnya menyebabkan kecanduan, merusak kesehatan, menurunkan produktifitas, merusak keamanan dan ketertiban masyarakat, memunculkan persoalan-persoalan yang lain misal tindak kriminalitas. 

Bukan dengan membuat regulasi tentang kadar al-kohol yang boleh dijual, serta dimana boleh diperjual belikan tapi hukum asalnya yaitu haram. Jadi miras harus ditumpas.[MO/sr]


Posting Komentar