Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Salah satu guru besar bidang hukum  di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah, Suteki, bakal diperiksa karena membela organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Suteki akan diperiksa secara etik oleh Majelis Dewan Kehormatan Komite Etik pada Rabu (23/4/2018) Tindakan pemeriksaan dilakukan sebagai dalih untuk menegakkan Panasila dan UUD 1945.

“Pemeriksaan etik mulai hari ini dan besok. Hasilnya besok diumumkan. Untuk beliau (Suteki) hari Rabu baru mau dipanggil,” ujar Kepala Humas dan Media Undip, Nuswantoro Dwiwarno, saat dikonfirmasi, Selasa (22/5/2018). Nuswantoro mengklaim terdapat Dosen lain yang diduga berpaham anti Pancasila, UUD 1945 dan NKRI hanya karena mendukung HTI.

Hal ini patut disayangkan, pasalnya kebebasan berpendapat yang digembar gemborkan sebagai produk unggulan reformasi justru dikebiri dalam momentum 20 tahun Reformasi. Kali ini menyasar dunia akademik, dua akademisi yaitu Prof Daniel dan Prof Suteki mengalami nasib yang tidak baik

Reformasi yang digadang gadang sebagai cakrwala baru peradaban Indonesia, rupanya tak bisa menjadikan penguasa menjadi pihak yang menerima kritikan. Kebebasan bersuara dalam mimbar akademiki akan menjadi ilusi semata.

Tak heran, rezim saat ini selangkah menuju ke arah Neo- Orba, bila masa lalu masyarakat akrab dengan kata subversif, saat ini masyrakat akan akrab dengan Hate Speech, dan UU ITE serta tuduhan Anti NKRI Pancasila dan UUD 1945.[MO]





Posting Komentar