Oleh : Sabicha S.Pd

Mediaoposisi.com- Ramadhan adalah bulan istimewa bagi kaum muslim, karena di bulan ini Allah melipat gandakan pahala amal soleh seorang dan di bulan ini pula Allah menurunkan Al quran sebagai petunjuk bagi umat manusia yang jika benar-benar dijadikan sebagai aturan dalam kehidupan, niscaya keberkahan dan kesejahteraan umat akan terwujud.

Namun, apa yang terjadi hari ini. Ketika datangnya bulan Ramadhan yang seharusnya di sambut dengan gembira dan suka cita. Tetapi kita malah di suguhkan dengan meroketnya harga-harga kebutuhan pokok, seperti telur, minyak goreng, daging dan masih banyak lagi kebutuhan yang akan diprediksi akan terus melonjak sampai lebaran idul fitri.

Hal ini menjadi lagu lama yang pasti akan dirasakan oleh semua orang. Dari Ramadhan ke Ramadhan kenaikkan harga-harga pokok sudah bukan merupakan hal yang aneh walau pula kaang-kadang ini menjadi pemicu timbulnya jalan pintas dalam memenuhi kebutuhannya dari mencuri kecil-kecilan sampai mencuri besar-besaran pun terjadi ini dampak dari semakin sulitnya kehidupan.

Di sisi lain kemaksiatan pun terjadi di tempat-tempat hiburan malam. Meskipun jika menjelang Ramadhan aparat polisi merazia tempat hiburan malam. Dan menyita minuman keras yang tidak memiliki izin.

Namun, hal ini tidak ada pengaruhnya bagi para pengunjung hiburan malam, sehingga pada saat razia saja mereka berhenti setelah itu mereka melakukan kembali padahal tempat-tempat hiburan malam jelas terdapat banyak kemaksiatan.

Begitu pula dengan penyitaan minuman keras, yang disita jika tidak ada label izin dari pemerintah, sedangkan yang ada label izin diperbolehkan untuk di konsumsi. Padahal di dalam Islam segala jenis minuman yang memabukkan itu jelas di haramkan.

Inilah yang terjadi, ketika Alquran tidak dijadikan sebagai aturan hidup secara menyeluruh, hanya sebagian saja yang di pakai. Yang lebih miris lagi apabila Alquran dijadikan sebagai alat bukti tindakan teroris, dan ini berarti Alquran dituduh sebagai suatu kejahatan . Nauzubillahi min dzalik, apa yang akan terjadi setelah ini, jika kita tidak bersatu, Islam semakin tersudutkan.

Untuk itu marilah kita tingkatkan iman dan takwa di bulan Ramadhan ini. Jangan jadikan Ramadhan hanya sebagai ritual di tiap tahunnya, karena setelah Ramadhan berlalu tidaka akan meninggalkan jejak pada diri kita maupun masyarakat.

Marilah kita jadikan Ramadhan sebagai bulan perjuangan, untuk menjadikan kembali  Alquran sebagai pedoman kehidupan yang bukan hanya ritual ibadah, melainkan untuk di aplikasikan di segala aspek kehidupan.[MO]

Posting Komentar