Revolusi| Mediaoposisi.com- Radikalisme, sebutan yang hingga detik ini terus saja digaungkan agar kemudian tetap laku di pasaran. Digunakan sebagai senjata untuk memonsterisasi ajaran Islam yang Kaffah.

Menyimak pengertian radikalisme menurut KBBI ialah (1) paham atau aliran yang radikal dalam politik, (2) paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik dengan cara kekerasan atau drastis dan (3) sikap ekstrem dalam aliran politik.

Sedangkan menurut Wikipedia bahasa Indonesia (id.wikipedia.org), radikalisme adalah suatu paham yang dibuat-buat oleh sekelompok orang yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial dan politik secara drastis dengan menggunakan cara-cara kekerasan.

Radikalisme versi barat dijadikan senjata untuk menyerang ideologi Islam yang kini mulai tumbuh di benak-benak kaum Muslim. Dengan alasan pre empative attact, Barat melakukan blame of victim terhadap kaum muslimin.

Menurut barat yg disebut radikal ialah
(1) Tidak mau berkompromi dengan barat, (2) Tidak mengakui institusi yahudi, (3) Tidak setuju dengan demokerasi, dan (4) Memperjuangkan ideologi islam.

Barat telah mempropagandakan kebencian terhadap islam dan kaum muslimin dengan dalih radikalisme. Tujuannya adalah untuk memecah belah persatuan umat dan menakut-nakuti umat ketika hendak menjalankan islam secara kaffah.

Justru yang terjadi ialah standar ganda oleh barat. Disaat yang melakukan kekerasan adalah umat beragama lain selain islam tidak mereka sebut radikal atau teroris. Contoh kasusnya ialah terbukti pada ketidakadilan payung hukum pada kasus Ahok dan Buni Yani.

Disaat ulama dipersekusi hingga ditangkap oleh aparat, disisi lain Presiden Gereja Injil di Indonesia (GIDI) Dorman Wandikmbo yang diduga sebagai aktor intelektual kasus pembakaran Rumah Kios (Ruki) dan masjid Baitul Muttaqin di Tolikara justru diundang ke istana negara.

Islam tidak mengenal istilah Islam radikal. Islam sejatinya kaffah yaitu menerima totalitas penerapan syariahNya. Allah menegaskan Islam sebagai Rahmatan lil ‘alamin (pembawa rahmat bagi seluruh alam).

Saat hukum Islam diterapkan secara keseluruhan (kaffah) dalam sistem kehidupan maka Rahmatan Lil 'alamin baru lah bisa dirasakan oleh umat manusia. Allah SWT berfirman:
 وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّ رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

“Dan tiadalah Kami utus engkau (ya Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam” (QS. Al-Anbiya, 107).

Seyogyanya kaum Muslim cerdas dan tidak terbawa arus yang dihembuskan oleh barat. Justru sebaliknya, kita menggalang persatuan melawan berbagai macam propaganda melalui isme-isme yang digembor-gemborkan oleh mereka.[MO/ns]











Posting Komentar