Oleh : Ummu Naflah
(Member Akademi Menulis Kreatif)


Mediaoposisi.com-  Duka tengah melanda Surabaya pasca aksi pengeboman di tiga gereja. Tak hanya ummat Kristiani yang berduka dan menjadi korban, tapi juga Islam dan ummatnya. Seperti yang diduga, lagi-lagi fitnah dan tuduhan keji terkait aksi teror pengeboman ini diarahkan kepada Islam.

Skenario jahat nan sesat yang terus berulang dan terbukti mempan untuk meningkatkan Islamphobia di tengah publik bahkan di antara kaum muslimin sendiri.

Skenario berulang ini ternyata juga berhasil memecah belah ukhuwah kaum muslimin. Bahkan dapat dibaca skenario ini digiring untuk menghadang arus opini syariah dan khilafah yang kian deras, serta untuk menjegal langkah dakwahnya.

Pasca aksi teror bom Surabaya, fitnah keji pun tak luput menimpa HTI yang dikenal lantang menyuarakan Khilafah. Gaduh di Surabaya pun dikait-kaitkan dengan keputusan ditolaknya seluruh gugatan HTI di PTUN.

Seperti diberitakan akhwatmuslimah.net, 13/5/2018, akun Generasi Muda Nu mengaitkan HTI dengan Teror Bom yang terjadi di Surabaya.  Menurut akun tersebut kejadian beruntun semenjak HTI ditolak gugatannya di PTUN, terjadi teror beruntun di Mako Brimob yang kemudian disusul bom di Surabaya. Opini pembaca seolah-olah digiring bahwa dalang di balik teror Surabaya adalah HTI.

Fitnah terhadap HTI juga dihembuskan lewat grup-grup WA. Di mana berita jahat tersebut dengan jelas menyebut HTI berencana melakukan teror dengan bantuan ISIS. Fitnah yang sungguh jahat lagi sesat!

Fitnah dan tuduhan tanpa dasar melihat dakwah HTI yang tanpa kekerasan. Mencerdaskan dan memahamkan ummat dengan lisan yang penuh hikmah.

Dan ini sudah terbukti, dua puluhan tahun berkiprah di Indonesia, tak ada noktah hitam yang dilakukan HTI, baik oleh anggota mau pun simpatisannya. Kecuali pencitraan negatif dan miring yang disebarkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

Apatah lagi terhadap tuduhan HTI berafilisasi dengan ISIS, jelas-jelas fitnah jahat tanpa bukti. Karena HTI justru dibarisan terdepan dalam menolak berdirinya ISIS.

Ini ditegaskan oleh Juru Bicara HTI, Ustaz Muhammad Ismail Yusanto, bahwa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) menegaskan penolakannya terhadap keberadaan organisasi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia. Alasannya, ISIS dinilai telah menimbulkan ketakutan dan rasa horor bagi umat Islam (cnnindonesia.com, 26/3/2018).

Tak hanya membidik HTI, khilafah sebagai ajaran Islam pun ikut dibidik dan dikriminalisasi. Dilansir dari mediaumat.news, 14/5/2018, akun media sosial Facebook a.n

https://www.facebook.com/PolisiRepublik.ID/ yang diduga milik Kepolisian Republik Indonesia (Polri) telah menista khilafah ajaran Islam dengan menyebarkan status bertuliskan:  \\Bagi saudara/i yg menemukan akun pendukung khilafah, terorisme, radikalisme, silakan laporkan kesini

 https://twitter.com/BNPTRI  , https://twitter.com/CCICPolri,  https://twitter.com/DivHumas_Polri Harap disebarluaskan info ini. Supaya mereka langsung diciduk!\\

Ya, fitnah dan tuduhan keji untuk membidik HTI, sejatinya diarahkan untuk membendung arus deras kebangkitan Islam dan ummatnya lewat opini syariah dan khilafah.

Serta untuk mengalihkan perhatian ummat dari problematika serius yang tengah melanda negeri yaitu hegemoni para kapitalis asing dengan neo kapitalisme dan neoliberalismenya.

Kegaduhan ini juga dimanfaatkan untuk menggiring opini massa untuk segera mengsahkan Revisi Undang-undang Terorisme. Seperti diketahui publik, Presiden Jokowi mendesak DPR dan kementerian terkait segera menyelesaikan Revisi Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Jika tidak segera disahkan hingga akhir masa sidang pada bulan Juni, Jokowi mengancam akan mengeluarkan peraturan pemerintah (perppu) pengganti undang-undang (rmol.co, 14/5/2018).

Tampak jelas dibaca mau dibawa ke mana isu terorisme ini dibawa. Apatah lagi kalau bukan untuk semakin menghadang laju dakwah syariah dan khilafah yang semakin membahana.

Mengingat banyaknya pasal karet yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sesat lagi jahat, khususnya untuk mengkriminalisasi Islam dan umatnya. Maka tak heran bila kita namakan rezim ini, rezim zalim anti Islam!

Patutlah kita merenungi sabda Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam:

Pada akhir masa menjelang kiamat akan terjadi fitnah seperti waktu malam yang gelap gulita, ketika itu seseorang beriman di waktu pagi hari namun menjadi kafir pada sore harinya, dan sore hari beriman namun pagi harinya menjadi kafir, segolongan orang menjual agama mereka dengan materi duniawi.” (HR. Tirmidzi no 2123).

Wahai pejuang syariah dan khilafah, siapkanlah dirimu menghadapi fitnah keji yang menimpa dakwah ini. Berbahagialah dan bergembiralah, karena setelah gelapnya fitnah seumpama malam yang gelap gulita dipenghujungnya ada fajar kemenangan yang menyingsing.

Tak ada pilihan selain melanjutkan perjuangan melawan kezaliman akibat ulah rezim zalim anti Islam. Dan menyambut kemenangan dengan tegaknya khilafah, janji Allah Ta’ala.[MO/sr]



Posting Komentar