Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Lembaga negara kontroversial yang kerap dituding anti Islam, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyatakan ada beragam cara untuk  melaporkan akun yang dituding mendukung terorisme.

Hal itu muncul dalam akun BNPT yang kembali di-retweet oleh akun Twitter Humas Polda Metro Jaya pada Minggu (13/5)

DIduga hal ini terkait dengan, bom yang meledak di tiga gereja di Surabaya yakni di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Ngagel, Gereja Kristen Indonesia (GKI) kawasan Diponegoro dan Gereja pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Sawahan di Jalan Arjuno, Minggu (13/5).

Saluran pengaduan itu beralamat https://twitter.com/BNPTRI; https:twitter.com/CCICPolri; serta https://twitter.com/DivHumas_Polri.

"Bagi saudara yang menemukan akun pendukung khilafah, terorisme, radikalisme, silakan lapor," demikian cuitan tersebut.

Tidak heran kepolisian dituding sebagai lembaga anti Islam, pasalnya kepolisian membenarkan anggapan bahwa Khilafah berkaitan dengan terorisme.Khilafah sendiri adalah ajaran Islam seperti halnya shalat dan puasa.

Sejak lama, kepolisian hingga rezim dituding sebagai pihak anti Islam, khsususnya setelah tingkah polah Kapolrti yang terkesan membela penista agama, Ahok. Belum lupa dari ingatan, tindakan kepolisian yang menggembosi berbagai aksi umat Islam seperti 411 dan 212.

Sosok Tito Karnavian yang merupakan jebolan BNPT juga membuat masyarakt menilai kepolisian tidak berpihak kepada umat Islam. Umat Islam telah lama menilai BNPT anti Islam karena kerap menangkap aktivis Islam.

Pilpres semakin dekat diiringi isu Indonesia Bubar 2030 bukannya membuat pihak berwenang kepolisian, BNPT, rezim bertaubat. Mereka justru menuding Khilafah sebagai ajaran berbahaya dan menyandingkannya dengan teroris.

Bila pertaubatan tidak dilakukan, mampus kau dituding Anti Islam wahai rezim dan “turunannya” ![MO]

Posting Komentar