Oleh : Aisyah Amini 
(anggota forum silaturahim muslimah banjarbaru)

Mediaoposisi.com- Kita melihat bahwa keadaan umat sekarang terpuruk. Berbagai persoalan menimpa mereka. Bahkan seperti belum ada solusi untuk penyelesaiannya. Dari persoalan bidang pendidikan,kesehatan,sosial,politik,keamanan,ekonomi sampai seluruh lini kehidupan. 

Misal masalah ekonomi,masih banyak yang hidup dalam garis kemiskinan. Ini menjadi penyebab munculnya sejumlah problem sosial kemasyarakatan. Yaitu meningkatnya jumlah gelandangan dan peminta-minta, menambah jumlah pelaku kejahatan mulai dari pencurian,perampokan hingga pembunuhan. Menimbulkan juga kelaparan dan gizi buruk. 

Dari masalah ekonomi juga mengacaukan fikiran sehat seseorang, sehingga ada yang bunuh diri karena diPHK atau tega membunuh anaknya karena tak mampu membiayai hidupnya. 

Persoalan ekonomi yang tidak terpecahkan dengan benar ,mengakibatkan munculnya berbagai permasalahan. Umat butuh solusi yang komprehensif (menyeluruh). Islam tidak hanya sebagai agama spiritual. Islam memiliki aturan yang komprehensif tentang persoalan kehidupan. 

Aturan tersebut datang langsung dari Allah Swt pencipta manusia,yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw. Syariat islam inilah yang mampu menyelesaikan persoalan umat, jika diterapkan dalam sebuah institusi yang dinamakan Khilafah.

Khilafah adalah pemerintahan yang satu kepemimpinan diseluruh dunia, yang hanya memberlakukan aturan Allah Swt. Oleh karena itu HTI sebagai sebuah jamaah dakwah,ingin menegakkan kembali Khilafah, agar terwujud kehidupan islam. 

Sebagaimana telah berlangsung keberadaannya selama 13 abad. Umat membutuhkan HTI untuk menuju perubahan. Perubahan yang hakiki haruslah dilandasi dengan aqidah islam dan kesadaran untuk melaksanakan syariahnya. 

Sehingga kondisi umat akan berpindah,dari kegelapan menuju kepada cahaya islam. Dari kebathilan menuju kepada kebenaran islam. Khilafah merupakan ajaran islam. Para imam mazhabpun tidak ada perbedaan, tentang kewajiban menegakkan kembali Khilafah.  

Ide Khilafah bukan ancaman bagi NKRI, sebaliknya membawa kebaikan bagi seluruh alam,termasuk NKRI. Sebenarnya ancaman secara riil adalah neo kapitalis dan neo liberalis. Neo kapitalis telah menciptakan berbagai kesulitan dalam kehidupan. Masyarakat harus mempunyai banyak duit agar kebutuhannya terpenuhi. 

Karena sarana yang menjadi hajat orang banyak dikuasai oleh para kapitalis atau pemilik modal. Semua yang menjadi hajat orang banyak yang merupakan urgen untuk dipenuhi tidak tersedia dengan harga murah apalagi gratis. Masyarakat harus berjuang sendiri untuk dapat bertahan hidup dalam sistem saat ini. 

Padahal indonesia negara yang kaya raya hasil buminya. Sumber daya alam berupa tambang,hutan, laut dan lain-lain, jika dikelola dengan benar tentunya akan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat. 

Namun hampir seluruhnya telah dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta dan asing. Neo liberal telah membawa masyarakat pada budaya serba bebas. Syariat islam yang mengikat perbuatan hamba, dianggapnya mengekang kebebasan. 

Sehingga pada akhirnya, sebagian mereka asing terhadap agamanya sendiri. Asing terhadap ajaran yang dibawa Nabinya. Salah satunya asing terhadap sistem pemerintahan islam yang bernama Khilafah. 

Oleh karena itu HTI berkomitmen untuk menyelamatkan umat ini dari keterasingannya terhadap aturan Allah Swt. Dengan mengajak umat memahami islam, kemudian menumbuhkan kesadaran umat untuk menerapkan syariat islam secara kaffah (seluruhnya). 

Sebagaimana perintah ini ada dalam al qur'an surah al baqarah ayat 208, yang artinya: "Wahai orang-orang beriman masuklah kamu ke dalam islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kamu". 

Namun demikian, dakwah menyeru kepada kebaikan (islam) itu tidak mudah. Ini tugas berat. Para pengembannya harus memiliki keyakinan yang kuat akan aqidah islam. Tujuannya hidupnya semata-mata untuk meraih ridla Allah Swt. 

Mereka akan tetap istiqamah dan bersabar atas rintangan yang menghadang dakwah,dari orang-orang yang memusuhi islam.Tuduhan miring,fitnah bahkan ancaman akan didapati oleh para pengembannya. Begitu pula yang terjadi pada masa nabi. Ini merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya menjauhkan islam dan mempertahankan sistem kufur.

Hendaknya orang-orang beriman meyakini firman Allah Swt, dalam Qs al mukmin ayat 51,yang artinya : "Sesungguhnya Kami pasti menolong para Rasul kami dan orang-orang beriman dalam kehidupan dunia ini. Serta pada hari ditegakkan kesaksian (kiamat)"

Pada akhirnya kebenaran( islam) itulah yang akan menang. Dengan keyakinan terhadap aqidah islam dan kesadaran untuk penerapan syariat islam dalam institusi daulah,maka persoalan yang menjerat umat akan segera lepas. Marilah kita sonsong perubahan ini, dengan persatuan kaum muslimin untuk kembali kepada aturan Allah Swt.[MO/sr]


Posting Komentar