Revolusi| Mediaoposisi.com- Kriminalisasi ajaran Islam masih terus terjadi, penggiringan opini negatif terhadap ajaran Islampun kian massif. Berkali - kali ajaran Islam dibenturkan dengan Undang-Undang dan asas negara yaitu pancasila. Seolah - olah rakyat Indonesia dihadapkan pada pilihan mentaati peraturan negara atau ajaran Islam kaffah.

Yang paling gencar disudutkan dan dikriminalisasi bahkan dianggap bukan bagian dari ajaran Islam adalah KHILAFAH, walaupun para ulama yang hanif banyak mengangkat isu khilafah ini sebagai bagian dari ajaran Islam, dikemukakan dalil, Al Qur'an, Hadits bahkan dikemukakan pula bahwa para shahabat sudah berijma tentang kewajiban ini, bahkan para ulamapun sepakat bahwa khilafah adalah kewajiban.

Namun sepertinya musuh Islam terus berupaya untuk memalingkan umat dari ajaran Islam. Berbagai makarpun dibuat, supaya citra Islam terus melorot. Dimunculkanlah ulama - ulama suu yang berteriak mengatakan kalau khilafah adalah wilayah ijtihadiyah sehingga tidak perlu diperjuangkan. Upaya itu sepertinya sulit diwujudkan pasalnya umat banyak yang sudah tersadarkan akan kewajiban ini.

Hal ini sebagaimana yang tergambar dalam firman Allah, yang artinya;
"Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayanya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai." [at-Taubat/9:32].

Begitulah Allah menggambarkan upaya orang - orang kafir yang senantiasa berusaha memadamkan cahaya Allah (Ajaran Islam) namun Allah yang menghendaki menyempurnakan cahayaNya, sehingga upaya merekapun berulangkali mengalami kegagalan karena hakikatnya dengan menyerang ajaran Islam yang mereka lawan bukan kaum muslimin tapi penggenggam kehidupan dan alam semesta yaitu Allah swt.

Celah yang Mungkin Lemah
Keputusasaan menjalar pada mereka, ketika isu Khilafah tak kunjung reda di tengah umat, gelora perjuangan semakin besar, suara dukungan kian lantang. Sehingga merekapun harus memutar haluan untuk menata langkah guna menggenapkan upayanya. Berbagai fitnah kejipun diarahkan kepada umat Islam. Berbagai kejadian burukpun dikaitkan dengan ajaran dan umat Islam.

Seperti halnya kasus pengeboman dibeberapa wilayah di Jawa Timur dan Riau, yang langsung dikemukakan bahwa pelakunya adalah muslim. Bahkan untuk bom yang terjadi ditiga gereja mereka menyebutkan pelakunya adalah keluarga muslim, sepasang suami Istri beserta empat orang anaknya yang terlibat. Liputan6.com

Cap Terorispun nempel pada ummat Islam, stigma negatif kian melekat. Upaya adu domba antar umat beragama kian terasa. Isu ini kemudian terus di kemukakan dengan pendetilan - pendetilan yang mengarah kepada ajaran Islam Kaffah. Islamophobiapun kian merasuk dikalangan aparat, beberapa kali hal ini nampak, umat Islam yang menggunakan atribut (ciri) ajaran agamanya dalam berpakaian kerap kali jadi sasaran penangkapan.

Seperti yang terjadi pada Pria beransel hitam ditangkap Tim Gegana Kesatuan Brimob Kepolisian Daerah Riau karena dicurigai membawa bom. Setelah diperiksa, pria bernama Boy Hutagalung, 28 tahun, warga Jalan Dalil Tani, Pematang Siantar, Sumatera Utara, ternyata seorang pengangguran yang ingin mencari kerja di Pekanbaru.

Hal serupapun pernah terjadi kepada beberapa muslimah yang mengenakan cadar, atau laki - laki yang mengenakan celana cingkrang. Cap teroris kerap kali menempel pada kaum muslim yang berpakaian sempurna. Apakah upaya inipun berhasil? Apakah tepat ketika menyandingkan teroris dengan ajaran Islam?

Semakin ditekan ajaran Islam semakin muncul, semakin disudutkan semakin banyak yang memeluk, semakin tuduhan itu diarahkan kepada umat Islam justru umat Islam semakin kuat, semakin kokoh menentang, melawan.

Penentang dan perlawan yang cantik dan elegan bukan melawan dengan kekerasan tapi semua umat Islam melawan dengan suara nyaring, suara yang sama bahwa teroris bukan ajaran Islam. Umat Islam semakin terdorong dan tergiring untuk terus mengkaji ajarannya secara benar supaya tidak ada kesalahan dalam penerapan.

Masalah pakaian, masalah perjuangan, masalah jihad semua perlu dipelajari supaya musuh Islam tidak punya celah dalam menjatuhkan dan memberi setigma negatif. Seperti halnya ketika isu bom yang baru - baru ini terjadi tokoh - tokoh dan umat Islam serempak bicara bahwa tindakan bom bunuh diri bukanlah ajaran Islam, itu bukan jihad tapi jahat. Umat Islam menolak semua tuduhan itu dan kaum musliminpun mengutuk perbuatan tersebut.[MO/sr]


Posting Komentar