Revolusi| Mediaoposisi.com- Menjelang sidang gugatan HTI, social media diramaikan dengan tagar Khilafah Ajaran Islam. HTI Layak Menang. Advokat bela HTI dan semacamnya. Sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan HTI dalam sidang terakhir putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara, Jakarta.

Ribuan ummat Islam memainkan peran sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan HTI dalam memperjuangkan Islam. Meski gempuran opini dan permaianan kotor dari musush-musuh Allah terus menghadang, tidak mengurangi semangat perjuangan ini.

Tampak tagar Khilafah Ajaran Islam, HTI layak Menang menjadi tranding topik dua hari belakangan ini. Menjadi bukti bahwa ummat Islam tidak diam. Mereka terus berjuang ditengah kedzaliman para penguasa yang menghadang perjuangan dakwah ini.

Hingga putusan Hakim dibacakan, ummat Islam yang tidak mengikuti langsung acara persidangan masih terus memberikan dukungan melalui cuitan tweeter, Instagram dan fecebook. Semua mengusung isu yang sama. Mendukung perjuangan dakwah Islam yang dilakukan HTI.
Arus opini dukungan umat semakin massif.

Menunjukkan betapa besar harapan ummat terhadap perjuangan dakwah Islam. Mengingat semenjak dikeluarkannya Perpu Ormas hingga disahkan menjadi Undang-undang Ormas, aktivitas dakwah Islam mengalami banyak hambatan.


Berbagai makar keji nan kotor dilakukan demi untuk menghadang laju dakwah. Berharap para pengemban dakwah mundur teratur dan meyerah dengan perjuangan ini. Upaya-upaya busuk dilakukan untuk memporakporandakan  pemikiran kaum muslim.

Adu domba sesama muslim. Kriminalisasi ulama. Fitnah keji terhadap aktivis dakwah. Hingga isu radikalisme dan terorisme yang dihembuskan untuk menciptakan phobia Islam terhadap ummat. Pelecehan dan penistaan sengaja dibuat untuk memancing amarah ummat.

Namun sayangnya, berbagai usaha yang dilakukan tidak sedikitmu membuat ummat dan para pejuang Islam mundur. Tidak ada sedikitpun rasa takut untuk tetap berpegang teguh terhadap tali agama Allah. Justru ummat semakin solid, kuat, dan bersatu dalam satu barisan. Bergandengan tangan untuk melawan kedzaliman.

Baca Juga : Dakwah Terus Berlanjut

Cahaya Islam Tak  Akan Pernah Padam
Sungguh, sebesar apapun upaya yang dilakukan oleh musuh-musuh Allah untuk menghadang dan menghentikan perjuangan dakwah ini tidak akan mempan. Ummat tak akan gentar dengan segala ujian. Meski putusan sidang telah menolak gugatan HTI, perjuangan tidak akan pernah berhenti.

Perjuangan Islam tetap berlanjut, hingga menang atau binasa karenanya. Sebagaimana Rasulullah ketika diminta untuk meninggalkan Agama Islam yang Haq. Beliau mengatakan: “Seandainya matahari diletakkan di tangan kananku, dan rembulan di tangan kiriku, aku tidak akan meninggalkan dakwah ini. Hingga aku memenangkannya atau binasa.”

Sudah menjadi karakter mereka, untuk selalu berupaya menghancurkan Islam. Sejak dulu hingga sekarang, bahkan yang akan datang. Allah SWT sudah meminta kita untuk tetap waspada dengan makar busuk mereka.

Dalam Firman-Nya:
“Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu kamu menjadi sama seperti mereka….” (Q.S. an-Nisa: 89).

Namun atas izin Allah Azza wa Jalla, makar mereka selalu gagal. Ummat tidak sejengkalpun berpaling dari cahaya Islam. Sebaliknya, semakin besar penghalang dakwah semakin besar pula kekuatan iman yang dimiliki ummat.

“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain meyempurnakan cahayanya, walupun orang-orang yang kafir tidak menyukainya.” (QS. At-Taubah: 32).

Begitupun dengan perjuangan dakwah HTI selaku organisasi dakwah Islam yang mengusung ide-ide Islam. Dengan tujuan untuk melanjutkan kembali kehidupan Islam. Tidak akan pernah berhenti dakwah ini, hingga Allah memenangkannya.

Biarkan untuk saat ini dahwah kami dihalang-halangi. Dicabut izin BHP-nya agar berhenti. Namun, ada atau tidak adanya legalitas itu dakwah terus melaju. Sesungguhnya pencabutan legalitas itu tidak membuat HTI bubar. Karena susungguhnya banyak organisasi yang tetap beroperasi meski tidak memiliki legalitas.[MO/dr]




Posting Komentar