Oleh : Siti Rahmah

Mediaoposisi.com-  Kriminalisasi ajaran Islam rupanya menyasar keberbagai bagian, tidak terkecuali pakaian yang biasa digunakan oleh sebagian muslimah ini pun menjadi sasaran. Cadar sebagai ciri khas pakaian muslimah kerap kali mendapatkan ujian. 

Pasalnya cadar yang menjadi simbol umat Islam terus menerus dihantam dengan berbagai tuduhan, mulai dari pelarang memakainya di kampus dengan dalih mecegah radikalisme. 

Yang paling menyakitkan pelarang itu dilakukan oleh Universitas Islam. Seperti yang terjadi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, yang menyebutkan pelarangan tersebut

"untuk mencegah radikalisme dan fundamentalisme" akhirnya mengundang perdebatan di kalangan warganet. Sebagian mengatakan larangan tersebut diskriminatif, tapi ada juga yang menyamakannya sebagai aturan berpakaian biasa yang berlaku di kampus. BBC.News 6 Maret 2018

Upaya menyandingkan cadar dengan radikalisme pun sepertinya tidak berhasil, karena tidak pernah ditemukan bukti yang menunjukan adanya korelasi cadar dan radikalisme, ketika upaya ini seakan buntu maka ditempuhlah upaya selanjutnya. 

Plan B pun dijalankan yaitu mengaburkan sosok wanita muslimah idaman bercadar, dengan menampilkan sosok wanita yang mengenakan cadar yang begitu akrab dengan anjing bahkan diketahui wanita tersebut memelihara sebelas anjing di rumahnya. IDNTimes.co 28 Maret 2018

Lagi - lagi upaya ini pun tidak berhasil, bahkan gagal mengelabui umat dengan sosok yang dimunculkan tersebut. Berikutnya upaya yang ditempuh adalah mencoba mengaitkan palaku bom Surabaya (yang mereka sebut dengan istilah teroris) dengan cadar. 

Dimunculkanlah gambaran bahwa pelaku bom salah satunya adalah wanita yang mengenakan cadar, tentu hal ini seakan mensahkan upaya kriminalisasi cadar sebagai bagian dari simbol Islam. Upaya ini tentu bukan upaya  main - main, sebagai bentuk keseriusannya pasca peledakan gereja di Surabaya nampak sekali perlakuan aparat terhadap kaum muslimah yang mengenakan cadar begitu ekstrim.

Phobia Cadar, Phobia Islam

Atas serangkaian kejadian yang melanda, seakan sebagai pembenaran bahwa cadar adalah identitas teroris, sehingga siapapun yang mengenakannya layak untuk dicurigai dan mendapatkan diskriminasi. Berbagai intimidasi dan tekananpun dialami oleh para muslimah yang mengenakan cadar. 

Ruang gerak mereka diranah publikpun kian dipersempit, stigma negatif yang dilekatkan tak ayal membuat muslimah yang bercadarpun kian tersudutkan. Upaya pengkaitan teroris dengan cadar  sebagai simbol pakaian muslimah makin kentara. 

Apalagi dampak dari semua peristiwa aroma kriminalisasi cadar semakin terasa, muslimah yang mengenakan cadar sepertinya tidak bisa tenang dari fitnah keji yang senantiasa dilontarkan. 

Seorang muslimah yang memutuskan bercadar adalah orang yang harus sudah  siap dengan stigma teroris dan radikalis, selain itu  harus siap pula dengan perlakuan semena - mena aparat, inilah realita yang terjadi di negeri tercinta Indonesia. 

Phobia terhadap cadar yang melanda Indonesia pada dasarnya bagian dari upaya kriminalisasi ajaran Islam dengan harapan masyarakat phobia dengan Islam.

Cadar yang Semakin Eksist

Upaya mengkriminalisasi cadar sebagai bagian dari simbol Islam kian massif, namun lagi - lagi Allah menunjukan kuasaNya, maha benar Allah dalam firmannya ; “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( TQS. Al Imran; 54)

Pasalnya semakin kencang upaya pencitraan yang bersifat negatif terhadap cadar, justru muslimah bercadar semakin banyak, bahkan cadar sudah menjada bagian dari trend muslimah masa kini. Saat ini begitu mudah menemukan muslimah yang mengenakan cadar, karena cadar sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka. 

Bahkan berbagai kalangan, tua muda, artis, rakyat biasa, Istri pejabat, Istri aparat, birokrat, konglomerat dan dari berbagai lapisan masyarakat sudah ada yang mewakili mengenakan cadar. Bagitulah bukti penentangan terhadap ajaran Islam tidak pernah berakhir dengan kemenangan. 

Bukti kecil tentang cadar ini menunjukan bahwa cadar semakin dihantam justru pesonanya kian memancar dan tidak pernah pudar.[MO/sr]


Posting Komentar