Oleh : Ary H

Mediaoposisi.com- Begitu dahsyatnya permasalahan Hoax di negeri ini, sampai hampir tiap perempatan dipasang spanduk anti Hoax. Memang belakangan ini istilah Hoax [dibuat] begitu sangat menghebohkan. Seolah-olah semua permasalahan negeri ini bersumber dari Hoax.

Hoax adalah berita dusta, begitulah kalau dimaknai secara sederhana. Sedangkan dusta yang paling rapat dan rapih adalah dusta yang hanya diketahui oleh pendustanya saja. Karena itulah, sering dikatakan kalau berdusta itu sama saja dengan membohongi diri sendiri. Karena sebetulnya Si Pendusta tahu fakta yang sebenarnya.

Begitulah kalau dusta itu dipahami tanpa iman. Seolah ketika ia berdusta, tiada Allah Yang Maha Mengetahui serta Malaikat yang mencatat setiap amal secara cermat. Sehingga dusta itu hanya bisa dilawan dengan taqwa. Karena taqwa akan berkaitan erat dengan muraqabatullah (merasa diawasi oleh Allah Ta'ala).

Sungguh percuma, jika membasmi hoax dengan mensekulerkan dan meliberalkan masyarakat. Karena sekulerisme dan liberalisme tidak akan memiliki pandangan merasa diawasi oleh Pencipta.

Bahkan, standar perbuatan pun hanya akan diukur dengan manfaat semata. Oleh karena itulah, membasmi hoax dengan sekulerisme dan liberalisme bagaikan memadamkan api dengan siraman minyak.

Semakin banyak minyak yang disiramkan, api malah semakin membesar dan membakar.
Tersebab dalam pandangan dasar sekulerisme, semua dogma agama harus dihapuskan dalam dunia publik.

Sehingga boro-boro menumbuhkan rasa diawasi oleh Tuhan, bisa jadi malahan selama bermanfaat maka membuat hoax pun tak masalah. Begitu pula dengan liberalisme, pandangan bebas nilai ini meniscayakan kebebasan dalam setiap perbuatan, tentunya selama menguntungkan.

Oleh karena itu, semakin liberal sebuah masyarakat maka hoax pun malah akan semakin banyak.

Allah Swt berfirman,
"Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar." (TQS. At-Taubah [9]:119).

Mengenai ayat ini Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa jujurlah kalian dan tetaplah kalian pada kejujuran, niscaya kalian akan termasuk orang-orang yang jujur dan selamat dari kebinasaan serta menjadikan bagi kalian jalan keluar dari urusan kalian.

Sebagaimana dalam hadits Rasulullah Saw, “Jujurlah kalian, karena sesungguhnya kejujuran itu membimbing ke arah kebajikan; dan sesungguhnya kebajikan itu membimbing ke arah surga. 

Dan seseorang yang terus-menerus melakukan kejujuran serta berpegang teguh kepada kejujuran pada akhirnya dia akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur (benar). 

Hati-hatilah kalian terhadap kebohongan, karena sesungguhnya bohong itu membimbing kepada kedurhakaan; dan sesungguhnya kedurhakaan itu membimbing ke arah neraka. 

Dan seseorang yang terus-menerus melakukan kebohongan serta bersikeras dalam kebohongannya, pada akhirnya dia akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pembohong (pendusta).” (THR. Imam Ahmad)

Oleh karena itu, pondasi untuk memberantas Hoax adalah taqwa bukan pemisahan agama dari kehidupan. Tentunya pemimpin yang bertaqwa, masyarakat yang bertaqwa serta sistem aturan yang mengakomodir ketaqwaan. Tanpa ketiganya, satu hoax hanya dihilangkan dengan jutaan dusta.[MO/sr]



Posting Komentar