Oleh : Tari Ummu Hamzah 
(Anggota Revowriter Tangerang)

Mediaoposisi.com- Bangga bicara Islam Kaffah itu memang sesuatu hal yang menantang. Bagaimana tidak, ditengah tuduhan terhadap kaum muslimin tentang isu terorisme, kita masih bertahan dengan keyakinan kita akan janji Allah. Bahwa Islam akan kembali berjaya dan Islam akan diterapkan secara kaffah.

Tidak hanya isu terorisme yang menghantui kaum muslimin, tapi fenomena islamophobia juga menyerang. Ditambah framing media tentang radikalisme yang dihubung hubungkan dengan teroris, memperparah image Islam Kaffah. Sehingga pembicaraan tentang Islam Kaffah dan Khilafah menjadi tabu dimasyarakat.

Maka dari itu pembicaraan Islam Kaffah yang ditabukan, seolah hal itu hendak diasingkan dari kaum muslimin. Agar ummat semakin menjauh dari pemahaman Islam yang utuh. Pada akhirnya Islam dimaknai sebagai ritual ibadah saja.

Membicarakan Islam Kaffah ditengah isu-isu yang merebak, menjadi hal yang menarik. Sebab seolah kita melawan arus opini tentang Islam Kaffah. Melawan pemahaman yang tidak sesuai dengan Islam. Tapi memang inilah yang seharusnya kita lakukan. Sebagai pengemban dakwah. Karena kita harus menyampaikan bahwa berislam haruslah secara menyeluruh, tanpa harus pilih-pilih.

Sejarah juga sudah membuktikan keberhasilan Islam jika menerapkan hukum Allah secara menyeluruh. Islam telah berjaya selama hampir 14 abad lamanya. Kemasyhurannya tidak dapat ditampik oleh banyak pihak. Bahkan ilmuwan-ilmuwan Eropa mengakui bahwa Islam telah memberikan kontribusi yang sangat banyak, terhadap peradaban manusia modern. Bahkan hanya Islamlah yang benar-benar memperlakukan ummatnya dengan baik. Objektif dan tidak semena-mena.

Hal itu karena Islam diterapkan secara kaffah. Dan hal itu pula Islam telah membuat para pemeluknya bangga akan kejayaan Islam. Bagiamana tidak bangga, bahwa Islam selalu lebih maju di zamannya. Mendahului kemajuan peradaban manusia. Para ahli sejarah juga pasti mengetahui bahwa bangsa-bangsa Eropa bisa maju dalam segala aspek ketika Islam mulai masuk ke negeri-negeri Eropa.

Tidak hanya itu, Islam berhasil mengubah wajah dunia. Dari keadaan gelap gulita karena kejahiliyahan masih menyelimuti dunia, menjadi terang benderang dengan staqofah Islam. Sepertiga dunia kala itu menjadi bagian Daulah Islam. Masyarakatnya pun menjadi masyarakat yang unik. Memiliki ketinggian akhlaq dan ilmu pengetahuan, yang bersumber dari Al-Qur'an. Negerinya menjadi mercusuar dunia.

Bukankah itu sudah cukup menjadi bukti akan kebanggaan kita terhadap islam, dan Islam menjadikan kita bangga. Jadi mengapa kita harus takut akan Islam? Padahal islam menjadikan kita kaum muslimin, manusia yang terbaik di sepanjang sejarah peradaban manusia. Hal itu tercantum dalam surat Ali Imran ayat 110.

"Islam datang dalam keadaan terasing, dan kembali dalam keadaan terasing pula, maka dari itu berbahagialah wahai orang-orang yang terasing". Itulah yang disabdakan Rasulullah. Dan itulah seharusnya yang menjadikan kita bangga dengan Islam Kaffah.


Posting Komentar