Oleh :Melli Ummu Khila

Mediaoposisi.com-  Jika di runut dari peristiwa-peristiwa pasca bersatu nya ummat pada Aksi Bela Islam dan terlihat bagaimana ummat ketika bersatu bisa mengalahkan kebatilan,sejak saat itu ada kelompok yang tidak terima akan kemenangan ummat islam ingin membalas dendam secara halus dengan dukungan pemerintah dan ormas yang tentu saja Pro terhadap pemerintah.

Banyak sekali peristiwa yang menyibukkan umat islam, dari ulama yang dipersekusi, di kriminalisasi dengan tuduhan tanpa dasar, dan sengaja ingin membungkam ulama yang kritis terhadap pemerintah.

Dan peristiwa-peristiwa itu terjadi tanpa jeda, seperti sengaja diselingi colatehan dan kebijakan yang kontroversi, belum lagi ketidak adilan hukum yang di pertontonkan pemerintah dalam menangani suatu perkara, terlihat tebang pilih, semakin memperlihatkan keberpihakan suatu lembaga hukum, betapa ke dzaliman yang dilakukan oleh orang yang pro terhadap pemerntah tidak kunjung di proses meskipun pelapor seorang Ketua DPR.

Sedangkan ulama yang terlihat kritis,  di cari-cari kesalahan masalalu nya dan dilaporkan dengan tuduhan yang di buat-buat,sengaja mencari celah sekecil apapun untuk bisa diperkarakan.

Dan peristiwa-peristiwa tersebut tentu saja tidak luput dari perbincangan di jejaring sosial,hampir setiap kejadian menjadi tranding topik yang menjadi bahasan di semua media, hal ini wajar saja terjadi karena rakyat sudah cerdas dan sudah muak dengan pemerintah saat ini, belum lagi kebijakan mengenai urusan perut yang semakin hari semakin sulit.

Lapangan kerja sulit, bahkan dalam beribadah pun rakyat harus dibingungkan oleh himbauan Kemenag yang mengatur ulama mana yang harus di dengar,padahal untuk urusan agama, umat tentu bisa menilai sendiri mana ulama yang hanif dan mana ulama su’.

Bagi yang cermat mengamati sedemikian caruk maruk nya kondisi negara ini,timbul pertanyaan besar? Apakah ini ada unsur kesengajaan demi menutup sesuatu yang lebih besar?jika di tilik, sebut saja colatehan-colatehan presiden yang banyak menjadi viral di masyarakat.

Seperti ada yang sengaja membiarkan suasana sehingga rakyat lupa ada hal yang besar yang perlu di tanggapi serius. lazim nya suatu berita ketika viral di satu media maka akan dibicarakan hampir semua pengguna internet, sebut saja berita yang sedang viral tentang ketimpangan hukum 2 remaja yang sama-sama menghina presiden.

Media sosial saat ini menjadi media yang dimana semua penggunanya bisa berbagi apapun khususnya di facebook, kebijakan pemerintah menjadi perbincangan yang menarik bahkan lebih banyak status seseorang tentang politik.

Hal ini menjadi momok bagi pemerintah karena setiap kebijakan yang tidak memihak rakyat akan cepat mendapat reaksi yang menimbulkan ketidak percayaan rakyat pada pemerintah,sayang nya saat ini nitizen seperti ada yang sengaja menyibukkan nya dengan urusan bahasan yang ringan tapi viral, ada yang lebih penting dari itu saat ini. Dollar sudah melebihi yang dulu di takutkan 14.237 apa yang paling dikhawatirkan dari ini melemahnya nilai tukar mata uang kita ini?.

Menurut pengamat ekonomi Institute For Development of Ekonomi & Finance (INDEF) Bhima Yudistira Adhinegara,menambahkan pengumuman data pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2018 yang tidak sesuai target,

 juga menyumbang sentimen negatif kepada para investor,dan yang paling mengkhawatirkan, Bhima mengungkapkan bahwa dampak melemahnya nilai tukar rupiah yaitu kenaikan bahan makanan pokok, karena bberapa makanan pokok diambil dari impor dan biaya impor akan lebih mahal.(sumber:BBC Indonesia 08 mei 2018).

Dan lagi-lagi ini urusan yang sangat dasar menyangkut hajat hidup oarang banyak terlebih rakyat menengah kebawah, hidup akan semakin sulit, dan sangat disayang kan jika isu ini tenggelam bersama viral nya berita-berita lain yang beredar.[MO/sr]

Posting Komentar