Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Sidang PTUN pertarungan duel antara HTI vs Kemenkumham masuk pada pendatangan saksi ahli terakhir dari Pemrintah, Kamis (5/4). Salah satu saksi yang didatangkan pemerintah adalah Zuly Qadir salah satu tokoh kontroversial di Indonesia.

Dalam kesaksiannya, dosen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) justru menuding HTI sebagai provokator.

"Problemnya saudara-saudara saya ini (HTI) mengharamkan Pancasila dan pemilu, maka perebutan kekuasaan bisa dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Ini belum terjadi, tentu saja," kata Zuly. Zuly dalam kesempatannya enggan mengomentari mengenai beragam persekusi yang dilakukan oleh ormas lain terhadap HTI.

Berdasarkan pengamatan kontributor Mediaoposisi.com. Zuly Qodir justru membahas diluar dari pembahasan semestinya yaitu benar salahnya pembubaran HTI. Ia justru secara tendensius membuat berbagai tudingan miring kepada HTI seperti anti Pancasila.

Siapakah Zuly Qodir dan bagaiman jejak hitamnya, berikut penelusuran Mediaoposisi.com

1. Dedengkot Islam Liberal
Dikutip dari dakwahmedia.co , tertulis dalam buku karangan Budi Andrianto berjudul 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme yang diterbitkan Hujjah Press tahun 2007 menyebutkan 50 nama tokoh Islam liberal yang harus diwaspadai masyarakat Indonesia, salah satunya adalah Zuli Qadir.

Bukti liberalnya Zuly Qadir dapat dilihat pada beberapa karyanya, salah satunya adalah dalam buku “Percakapan dengan Zuly Qodir”, ia menganggap bahwa sekulerisme wajib diterapkan di Indonesia.
Tak kalah nyelenehnya, ia turut mengajak umat Islam harus merevisi fikih-fikih klasik.
Liberalisme, Sekulerisme, dan Kapitalisme telah difatwa haram oleh MUI dalam Keputusan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor : 7/Munas VII/MUI/11/2005.

2.Tendensius Pada Kelompok Islam Lain
Sebelumnya dikutip dari sura-islam.com, Zuly pernah menuding HTI dan PKS sebagai kelompok yang tidak berakhlak.

"HTI dan PKS telah kehilangan akhlak dalam berpolitik, sebab telah merugikan Muhammadiyah dan NU di Indonesia," kata Zuly dalam diskusi buku 'HTI dan PKS Menuai Kritik: Perilaku Gerakan Islam Politik Indonesia', di Kantor Maarif Institute, Jakarta, Jumat (26/7/2013).

Zuly mengklaim, HTI dan PKS mendapat perlawanan keras dari Muhammadiyah NU. Sayangnya ia tidak memberikan data terkait.

Tak kalah tendensiusnya, ia menilai HTI dan PKS sebagai organisasi yang kadernya tidak jelas serta  ingin melakukan perubatan kekuasaan.

"Ingin mengubah rezim yang menurut mereka paling benar. HTI dan PKS orang yang awalnya enggak begitu jelas di masjid," tuturnya tanpa merasa bersalah.

3.Pendukung Pembubaran Ormas Islam
Zuly Qodir senada dengan saksi ahli yang didatangkan oleh pemerintah sebelumnya. Mengamini kebijakan kontroversial terhadap pembubaran HTI seolah menjadi syarat tidak tertulis bagi saksi ahli pemerintah.

“Ingat, membubarkan HTI itu tidak sama dengan menindas umat Islam, membubarkan Islam. Kalau ada yang bilang begitu, itu sedang mengadu domba,” dalih Zuly Qodir untuk membela Jokowi yang dikritik habis habisan karena membubarkan HTI.

Hal tersebut Zuly Qodir sampaikan dalam acara “Ramadhan Kebangsaan” yang diselenggarakan oleh Keluarga Besar Joxzin dan Aliansi Bela Garuda (ABG) di Yogyakarta, Sabtu (10/6/2017).

4. Nilai kasus Ahok Bukan Masalah Agama
Alumni UGM ini juga pernah menilai kasus Ahok sebagai kasus sarat kepentingan segelintir orang yang menggunakan agama sebagai senjata.

“Sangat disesalkan. Karena itu, masyarakat jangan sampai terpengaruh oleh isu SARA yang dimainkan para elite politik dan kelompok politik swasta dalam pelaksanaan pilkada selanjutnya," ujarnya dalam diskusi 'Refleksi Pilkada Serentak 2017' di Yogyakarta, Selasa (21/2/2017).

"Ada kekuatan politik partikelir atau politik swasta yang dulu tidak terbaca dengan baik. Kelompok ini bisa kita sebut semacam geng-geng politik," imbuh Zuly Qodir.

Begitulah Zuly Qodir dan jejak hitamnya, apakah pantas dianggap sebagai saksi ahli oleh pemerintah ? [MO]

referensi 
http://dakwahmedia.co/2018/04/05/zuli-qadir-tokoh-liberal-menjadi-saksi-terakhir-sidang-ptun-hti-terakhir/

https://www.eramuslim.com/berita/tahukah-anda/fatwa-mui-tentang-pluralisme-liberalisme-dan-sekulerisme-agama.htm#.WsW4DohubIU

http://www.suara-islam.com/read/index/7840/Peneliti-Liberal-Zuly-Qodir-Tuding-PKS-dan-HTI-Gunakan-Dakwah-Sebagai-Payung-Politik




Posting Komentar