Oleh : Winda Sari 
(Mahasiswi Universitas Jember)

Revolusi| Mediaoposisi.com- Surga yang sudah pasti dirindukan ialah surga Allah SWT, yang diperuntukkan bagi orang-orang sholih/sholihah dan senantiasa mengerjakan kebajikan. Maka dari itu, untuk bisa memperoleh surga Allah SWT harus taat kepada Nya. Baik dalam urusan diri sendiri, masyarakat maupun Negara.  Komponen yang terpenting ialah Negara.

 Karena Negara punya peran strategis dalam mewujudkan individu dan masyarakat yang berkarakter dan berideologi Islam. Dan Negara ini tidak akan berjalan tanpa adanya seorang pemimpin atau khalifah. Lalu, sosok pemimpin seperti apa yang dirindukan oleh rakyat dan bahkan oleh surga Allah SWT?

Umar bin Khaththab, nama yang tak asing dan orangnya pun alim. Sosok pemimpin/khalifah yang sangat mencintai rakyatnya. Rela berkorban demi rakyatnya, rela tak makan sebelum rakyatnya kenyang, dan tak ada istana megah walaupun seorang khalifah yang sangat dimuliakan.

Menjadi seorang pemimpin itu berat. Kuat imannya, kuat taqwanya, sehingga mampu menguatkan iman dan taqwa bagi rakyatnya. Jika tidak demikian, yang terjadi pemimpin yang seharusnya menjadi contoh yang baik bagi rakyatnya justru akan membuat kehidupan rakyat akan kacau. Terjerumus dalam kubangan kemaksiatan. Menjadi pemimpin itu makanya harus amanah.

Maka dari itu, dulu ketika Islam masih berada pada zaman kegemilangannya, pemimpin/khalifah bukan hanya sekedar gelar, tapi juga tanggung jawab. Tidak hanya tanggung jawab di dunia, tetapi juga tanggung jawab di hadapan Allah SWT. Sedangkan fenomena sekarang, banyak orang yang berebut menjadi pemimpin, tetapi belum tahu hakikat pemimpin itu.

Salah kaprah, sering terjadi dikalangan masyarakat dan bahkan dari penguasa sendiri. Fenomena blusukan, dikait-kaitkan dengan Umar bin Khaththab. Itu sudah jelas beda, blusukan Umar ini karena rasa cintanya kepada rakyatnya, sedangkan blusukannya penguasa sekarang ?.[MO]

Posting Komentar