Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Sekalipun dinilai berbagai pihak melakukan tindakan yang menyinggung agama tertentu, Sukmawati tetap keukeuh bahwa tindakannya tidak perlu dipermasalahkan.

"Ya nggak apa-apa. Kalau saya sih jujur-jujur saja. Ibu Indonesia. Saya memang warga negara Indonesia. Saya sangat bangga dengan keindonesiaan saya. Dan keindonesiaan saya itu Bhinneka Tunggal Ika," ujar Sukmawati, Senin (2/4).

Penceramah Ustadz Felix Siauw menilai tindakan Sukmawati tidak pantas dilakukan, terlebih Sukmawati mengakui tidak memahami syariat Islam dalam puisinya.

“Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi, harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti” tulisnya dalam unggahan berjudul “Kamu Tak Tahu Syariat” bertanggal 2 April.

Unggahan itu sukses dibagikan oleh 88.000 netizen serta sukses mendapatkan 155ribu like saat berita ini ditulis.

Felix dalam unggahannya juga menyayangkan sikap Sukmawati yang membandingkan konde dengan hijab, sesuatu yang dinilainya tidak layak karena budaya dan agama tidak bisa dibandingkan.

“Engkau juga akan mengerti, bahwa membandingkan konde dan cadar itu perkara menggelikan, sebab yang satu ingin terjaga, yang lain malah mengumbar” lanjut Felix.

Banjir Kecaman
Berbagai kecaman turut diperoleh oleh Sukmawati, berikut hasil penelusuran mediaoposisi.com. Tercatat mulai dari politisi hingga ulama memberikan kecamannya.

“Membandingkan azan dengan kidung sangat tak seimbang," ujar Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi melalui akun twitternya @acbaidowi, Selasa (3/4).

Dari Gerindra, Akbar Faizal mengaku marah mendengar Sukmawati menghina suara adzan “Tapi aku marah kau rendahkan suara azan. Lantunan azan ayahku pada subuh saat ku kecil yang terindah. Kami tunggu kata maafmu," kata Akbar dalam akun Twitter @akbarfaizal68.

Sedangkan dari Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi juga ikut berkomentar. Ia menilai Sukmawati tidak layak berbicara mengenai syariat Islam.

"Kalau enggak paham tentang syariat Islam mending diam aja deh mbak. Ngeri sekali jika pemamahan soal syariat Islam hanya diringkus jadi urusan cadar," kata Burhan dalam akun Twitter @BurhanMuhtadi.

Dari kalangan Partai Bulan Bintang (PBB) MS Kaban merasa heran dengan tingkah Sukmawati dalam mengomentari syariat Islam. Kaban setuju bahwa Sukmawati telah melampaui batas dalam breucap.

Dikutip dari inews.id. Mantan Menteri Kehutanan (Menhut) ini juga mengingatkan adik Megawati Soekarnoputri itu segera bertaubat di usianya yang telah uzur.

"Betul-betul di luar nalar, kok Mbak Sukmawati kehilangan sukma kejernihan jiwa dalam melihat Islam yang paling tidak sampai saat ini di e-KTP masih Islam. Mbak ingat umur dibtasi ajal," ucap Kaban.

Lebih tegas lagi, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama kota Binjai, Ustaz Sanni Abdul Fattah, mengecam puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarno Putri.

Dia menilai Sukmawati telah dengan sadar dan sengaja menghina dan melecehkan Syari'at ajaran agama Islam.

"Puisi dibacakan oleh Sukmawati tersebut, secara jelas dan gamblang menunjukkan bahwa dia memang orang yang sangat membenci Syari'at ajaran agama Islam," katanya, Selasa (3/4),

Ahok 2.0 ?
Politisi Gerindra memiliki statemen unik dalam memperingatkan Sukmawati, Fadli Zon mengingatkan memori Ahok.

Seharusnya, Ibu Sukmawati itu dapat belajar dari pengalaman kasus mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) karena melakukan penistaan agama," katanya di Jakarta, Selasa (3/4).

Tanda tanda ini sudah mulai terasa, dikutip dari harianterbit.com, aksi untuk menyampaikan tuntutan untuk menghukum Ahok sudah direncanakan dengan matang.

Persaudaraan alumni 212 dan berbagai elemen masyarakat akan melakukan aksi demonstrasi, mendesak Mabes Polri memproses hukum kasus ujaran kebencian yang dilakukan Sukmawati Soekarnoputri.

Sekjen Dewan Syuro Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam (DPD FPI) DKI Jakarta, Habib Novel Bamukmin mengatakan sebelum aksi tersebut, hari ini pihaknya akan melaporkan ke Bareskrim.



"InsyaAllah bada Jumat kami dari Persaudaraan Alumni 212 yang didalamnya berbagai macam ormas termasuk ACTA (Advokat Cinta Tanah Air) di dalamnya akan turun Aksi Bela Islam 64 dan saya mewakili ACTA. Siang ini kami melapor ke Bareskrim," ujar Novel kepada Harian Terbit di Jakarta, Rabu (4/4).

Novel membenarkan dalam aksi tersebut seluruh elemen mirip dengna aksi besar umat islam sebeulmnya yang menginginkan penista agama dihukum.

"InsyaAllah akan orasi juga untuk mendukung Polri untuk segera menjadikan Bu Sukmawati tersangka dan juga segera penjarakan," tegasnya

Mari kita saksikan, bagaimana sikap tegas kepolisian dan pihak berwenang lainnya.

Pasalnya dulu Ahok pada Senin (10/10/2016) pernah meminta maaf kepada public sama seperti yang dilakukan Sukmawati pada Rabu (4/4), tapi umat Islam yang sudah terlanjur disakiti tak bisa diredam tuntutan untuk menghukum Ahok. [MO]

Referensi

http://nasional.harianterbit.com/nasional/2018/04/04/95750/0/25/Aksi-Umat-Islam-Desak-Polri-Proses-Hukum-Sukmawati




Posting Komentar