Oleh : Syifa Nurjanah

Mediaoposisi.com- Jika kita bicara politik di kalangan remaja, umumnya akan tergambar pada mereka mengenai duduk di DPR, partai politik A, partai politik B sampai Z atau lebih, hingga satu sisi negatif di politik yaitu Korupsi. Tidak jarang pula yang sudah enggan mendengar kata politik tersebut karena bagi mereka politik itu terlalu njelimet.

Miris melihat yang demikian, pikiran politik telah kabur dan jauh dari kalangan remaja yang juga pemuda. Pemuda yang seharusnya memilki suara lantang menyuarakan kritik dan saran bagi penguasa, namun pemuda sekarang lebih ingin untuk hidup memikirkan diri sendiri, menikmati masa muda dengan kebebasan, bermain, dan menyelesaikan hobby dan studi mereka.

Penjajahan pemikiran di kalangan pemuda sekarang semakin meluas, umumnya hal ini terjadi dalam gaya hidup yang sudah mulai condong ke negri barat. Padahal harusnya mereka tahu bahwa pemuda menjadi salah satu bidikan praktek politik untuk kepentingan partai politik tertentu dalam hal ini di era menjelang pesta demokrasi politik yang tinggal menghitung bulan.

Pemuda Islam wajib membekali diri mereka dengan pengetahuan dan pemahaman politik terutama politik Islam. Karena islam merupakan metode kehidupan yang unik, berbeda sama sekali dengan agama maupun ideologi lain.

 Dari aspek ajarannya, islam tidak hanya sebatas agama ruhiyah yang mengatur secara spiritual saja namun juga aspek penting dalam hidup yaitu politik (Siyasah). Atau dengan kata lain Islam adalah akidah yang bersifat spiritual dan politik.

Islam mengatur tentang masalah akhirat, surga-neraka, pahala-dosa, ibadah sekaligus mengatur urusan kehidupan duniawi di berbagai aspek, politik, sosial, pendidikan dan sebagainya.

Politik Islam adalah pengaturan urusan umat dengan aturan Islam, baik dalam maupun luar negri (Ri’ayah Syu’un Al Ummah dakhiliyan wa kharijiyan bi al ahkamil Islam). Aktivitasnya sendiri oleh pemerintah sebagai lembaga yang mengatur urusan rakyat secara praktis (‘amali) dan rakyat sebagai  pihak yang melakukan kontrol sekaligus mengoreksi pemerintah dalam melaksanakan tugasnya.

Definisi tersebut sesuai dengan realitas yang ada pada kehidupan masyarakat dan berlaku umum berdasarkan partai politik  yang ada.

Sebagai seorang muslim kita harus ikut andil dalam perpolitikan yang ada karena secara etiomlogi politik (siyasah) artinya adalah mengurusi kepentingan umat. Dalil-dalil syariah dan beberapa hadis menggambarkan adanya aktivitas penguasa, koreksi dan kontrol terhadapnya serta kewajiban mengurusi kepentingan kaum Muslim, dimana semuanya adalah aktivitas politik (ri’ayah syu’un) adalah sebagai berikut :

Seseorang yang ditetapkan Allah (dalam kedudukan) mengurus kepentingan umat, dan dia tidak memberikan nasihat kepada mereka (umat), dia tidak akan mencium bau surga” (HR. Bukhari dari Ma’qil bin Yasar ra)

Siapa saja yang bangun di pagi hari, sementara perhatiannya lebih banyak tertuju pada kepentingan dunia, maka ia tidak berurusan dengan Allah. Siapa saja yang tidak memperhatikan urusan kaum Muslim maka ia tidak termasuk golongan mereka (kaum muslim)." (HR. al-Hakim dan al-Khatib dari Hudzaifah ra.).

Kita kembalikan lagi penting bagi pemuda islam untuk beraktivitas politik karena berpolitik adalah mengurusi urusan umat, dan pemuda adalah bagian dari umat. Pemuda islam menyandarkan aktivitas politiknya kepada Islam yang merupakan sebuah sistem yang apik dan relevan bagi kehidupan dari zaman ke zaman.

Pemuda Islam tahu politik Islam adalah keharusan.[MO]

Posting Komentar