Illustrasi

Oleh: Ulfiatul Khomariah

Mediaoposisi.com-Narkoba bagaikan mimpi buruk bagi generasi saat ini. Tak pelak Jember yang terkenal sebagai kota santri kini dihantui oleh barang haram ini.

Baru-baru ini Komisi D DPRD Jember, Jawa Timur, meminta agar Dinas Kesehatan mengalokasikan anggaran uji urine untuk seluruh pelajar dalam APBD. Hal ini dilakukan sebagai bentuk upaya memerangi narkoba.

Anggota Komisi D Isa Mahdi mengatakan, anggaran itu merupakan bantuan kepada sekolah agar bisa melakukan pemeriksaan terhadap siswa. Isa mengatakan, anggaran itu sangat penting untuk kepentingan generasi muda.

Hal ini dilakukan karena peredaran narkoba di kalangan pelajar di Jember luar biasa dan sangat memprihatinkan.

Bahkan hingga parahnya narkoba ini sekarang masuk kedalam lingkungan pesantren yang diharapkan menjadi penggerak perubahan negeri.

Santri yang diharapkan menjadi pembawa perubahan dan pemecah permasalahan negeri saat ini malah “teler” terkena barang haram ini. Santri yang diharapkan menjadi pengubah masyarakat yang jahil menuju islami kini tak bisa diharapkan lagi.

Sebagaimana yang dilansir di beritajatim.com, polisi membekuk AW (26), pria warga Dusun Karang Tengah, Desa Pace, Kecamatan Silo, yang menjadi pengedar pil koplo di kalangan pesantren. 

Informasi peredaran pil koplo ini berasal dari pengasuh pondok pesantren itu sendiri. "Sekitar dua minggu lalu ada santri yang terindikasi terkena pengaruh pil.

Pengasuh pondok berkomunikasi dengan kami, dan kami melakukan penyelidikan," kata Kepala Kepolisian Resor Jember Ajun Komisaris Besar Kusworo Wibowo.

Sungguh sangat miris sekali, Jember yang terkenal sebagai kota santri kini menjadi tempat menjamurnya narkoba.

Kondisi ini akan mengakibatkan efek yang sangat berbahaya bagi generasi bangsa. Dampak merusak luar biasa akan terjadi dan menjadi biang tindakan kriminal.

Untuk itu dalam menekan peredaran dan penyalahgunaan obat-obatan terlarang narkoba perlu adanya perhatian yang serius.

Masalah narkoba bukan masalah parsial. Hal ini dikarenakan peredaran narkoba termasuk masalah sistemik dan akut. Solusi yang ditawarkan harus mendasar hingga akar persoalannya terbabat habis.

Solusi Tuntas

Memberantas narkoba harus diberantas secara tuntas. Pertama: meningkatkan ketakwaan setiap individu masyarakat kepada Allah.

Masyarakat juga harus dipahamkan bahwa mengonsumsi, mengedarkan bahkan memproduksi narkoba adalah perbuatan haram yang akan mendatangkan murka Allah, yang di akhirat nanti pelakunya akan dimasukkan ke dalam neraka.

Ketakwaan setiap individu masyarakat akan menjadi kontrol bagi masing-masing sehingga mereka akan tercegah untuk mengkonsumsi, mengedarkan apalagi membuat narkoba.

Kedua: menegakkan sistem hukum pidana Islam. Sistem pidana Islam, selain bernuansa ruhiah karena bersumber dari Allah SWT, juga mengandung hukuman yang berat.

Jika pengguna saja dihukum berat, apalagi yang mengedarkan atau bahkan memproduksinya; mereka bisa dijatuhi hukuman mati sesuai dengan keputusan qâdhi (hakim) karena termasuk dalam bab ta’zîr. 

Ketiga: Konsisten dalam penegakan hukum. Setiap orang yang menggunakan narkoba harus dijatuhi hukuman tegas.

Orang yang sudah kecanduan harus dihukum berat. Demikian pula semua yang terlibat dalam pembuatan dan peredaran narkoba, termasuk para aparat yang menyeleweng.Keempat:Merekrut aparat penegak hukum yang bertakwa.

Dengan sistem hukum pidana Islam yang tegas, yang notabene bersumber dari Allah SWT, serta aparat penegak hukum yang bertakwa, hukum tidak akan dijualbelikan.

Mafia peradilan sebagaimana marak terjadi dalam peradilan sekular saat ini kemungkinan kecil terjadi dalam sistem pidana Islam Ini karena tatkala menjalankan sistem pidana Islam.

Aparat  hukum yang bertakwa sadar betul, bahwa mereka sedang menegakkan hukum Allah, yang akan mendatangkan pahala jika mereka amanah dan akan mendatangkan dosa jika mereka menyimpang atau berkhianat.

Akankah kita biarkan generasi kita dicengkeram narkoba? Masihkah kita percaya pada sistem hukum sekuler saat ini yang terbukti gagal mengatasi masalah narkoba? 

Karena itu, sudah tiba saatnya bagi kita untuk menerapkan sistem hukum Islam secara komprehensif yang mengatur individu, masyarakat dan negara dalam seluruh aspek kehidupan.

Karena hanya hukum Allah yang dapat menyelesaikan semua persoalan manusia dan masalah di negeri ini.

Menegakkan hukum Allah adalah bukti ketakwaan kita kepada-Nya yang pasti mendatangkan keberkahan hidup.

Dan hanya bisa diterapkan dalam sistem islam, sistem ini tiada lain adalah Khilafah Islamiyah. Dengan Khilafah, rahmat Islam akan terasa, tanpa Khilafah rahmat Islam akan menjadi slogan semata.

Saatnya kita bersatu dan bergerak bersama untuk mewujudkan penerapan Islam rahmatan lil’alamin dalam naungan Khilafah Islamiyyah.[MO]





Posting Komentar