Oleh: Sarni Puspita Sari

Mediaoposisi.com-Miras oplosan kembali memakan korban, kali ini korbannya tak tanggung- tanggung mencapai puluhan itu baru yang terekspose oleh media dan diluaran sana tentunya masih banyak lagi.

Sebanyak 11 orang warga di Cicalengka, Kabupaten Bandung tewas diduga akibat menenggak minuman keras oplosan. Sembilan orang lainnya masih dirawat di RSUD Cicalengka dalam kondisi kritis. Sementara enam orang lainnya sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing dan satu dirujuk ke RSHS.

Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 27 orang menjadi korban akibat diduga menenggak miras oplosan. Humas RSUD Cicalengka, dr. Evi Sukmawati, membenarkan hal tersebut.(republika.co.id)

Dua dari delapan korban tewas minuman keras oplosan di Kota Bekasi, Jawa Barat, adalah sepasang kekasih. Keduanya adalah Anisa Adilah Fitri (21) dan Ardiansyah (22) warga Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan.

Anisa dan Ardiansyah berpesta minuman keras oplosan jenis ginseng di kediaman Bernik Adenan (22) di Kampung Utan, Kelurahan Jakasetia, Kecamatan Bekasi Selatan pada Minggu (1/4) malam lalu (merdeka.com)

TRIBUNJOGJA.COM- 31 warga dinyatakan meninggal dunia usai menenggak minuman keras oplosan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menerangkan, dari 31 itu, tujuh warga Bekasi dinyatakan meninggal dunia di tiga tempat kejadian perkara. Di Pondok Gede tiga warga meninggal dunia, yakni Ridwan (20), Arifin (25), dan Abi (28).(Tribunjogja.com)

Istilah miras akhir- kahir ini digemari oleh masyarakat berbagai kalangan, mereka mencari inisiatif dengan membuat oplosan.

Kini miras oplosan menjadi minuman yang digemari masyarakat, para pencandu miras oplosan  beranggapan dengan meminumnya maka mereka akan merasakan ketenangan bagaikan fly.

Mereka tak pernah berfikir apa hukum dari minuman keras, Rasulullah bersabda bahwa khamr diharamkan karena Zatnya. Dari sini jelas bahwa di harmakannya khamr atau miras itu bukan karena memabukannya tapi semata - mata karena zat yang terkandung di dalamnya.

Dalam hal ini negara memiliki peran penting dalam menjaga akal umat, namun dalam sistem yang sekarang di emban oleh hampir seluruh negara justru sebaliknya, negara seakan memfasilitasi para produsen, dan konsumen dengan dalih boleh mengkonsumsi jika di bawah kadar.

Hal ini sungguh bertolak belakang dengan sistem Islam, dimana dalam Islam negaralah yang menjalankan hukum sesuai syariat Islam, dari sini jelas bahwa negara akan memberantas peredaran khamr. Semua Pabrik- pabrik yang berada dala negara Islam dikendalikan oleh negara dan tak akan pernah ada yang namanya peredaran Khamr.[MO]

Posting Komentar