Oleh: Nasrudin Joha

Mediaoposisi.com- Partai setan tidak pernah berhenti, siang dan malam selalu bekerja untuk menyesatkan umat manusia. Partai setan berburu suara, suara jangkrik, suara burung, suara bekicot, suara kecebong, sampai suara yang berwujud kertas suara.

Partai setan mengumbar dongeng kesejahteraan, keadilan, kebaikan kehidupan. Mulutnya menyemburkan ujaran palsu, menipu dan penuh racun. Melalui podium partai, juru kampanye partai setan mengumbar kedaulatan rakyat.

Partai setan menyuarakan kedaulatan rakyat, menyuarakan berhukum pada kehendak rakyat, menyatakan bertindak untuk dan atas nama rakyat. Tetapi ada faktanya, hukum itu hukum kapital, kedaulatan itu kedaulatan kapital, kesejahteraan itu untuk kaum kapital, keadilan itu untuk kaum kapital, seluruh mimpi yang diumbar pada agitasi tipu-tipu demokrasi, nyatanya hanya untuk kepentingan kaum kapital.

Partai setan, setiap tahun mengukir dosa, setiap lima tahun menambah tambahan dosa. Partai setan mengumbar janji janji palsu, setelah janji pada lima tahun sebelumnya telah nyata dikhianati.

Karena itu, mendatangi mimbar partai setan sama saja menyerahkan leher dan urusan umat Islam pada kekuatan kapital. Mereka tidak akan pernah menepati janji, karena lisan mereka telah jauh dari pikiran dan benaknya.

Apa yang diujarkan mulut, tidak jauh berbeda dengan apa yang disemburkan dari lubang duburnya. Mereka terbiasa dengan dusta, ingkar dan khianat. Mereka telah sempurna, menegaskan diri sebagai kaum munafik, sebagaimana tanda-tanda kemunafikan yang dikabarkan oleh hadits Nabi SAW.

Mimbar partai setan, akan mengurung dan mencincang kaum muslimin untuk memasuki lobang biawak demokrasi. Mengikuti Yahudi dan Nasrani sehasta demi sehasta, sampai akhirnya tanpa sadar telah memasuki lubang biawak yang gelap dan dalam, tidak mungkin ada lagi jalan kebangkitan.

Mimbar partai setan itu harus dirobohkan, dijauhkan dari umat. Biarkan mimbar itu sepi pengunjung, biarkan ujaran palsu para pengusung ide setan itu hilang ditelan sepi dan keheningan.

Ajaklah umat untuk mendatangi mimbar-mimbar Allah, majelis majelis Rasulullah. Mimbar dan majelis yang memuliakan hukum Allah, meletakan kedaulatan ditangan Allah, memberi penghargaan dan penghormatan kepada syariat Allah.

Mimbar dakwah syariah dan Khilafah, yang akan mengembalikan imperium kekuasaan Islam, mengembalikan kemuliaan Islam, menjadikan kaum muslimin sebagai umat terbaik yang diciptakan Allah untuk memberi rahmat bagi semesta alam.

Mimbar Allah yang memuji nama Allah, mengagungkan kebesaran Allah, memperjuangkan syariat Allah agar wujud dalam realitas praktis, agar  dapat memberikan maslahat dan kebaikan. Mimbar yang akan mengantarkan umat Islam menuju tegaknya daulah Islam.

Mimbar, yang mengantarkan kaum muslimin melaksanakan akad Bai'at, membaiat seorang laki-laki, muslim, dewasa, berakal, merdeka, adil dan memiliki kemampuan untuk didengar dan ditaati, untuk menerapkan hukum Quran Sunnah.

Mimbar-mimbar yang akan mengembalikan perdebatan Saqifah Bani Saidah, mencari lelaki terbaik dari putra-putra terbaik Islam, menjadi Khalifah yang pertama dalam entitas daulah Khilafah yang kedua. Allahu Akbar ! [MO].

Posting Komentar