Oleh: Novita Sari Gunawan

 (Anggota Akademi Menulis Kreatif dan Aktif berkontribusi membina SDM muslimah)


Mediaoposisi.com- 'Selling My Virginity', begitulah deskripsi dari seorang wanita yang menjadi bagian dari daftar panjang penjaja syahwat di situs Cinderella Escorts (CE). Usia, tinggi badan, berat badan, warna rambut, ciri fisik lainnya dan juga hobi turut pula dicantumkan dalam lembar identitasnya. (www.cinderellaescorts.com)

Situs ini sudah masyhur di kalangan orang berduit yang ingin mendapatkan teman kencan berstatus 'perawan' lewat dunia maya. Jan Zakobielski, pemilik situs tersebut mengatakan Cinderella Escorts merupakan agensi penyalur wanita yang ingin menjual keperawanan kepada para pembeli terpercaya melalui sistem lelang.

Situs Cinderella Escorts bermarkas di Jerman. Beberapa waktu lalu dihebohkan berhasil melelang keperawanan seorang gadis Rumania dengan nilai fantastis, sekitar Rp 33 miliar.

Kemudian yang menjadi pertanyaan, siapa saja pelanggannya? Lalu, siapa saja perawan yang dilelangnya? Jan Zakobielski yang masih berusia 27 tahun dan telah menyandang gelar milioner dari bisnis lelang keperawanan itu, membuat pengakuan mengejutkan.

Dalam pernyataannya, ada banyak gadis Indonesia yang juga ikut mendaftar untuk bergabung di situs Cinderella Escorts. Pelanggannya pun ada pula dari kalangan pejabat atau politisi yang berasal dari Indonesia. Tidak sedikit perempuan Indonesia yang melamar ke Cinderella Escorts. Jumlahnya mencapai sekitar 350 orang dengan usia antara 18 sampai 23 tahun.
(Tribunnews.com)

Merebaknya kasus prostitusi bukanlah hal yang asing bagi masyarakat Indonesia. Salah satu profesi menggiurkan bagi kaum hawa yang ingin menggunakan 'jalan pintas' untuk meraup pundi-pundi yang berlimpah.

Kondisi ini semakin menggila, dimana keperawanan tak lagi dianggap mahkota yang tak ternilai harganya. Hingga dijadikan aset untuk menukarnya dengan harta.

Gaya hidup materialisme dan hedonisme budaya barat serta sudut pandang sekulerisme yang diadopsi oleh mereka lah biang keladinya. Orang-orang materialis, yakni mereka yang menjadikan materi sebagai orientasi hidupnya.

Nafasnya semata mata hanya untuk mencari kesenangan. Kekayaan merupakan satu-satunya tujuan atau nilai tertinggi. Bergelimang harta, berpesta pora, menjalani hidup sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas itulah nikmat kehidupan baginya.

Maka dari itu, berbagai cara ditempuh untuk merealisasikan cita-citanya. Tanpa peduli nilai moral yang berlaku di masyarakat, apalagi pasal halal dan haram bagi mereka yang menganut Islam sebagai agamanya.

Lagi-lagi, negara terbukti abai dalam menjaga kehormatan kaum hawa. Kebebasan berekspresi yang dipayungi oleh hak asasi manusia yang menjadi landasannya tak kuasa menuntaskan kasus prostitusi. Ditambah pandangan masyarakat sebagai kumpulan individu. Melegalkan tiap individu tersebut bebas dengan aturan yang berkaitan dengan jiwanya. Bagaimana ia berhak menentukan sikap bagi dirinya sendiri.

Islam sebagai agama yang juga merupakan sebuah ideologi, memiliki solusi untuk menyelesaikan kasus prostitusi. Setidaknya, ada lima jalur yang harus ditempuh untuk mengatasi maraknya prostitusi.

Pertama, penegakan hukum atau sanksi tegas kepada semua pelaku prostitusi. Semua yang terlibat didalamnya. Baik itu mucikari, penjajanya, maupun pemakai jasanya. Tidak tebang pilih pada sebagian dan menunda-nunda pada yang lain.

Kedua, penyediaan lapangan kerja yang maksimal. Alasan kemiskinan seringkali menggoda mereka terjun ke lembah prostitusi. Ini bisa diredam apabila negara memberikan jaminan kebutuhan hidup setiap anggota masyarakat. Termasuk penyediaan lapangan pekerjaan, terutama bagi kaum laki-laki. Karena perempuan semestinya tidak menjadi pencari nafkah utama bagi keluarganya.

Ketiga, sistem pendidikan yang mempunyai visi untuk mencetak generasi handal yang bertakwa. Pendidikan bermutu dan bebas biaya didalam Islam akan memberikan bekal kepandaian dan keahlian pada setiap orang agar mampu bekerja dan berkarya dengan cara yang baik dan halal. Pendidikan juga akan menanamkan sudut pandang benar dan salah, boleh atau tidak dalam mengambil keputusan.

Keempat, adanya kontrol sosial. Aturan Islam akan membentuk masyarakat yang  peka dan tidak toleran dengan kemaksiatan di lingkungan sosialnya. Sehingga satu sama lain tidak saling acuh dan menganggap tak berhak mengusik pribadi lain dalam berperilaku.

Kelima, kebijakan politik yang berkorelasi melucutkan kasus prostitusi hingga ke akarnya. Disusunnya undang-undang yang tegas mengatur keharaman bisnis apapun yang terkait pelacuran, dan Islam memiliki aturan tersebut.

Bisnis tidak boleh berjalan berdasar hukum permintaan dan penawaran serta untung dan rugi. Negara harus menutup semua lokalisasi, menghapus situs prostitusi online dan melarang semua produksi yang memicu seks bebas seperti pornografi lewat berbagai media.

Solusi yang lahir dari rahim ideologi Islam lah yang terbukti tuntas menanggulangi kasus prostitusi. Maka, sudah saatnya kita mencampakkan ideologi kapitalisme sekulerisme yang selama ini memelihara keberlangsungan maraknya persoalan ini. Hanya Islam yang mampu menjaga kehormatan wanita. Aturan dari Allah SWT Sang pencipta alam semesta dan isinya lah yang tentunya sesuai dengan fitrah manusia.

Mari bersama-sama mendukung perjuangan agar Islam dapat diterapkan menjadi sistem kehidupan dalam bernegara. Yang akan melahirkan kesejahteraan, meningkatkan martabat dan kehormatan bagi seluruh rakyat tanpa terkecuali.[MO/br]

Posting Komentar