Oleh : John Suteki

Mediaoposisi.com- Memang bagi yg telah tersihir dengan permainan kata-kata filsafat, seolah semuanya benar. Cobalah diperiksa apa muatan al Quran itu.
Kitab Suci, Al Quran memiliki muatan sbb:

(1) Ada Sejarah yg berisi realita yg telah terjadi. Cerita nabi-nabi dahulu sebelum Muhammad, kaum-kaum terdahulu: Adam, Sulaiman, Ibrahim, Musa, Firaun, Isa dan lainnya semua  itu adalah REALITA yg jejak historisnya dpt dilacak. Berarti bukan fiksi. SEJARAH MASA LALU.

(2) Al Quran juga berisi detail tentang syariat hidup manusia yg beriman, apa yg mesti dilakukan KINI oleh seorang yang beriman dan juga muslim. Perihal bagaimana manusia beriman melakukan Ibadah dan juga muamalah (berinteraksi dgn orang lain) diatur dalam kitab suci ini. SYARIAH MASA KINI.

(3) Nah, di sisi yg lain, Al Quran memang mengandung fiksi, yakni prediksi berupa deskripsi kondisi yang bakal terjadi di masa depan (ARAH). Cuma di sini bedanya ini bukan CERITA manusia, melainkan Pembuat CERITA sendiri yg menyatakan, yakni Alloh. Dari Kitab suci pula kita bisa mengetahui cerita-cerita yg akan terjadi di masa depan.

 Mati, alam kubur, kiamat dunia, padang mahsyar, hari hisab, neraka, syurga semuanya fiksi bila kita dilihat manusia sekarang. Semua itu masih GHAIB. Nah, di sinilah pentingnya keyakinan manusia yg beriman untuk yakin adanya ARAH MASA DEPAN.

Prinsip sikap yang harus dibangun sebagai manusia berakal dan beriman kepada Tuhan adalah agar tidak tersesat penggunaan FILSAFAT:

1. Terhadap INFRA HUMAN cukuplah kita KNOWING.
2. Terhadap HUMAN kita harusnya UNDERSTANDING.
3. Terhadap SUPRA HUMAN wajib BELIEVING.

Kitab suci itu bukan saja bicara FIKSI tetapi juga REALITA. Al-Quran mengandung: SEJARAH, SYARIAH, ARAH.[MO]

Posting Komentar