Oleh: Kusmini 
Pemerhati Masalah Perempuan

Mediaoposisi.com- Tak bisa di bayangkan kemana arah tujuan hidup para Penjaja Sex Komersil (PSK),  mereka mengatas namakan pemenuhan kebutuhan hidup untuk melakukan hal yang diharamkan. Ketika pendapatan yang di diperoleh menjadi sangat mudah  tanpa harus berpeluh keringat, hanya dengan bermodal penampilan fisik. 

Bukan hanya berstatus janda atau ibu rumah tangga,  bahkan  gadis belia pun yang seharusnya masih memiliki cita - cita yang luhur bahkan rela melelang keperawananya demi lembaran rupiah yang sangat fantastis jumlahnya.

Mereka hanya berfikir bagaimana caranya bisa hidup enak, semua bisa di beli, dan di dimiliki tanpa harus bersusah payah. 

Situs cinderella escorts merupakan sarana prostitusi legal.  Situs yang berasal dari Jerman ini meyediakan pelelangan keperawanan dimana para gadis berusia dari 18 sampai dengan 23 tahun menawarkan dengan harga yang sangat tinggi.

Tak hanya dari negara asalnya,  dari berbagai negara lainpun banyak yang  mendaftar,  bahkan dari Indonesia  ratusan gadis mengantri. Dengan pengelolaan yang sangat profesional, tentu pengguna situs ini pun bukan orang sembarang karena mereka harus merogoh kocek yang sangat dalam.Saking profesionalnya mereka menggunakan kontrak kesepakatan,  wow ...  prostitusi yang bersifat harampun terlihat legal (m.tribunnews.com,31/3/18).


Tidak hanya di jerman, di Indonesia negara yang tidak melegalkan prostitusi ternyata masih  banyak prakteknya. Di Surabaya Anak SMP Yang seharusnya duduk manis belajar di sekolah terciduk di sebuah hotel sedang melayani lelaki hidung belang, bahkan sampai 2 lelaki (threesome).Mereka seharusnya masih merancang asa menjadi generasi penerus bangsa yang bermanfaat (m.merdeka.com 27/3/18).

Penyebab prostitusi ini pada umumnya adalah motif ekonomi,  disamping rendahnya tingkat pendidikan dan lemahnya pengawasan keluarga. Pengguaan gadget yang berlebihan bisa mengakibatkan anak anak terpapar pornografi, hal ini  bisa menjadi pencetus semakin suburnya praktek prostitusi di bawah umur.

Kesehatan reproduksipun bukan prioritas, padahal prostitusi merupakan media efektif penularan HIV/AIDS, juga bisa terjangkit kanker servic karena seringnya berganti - ganti pasangan. Tidak bisa dibayangkan jika anak dibawah umur sebagai pelaku prostitusi ini. 

Orientasi materi sangat melekat kuat, berfikir singkat mencari jalan keluar untuk mendapatkan semua hal yang diinginkan dengan menjual kehormatan. Padahal, mereka tanggungan orang tua yang seharusnya masih mengenyam asiknya dunia pendidikan.

Lemahnya pengawasan orang tua mengakibatkan rendahnya moral dan akhlak.  Sedari kecil anak - anak di cekoki gaya hidup hedonis dan liberalis, orang tua tidak menyadari itu,  karena mereka pun terjerumus dalam sibuknya hiruk pikuk duniawi. 

Menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah buah dari sistem sekularisme dan materialisme. Hal itu marak terjadi pada masa sekarang ini.

Pergeseran nilai islam dikarenakan tidak adanya aturan yang baku. Negara abai dalam melindungi kehormatan perempuan dan kesejahteraanya,  malah memfasilitasi dengan adanya lokalisasi dengan dalih agak tidak menyebar ke mana mana.  Mereka aman karena ada penyuluhan dari dinas sosial dan pemeriksaan berkala dari Dinas Kesehatan 

Bagaimanapun bagusnya pengelolaan lokalisasi tetap prostitusi merupakan penyakit masyarakat yang tidak mendatangkan hal yang positif,  karena jika tujuannya materi (uang).

 Jangankan melakukanya mendekatinya pun kita dilarang. "Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk."(QS. Al-Isra' 17: Ayat 32)
Hukum yang dibuat oleh manusia belum ada yang mampu memberikan efek jera.  sehingga bukanya musnah malah semakin kreatif dan tumbuh subur praktek prostitusi ini.

"Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari Kemudian; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman."(QS. An-Nur 24: Ayat 2)

Kembali kepada aturan Islam yang kaffah akan menyelesaikan masalah asusila ini. Dalam islam semua aturan jelas, efek jera sangat nyata,  hal hal yang diharamkan oleh Allah SWT dijauhi. 

Sistem Islam yang kaffah melindungi warganya dari hal kemudharatan,  semua lini kehidupan diatur selaras. Pendidikan anak2 terpenuhi, fungsi pengawasan orang tua berjalan sempurna , kesehajteraan terasa dan keamanan pun terjaga. 

Tidak ada rasa was was, anak anak sebagai generasi penerus bangsa,  tenang belajar menjadi penerus tegaknya syariat Islam di bumi Allah SWT.[MO/br]

Posting Komentar