Kapal Perang

Mediaoposisi.com-“Control Oil control country” pernyataan yang sangat dalam dari seorang henry kisingger karena itu diartikan penantang hagemoni amerika bagi yang tidak taat pada mereka. Suriah, Libya, irak, afganistan semua luluh lantak bukan atas nama demokrasi, tetapi semua atas nama hegemoni kendali minyak.

Lalu ada satu pernyataan lagi sebungan dnegan Kentucky dan Okinawa. Control gold you control the world.

Gold adalah underlying percetakan uang adalah sebuah kaharusan. Namun dunia saat ini di kendalikan oleh dolar tanpa underlying emas sebagai jaminan.

Beberapa tahun lalu sejah tahun 70an Amerika melepas diri dari emas lalu kejadian subprime mortgage di tahun 2008 membayangi dolar. Bahwa tanpa “underlaying” currency dolar ringkih. Peristiwa 2008 krisis keuangan karena permainan yang tidak berbasis jaminan tersebut amerika rugi 19 triliun dolar atau sama dengan 10 perang yang amaerika biayain dalam 30 tahun terakhir!!!!!

Biaya amerika sebagai Negara pendominasi besar sekali, biaya perang dan biaya kerugian bermain keuangan tanpa dasar underlying nya yang ini akan di buatkan strateginya oleh Kentucky.

Kita lompat sebentar tentang “wolrd domination”. Sebagai mana kita ketahui ada 5 cara untuk mendominasi dunia ,  dan sebagian besar masih dominasinya di kendalikan amerika. 5 hal itu adalah :  Currency domination, trade  domination, finance domintion, military domination dan technology &information domination.

Dari 5 hal Tersebut, China Mengambil Satu Yaitu Trade Domination. 

Kita bicara tentang currency domination. Semua masih ingat 1997/98 itu adalah “serangan economic hitman” kepada pemerintahan Suharto.  Menyerang rupiah dari 2.700 ke 15.000 dalam waktu 6 bulan, Indonesia rontok. Krisis moneter lalu krisis pemerintahan.



Inilah hal yang dilakukan di Kentucky. Amerika sedang melakukan simulasi. Simulasi mengatisipasi supaya dolar tidak menjadi seperti subprime mortgage. Nama simulasinya currency warfare simulation.

Anda akan tegang bagaimana simalasi yang mereka lakukan. Semua dengan perhitungan matematik yang sangat rinci, detail njlimet.

Mereka melakukan yang namanya “dollar reset value”.

Sekali lagi, dolar di cetak dan beredar 70% uang kartal dolar tersebut beredar di luar “homeland” amerika. Saat ini dollar di cetak dengan underlying apa? karena kalau berdasar deposito emas yang mereka miliki, maka nilai dolar yang di catak sudah kelebihan 40 kali pada saat ini. jadi dolar adalah currency over value.

Jadi “dollar reset value” adalah suatu hal yang pasti di lakukan. Simulasinya banyak ragam dimana ketika saya hadir yang mereka simlasikan adalah, mereka menerbitkan dollar baru. Dolar jenis baru. Dan dolar lama nilainya hanya 50%.

Teorinya, dollar lama tidak terlalu jauh “over value nya” hanya 20 kali dan bisa dengan cepat di naikan dengan gold depositorynya di tingkatkan cadangannya.

Jadi kalau kita Indonesia memiliki cadangan devisa 120 bilion dolar. “in one night” nilainya tinggal 60 bilion dolar.

Menariknya, ketika di hajar ( di cut) dengan 50% nilai dolar baru. China, tidak rubuh. Cadangan devisa mereka walau ada dolar namun gold china kuat.

Dunia akan kacau selama 9 bulan samapai keseimbangan ekonomi baru tercipta. Ada beberap wilayah dunia yang akan tumpah darah berperang. Namun bisa di ukur.

Simulasi kedua dolar baru di ciptakan dengan nilai dolar lama adalah NOL.  Amerika nilai dolarnya sama dengan nilai cadangan emas amerika. Efeknya dunia akan perang selama 5 tahun. Kekacauan sistemik dimana-mana. China collapse\ atau bahasa lemhanasnya fail state.

Simulasi berikutnya yaitu dollar di cut 80% alias tinggal 20%. Ternyata china lumpuh (Negara paria).


Menariknya, Indonesia di level turun 20% sudah paria, di level 30-40% lumpuh, di 50% fail state. Jangankan 80% di tebas. Di 20 saja sudah ganti pemerintahan dan jadi Negara paria.

Jangankan di terbitkan dolar nilai baru. Dengan dolar lama, di bawa ke harga 16.000 sudah rubuh pemerintahan Indonesia.  Sekedar mengingatkan, yang rubuh pemerintahnya bukan negaranya loh ya. Itulah salah satu di antara banyak informasi di Kentucky.

Saya merenung hebat. Ratusan gambaran sekelat kelat melintas di pikiran. Semuanya gambaran prasangka buruk.

Kepala saya terbayang galian tambang dalam sejauh minus 4000meter kebawah tanah di pedalaman papua di tambang Grasberg. Saya terbayang Freeport.

Salah satu simulasi lain lagi adalah, karena cadangan emas tidak bisa bertambah, nilai emas di naikkan 40 kali atau minimum naik 20 kali dari nilai sekarang agar underlying jaminan gold depository bisa menjadi “batas aman”.

ini semua kita tahu bahwa dollar sudah melepas ikatanya dengan emas. Dolar kalau mau cetak ya cetak saja. Tetapi amerika tahu, dolar tidak punya “ground”.



Amerika saat ini mendapatkan tantangan dalam “currency domination”. Inilah yang rusia akan lakukan terhadap amerika dalam strategi “COLDER WAR”. Serangan terhadap dolar. Penguasaan amerika dalam PETROL dan dolar yang di sebut juga petrodollar di ancam rusia. Bukan dengan rubelnya tetapi dengan cadangan minyak nya. Rusia punya cadangan minyak dan gas  yang besar yang belum di jamah.

Amerika menjadi terjepit. Maka cara terbaik pertama, bukan dolar rest value tetapi naikan cadangan emas amerika. US bullion depository di kentucky dan di Okinawa harus naik.

Eitt sebentar. Okinawa  bullion depositiry itu bukan-nya materialnya dari copper concentrate Freeport ya? Cadangan Grasberg 75 tahun kedepan masih 10.000 ton ya. Wah kayaknya penting ya Freeport ini?

Kayaknya ada perebutan “kedaulatan” di satu titik ini. kalau negosiasi berlarut larut berarti banyak “poision pill” nya di papua itu ya ?. Kira-kira apa yang akan terjadi selanjutnya  ? #Peace [MO/br]

Posting Komentar