Surabaya| Mediaoposisi.com- Dalam Konferensi Pers yang diadakan oleh Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia Jawa Timur di Surabaya, Nur Rahmad selaku ketua KSHUMI Jawa timur menjelaskan bila proses hukum Sukmawati dapat gugur bila Sukmawati menjadi gila.

"Permintaan maaf Sukmawati tidak menggugurkan proses pidana karena ini pidana formil dan syarat pembatalan adalah KUHP pasal 44. salah satunya karena gila" tegas Rahmad.

Oleh karena itu KSHUMI mendesak kepada pihak berwajib untuk menyegerakan proses hukum terhadap Sukmawati.

"KSHUMI selaku lembaga yang konsen terhadap penegakan hukum, untuk itu kami meminta penegak hukum mejalankan hukum sebagaimana mestinya" pungkasnya.

Sukmawati sendiri telah dipolisikan karena puisinya dinilai menistakan agama Islam. Tak hanya itu, Jumat (6/4) telah berlangsung aksi di berbagai daerah di Indonesia untuk menuntut Sukmawati diadili.[MO]

Posting Komentar