Oleh : Noor Azizah

Mediaoposisi.com-Perbicangan di masyarakat akhir akhir ini semakin menarik saja. Bukan karena  siapa tapi apa  yang diperbicangkan. Seperti yang terbaru tentang partai Allah versus partai islam. Menjelang pesta demokrasi lima tahunan, ini menjadi hal sensitif terutama bagi mereka yang akan bertarung.

Ketika menyebut nama partai ,kita akan langsung teringat dengan warna serta simbol. Bahkan ada yang sampai teringat kasusnya. Ya, otak kita akan cepat merespon ,merah ,kuning, hijau ,biru . Yang  terbaru mungkin ada merah muda hijau muda dan lain sebagainya. Semua ingin mendapat tempat di hati umat.

Namun kita harus sadar bahwa warna yang indah tak selalu membawa kekndahan jika tak mau diatur oleh yang memberi keindahan. Merah memang indah namun sering membuat marah.

Kuning juga indah tapi akhir akhir ini bikin merinding. Bahkan yang hijau yang seharusnya meneduhkan malah sering bikin gaduh. Dengan mantap aku tetap pada pilihan semula partai Allah.

Partai Politik Islam adalah Partai Allah

Pengertian partai politik  merupakan definisi yang masih umum. Adapun definisi partai politik Islam, secara bahasa: Hizb[un] adalah, Hizbullah, athba’uhu (pengikutnya), fariq (kelompok), millah, dan rohth (kumpulan orang). (Imam Jalalayn dan al-Qurthubiy).

Sementara dalam al-Muhith disebutkan: “Sesungguhnya partai adalah sekelompok orang. Partai adalah seorang dengan pengikut dan pendukungnya yang mempunyai satu pandangan dan satu nilai”.

Adapun terkait makna politik (Siyasah) disebutkan dalam kamus al-Muhith bahwa as-Siyasah (politik) berasal dari kata: Sasa-Yasusu-Siyasatan bima’na ra’iyatan (pengurusan).

Dalam Lisan al-Arab juga disebutkan as-Siyasah adalah, al-qiyamu ‘ala bima yashluhuhu (politik adalah melakukan sesuatu yang bisa memberikan mashlahat padanya). Dengan demikian politik adalah: mengurusi urusan ummat dengan aturan tertentu. Kata politik (Siyasah) juga telah dinyatakan oleh Rasulullah saw. sebagai berikut:

Berdasarkan makna Hizbun dan Siyasah tadi, maka partai politik adalah: suatu kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, cita-cita dan tujuan yang sama dalam rangka mengurusi urusan rakyat.

Atau merupakan kelompok yang berdiri diatas sebuah landasan ideologi (Islam) yang diyakini oleh anggota-anggotanya, yang ingin mewujudkannya di tengah masyarakat.

Kebangkitan umat mutlak membutuhkan sebuah partai politik Islam  yang benar-benar mampu mengantarkan umat meraih kemuliaannya.

Adanya partai politik Islam yang sahih merupakan jaminan bagi tegaknya aturan Allah di muka bumi. Inilah sejatinya yang dinamakan Partai Allah.
Memiliki pemikiran dan metode yang benar dalam setiap aktifitasnya. Semua dalam rangka menyeru kepada kebaikan ( Islam).


Meneladani Politik Rosulullah SAW

Partai Allah senantiasa mencontoh cara cara yang dilakukan  Rosulullah SAW. Ada beberapa cara yang dilakukan :

1. Membina umat dengan aqidah yang benar
2. Mengajak umat untuk bersama sama memahami dan menjalani hidup sesuai dengan aturan Allah SWT.
3. Mengajak umat untuk menjadikan Islam sebagai satu satunya aturan dalam berbangsa dan bernegara.

Semua dilakukan dengan jalan pemikiran, tanpa kekerasan tanpa pencitraan untuk meraih simpati

Partai Allah wajib Adanya

partai politik Islam menjadi sebuah kebutuhan di tengah kemunduran ummat,  dan hanya  bisa dilakukan oleh partai yang berideologi Islam, mengambil dan menetapkan ide-ide, hukum-hukum dan pemecahan problematika dari syariah Islam, serta metode operasionalnya mencontoh metode (thariqah) Rasulullah saw.

karena Tujuan partai Islam ini, tentu bukan untuk meraih suara dalam Pemilu atau berjuang meraih kepentingan sesaat, melainkan partai yang berjuang untuk merubah sistem sekular menjadi sistem yang diatur oleh syariah Islam.

Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali ‘Imran [3]: 104)

Partai Allah Sebuah Jalan Perubahan

Ditengah arus perubahan yang cepat, partai Islam yang sejatinya adalah partai Allah lambat laut akan menjadi tumpuan harapan umat. Sikap konsisten mutlak diperlukan walau godaan datang dari setiap penjuru.

Melalui pendekatan intensif dan massif  mereka semua sepakat dengan ide islam (syariah) dan mendukung perjuangan partai. Sejatinya aktifitas ini tidak akan terbendung. insyaAllah umat dan pemilik kekuatan akan secara alami -dengan kesadarannya- untuk mengganti sistem yang ada, seperti yang telah terjadi pada masa Rasulullah saw. ketika opini umum tentang Syariat Islam  menggema di seantero Madinah, walau pendiduduk Madinah kala itu belum bertemu Rasul.

Hal ini yang semestinya menjadi, renungan bagi Partai-partai yang berbasis Islam sehingga layak menyandang sebutan sebagai partai Allah. [MO/br]

Posting Komentar