Revolusi| Mediaoposisi.com- Umar bin Khaththab adalah shahabat Rasul yang sangat terkenal kegigihannya dalam menjaga dan mendakwahkan Islam. Bahkan Rasul pernah berdoa, “Ya Allah, muliakanlah agama Islam ini dengan Umar bin Khaththab.” (HR. al-Hakim dari Ibnu Abbas). 

Perjalanan hidupnya adalah teladan bagi kita. Kepemimpinannya adalah sesuatu yang diimpikan khalayak. Tidak terkecuali pemimpin bumi pertiwi ini. Ada yang bersikeras menyamakan gaya kepemimpinan Jokowi dengan Umar bin Khaththab. Benarkah demikian?

Untuk menyamakan sifat atau karakteristik seseorang diperlukan pandangan yang mendalam. Tidak sebatas ucapan tanpa dalil dan bukti yang nyata. Bukan sekedar pencitraan yang dilakukan melalui blusukan sehingga dikatakan merakyat. Padahal disisi lain, kebijakan yang diterapkan malah membebani rakyat, tidak berpihak pada rakyat. 

Baca Juga : Simak, Ini Karakter Khalifah Umar !

Apalagi disamakan dengan sosok Umar bin Khaththab. Sifat dan sejarah kepemimpinannya yang amanah, adil, dan tegas dalam kemaslahatan umat sudah tidak diragukan lagi kebenarannya. Maka, sudah sepatutnya kita melihat lebih dalam sosok Umar bin Khaththab. Beliau begitu disegani dan dihormati sehingga pada dirinya memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan. Diantara keutamaan Umar bin Khaththab yaitu :

Penduduk Surga yang Berjalan di Muka Bumi
Ketika Umar bin Khaththab masih hidup di dunia bersama Rasulullah dan para shahabat, Allah telah membangun Istana di surga untuknya.

Imam al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Ketika tidur, aku bermimpi berada di dalam surga. Tiba-tiba ada seseorang mengambil wudhu di samping sebuah istana. Aku bertanya: “Siapa pemilik istana ini?”, Mereka menjawab: “Ini milik Umar.” Lalu aku ingat rasa cemburumu, Umar, jadi aku berbalik.” Umar menangis mendengarnya. Ia berkata, “Mana mungkin aku merasa cemburu kepada engkau, wahai Rasulullah.”

Disambut oleh Allah di Surga
Ibnu Majah dan al-Hakim meriwayatkan dari Ubay ibn Ka’ab, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Orang yang pertama kali dijabat tangannya oleh Sang Maha Haq adalah Umar, orang yang pertama kali diberi salam adalah Umar, orang yang pertama kali dibimbing tangannya adalah Umar kemudian dimasukkan ke dalam surga.”

Baca Juga : Mengenal Penguasa Ruwaibidhoh dan Penguasa Antek

Lentera Penduduk Surga
Imam al-Bazzar meriwayatkan dari Abdullah ibn Umar, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Umar adalah lentera penduduk surga.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari hadits Abu Hurairah dan ash-Sha’b ibn Jutstsamah.

Shahabat yang Diberi Salam oleh Jibril
Imam ath-Thabrani dalam kitabnya, Al-Ausath, meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Jibril mendatangiku dan berkata: ‘Sampaikanlah salam kepadanya. Beritahukan kepadanya bahwa kemarahannya adalah kekuatan, dan kerelaannya adalah hukum’.”

Dihormati Malaikat, Ditakuti Setan
Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Tidak ada malaikat di langit yang tidak menghormati Umar dan tidak ada setan di atas bumi, kecuali ia takut kepada Umar.”

Baca Juga : Jokowi, Khalifah Umar dan Janji Kampanye

Al-Faruq
Umar digelari Al-Faruq yang artinya pembeda. Beliau mampu membedakan antara yang haq dan bathil, antara kafir dan iman.

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dari Abdullah ibn Umar bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya, Allah menjadikan kebenaran di lidah dan hati Umar.” 

Demikianlah keutaman Umar bin Khaththab. Shahabat sekaligus pemimpin yang patut diteladani sifat dan sikapnya. Mampu menjadi sosok yang dirindukan surga. Sosok yang dihormati para malaikat. 

Baca Juga : Haram Memilih Jokowi

Sosok yang ditakuti setan. Bahkan sosok yang mampu menjadi pembeda antara yang haq dan bathil, antara kekufuran dan keimanan. Lantas, layakkah menyamakan pemimpin saat ini dengan Umar bin Khaththab? [MO/mm]

Posting Komentar