ilustrasi

Oleh : Rasmawati Asri

Mediaoposisi.com- Saat ini, hampir seluruh dunia, termasuk Indonesia mengadopsi sistem kapitalisme. Adapun kapitalisme menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah sistem dan faham ekonomi (perekonomian) yang modalnya bersumber pada modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dalam pasaran bebas.

Kapital yang artinya modal. Semua bergantung pada modal, kalo modalnya besar dia yang menang, begitu pula sebaliknya.

Dapat dikatakan bahwa kapitalisme merupakan Sistem yang menjadikan materi sebagai asas segala sesuatu. Keuntungan merupakan hal pokok yang harus didapatkan bila ingin melakukan sesuatu. Sebaliknya, kalau tidak menghasilkan sesuatu(materi), akan ditinggalkan walau mendapatkan nilai pahala bila dilakukan secara ikhlas.

Secara nyata, kapitalisme menjadikan rakyat negeri ini termasuk penguasa bermental maling. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Prabowo Saat berkunjung ke Jawa Barat, Jumat 30 Maret 2018, ia mengatakan ucapan kontroversilainnya.

Ia menilai bahwa maraknya kecelakaan infrastruktur yang kerap terjadi diakibatkan oleh banyaknya uang rakyat yang dicuri oleh negara(news.okezone.com 01/04/2018).

Beliau juga mengatakan bahwa Indonesia akan bubar pada tahun 2030. Wajar bapak Prabowo mengatakan seperti itu, mengingat banyaknya bukti yang mengarah pada kehancuran negeri ini.

Terjadinya kecelakaan pada insfrastruktur ini diakibatkan oleh banyaknya uang rakyat yang dicuri oleh negara, orang-orang bermental maling makin banyak.

Ketika sistem yang diterapkannya salah, maka akan banyak terlahirkan orang-orang yang salah dari sistem yang salah.

Di hadapan para simpatisan Partai Gerindra, Prabowo mengatakan bahwa kekayaan Indonesia banyak dikuasai oleh asing. Bahkan, Indonesia yang memiliki kekayaan alam yang berlimpah ruah, seperti tembaga, nikel, batubara pun hanya memiliki gaji dengan rata-rata 15 kali dibawah gaji Singapura.(news.okezone.com 01/04/2018)

Indonesia dengan kekayaan yang berlimpah ruah, masa memiliki gaji dibawah rata-rata 15 kali gaji Singapura yang wilayahnya saja tidak seluas dan kaya Indonesia.

Ini sungguh mengherankan, kemana itu semua? Kemana sumberdaya Indonesia? Kemana hasil pengelolaannya?

Asing dan Aseng yang merasakan itu semua, yang meraup semua kekayaan Indonesia, sehingga orang pribumi tidak dapat merasakan sedikitpun.

Ketika para pejabat yang bertuan pada tuannya yang bermodal tinggi dan hanya materi semata bahkan sampai mesengsarakan rakyat dilakukan demi keuntungan pribadi.

Sungguh miris, negeri yang mayoritas muslim tapi perlakuan tidak sesuai dengan Islam. Korupsi terus-menerus dilakukan, tanpa ada hukum yang menghentikan dan menghukumnya secara tegas.

Ini akibatnya ketika agama dipisahkan dari kehidupan, dan hukum Allah dicampakkan, kerusakan-kerusakan terus terjadi tiada henti dan sudah tidak ada lagi ketakutan pada setiap individu atas keberadaan Allah, serta tercatatnya setiap amal perbuatan yang ditulis oleh malaikat. Yang suatu saat akan dipertanggungjawabkan atas semua perbuatan manusia dihadapan Allah.

Sudah saatnya kita mengganti sistem yang kufur dengan sistem yang berasal dari sang pencipta yaitu Allah swt. Sistem dimana akan mensejahterakan rakyat dan melindungi setiap alam yang ada dalam negeri. Akan diatur baik bila kita menerapkan sistem Islam secara kaffah.[MO/br]

Posting Komentar