Oleh: Maya Kecil
(Penulis & Co. Akademi Menulis Kreatif Regional Bima dan Sekitarnya)

Mediaoposisi.com- Watch out! Tulisan ini akan membuat anda …. Jika berlanjut apa yang anda rasakan, apapun itu, setelah membaca ini maka hubungi ustadz, ustadzah, pak kyai, bu nyai terdekat.

Tulisan ini tentang komunikasi rahasia antara kaki tangan kapitalis yang sedang mempengaruhi seorang anak manusia dari kalangan muslim. Tulisan ini direkam oleh jari-jari tangan seorang anak manusia yang lain yang terobsesi jadi penulis tapi pajak penulis sangatlah melangit.

Tulisan ini seharusnya rahasia jadi pesannya si kaki tangan kapitalis, jangan sampai tulisan ini tersebar karena kalau tidak rakyat akan semakin melek dan itu akan mengancam pekerjaan dan jabatannya dan bosnya.

Jika tulisan ini tersebar, obsesi si pemilik jari ini juga nanti akan dengan mudah terwujud bahkan pekerjaannya dan hasil kerjanya akan bebas pajak secara pasti malah dapat emas berkilo-kilo sesuai berat buku hasil karyanya.

Si Kaki Tangan : (dengan suara setengah berbisik tapi penuh intonasi) Jika ada yang mengajak, menyeru dan mendakwahimu untuk menegakkan Khilafah yang akan menerapkan Islam secara sempurna dan menyeluruh, JANGAN MAU!. Ya, jangan mau. Apalagi jika semakin banyak orang lain lagi yang akan memperjuangkan dan berdakwah untuk menegakkannya. Jika semakin banyak, maka Khilafah yang jadi kabar gembira dari seorang Nabi yang bernama Muhammad itu akan tegak dan itu gawat!

Si Anak Manusia : (Dahi berkerut) Kenapa? Bukannya hashtag tulisan ini #SyariahKhilafah?

Si Kaki Tangan : Ah, kau ini sangat polos. Ya pasti karena kalau Khilafah tegak maka:

Kehidupan manusia akan sejahtera. Kalian tidak akan menemukan kemiskinan yang melarat jika khilafah itu tegak. Kalian pasti akan diurusi oleh Negara. Pokoknya, kepala Negara Khilafah ini tidak akan bisa tidur jika belum bisa memastikan rakyatnya makan semua.


Kalau dia mendengar ada rakyatnya yang belum makan, dia sendiri yang akan mengangkat bahan makanan dan mengantarnya ke rumah warganya yang kelaparan. Baginya, tidurnya diakhiratnya nanti harus nyaman jadi dia korbankan waktu tidurnya di dunia karena dia tahu Tuhannya Maha Melihat apa yang dia lakukan.

Perempuan akan mulia. Jangan tegakkan khilafah. Kalau khilafah tegak, maka perempuan akan cerdas dan pintar semua. Mereka akan bisa belajar dan bersekolah sepuas-puasnya dan setinggi-tingginya. Mereka tidak akan bisa ditipu oleh slogan pemberdayaan wanita dan perempuan lagi.

Mereka tidak akan ngiler lagi dengan program dan kampanye kebebasan dan kesetaraan gender kaum feminis. Mereka akan bangga dengan identitas mereka sebagai perempuan yang punya banyak peran: hamba Tuhannya, anak shalihah, istri shalihah, ibu yang mendidik anak-anaknya dengan baik, manajer rumah tangga professional dengan jam kerja tak terbatas, bagian dari masyarakat dalam mendakwahkan ajaran agama Islam yang sebenarnya sangat mulia tapi saat ini mereka masih tidak melihat dan mau melihat kemuliaan dari Islam itu.

Dan pastinya itu karena kampanye yang kami lakukan juga adalah bagaimana caranya membuat aturan agama islam itu terlihat kuno dan tidak modern. Padahal dalam Islam itu, Perempuan tidak akan ada yang dilecehkan karena kehormatan mereka terjaga dan mereka benar-benar menjaganya.

Tidak akan ada perempuan yang menjadi TKW! Apalagi menjadi korban kekerasan dan penipuan di Negara asing jelas bakal nihil.  Karena peran mereka bangga dengan peran yang mereka miliki dan kehidupan mereka telah sejahtera karena diurus, diperhatikan dan dijaga sedemikian rupa oleh Negara Khilafah sehingga mereka tidak tertarik dan tidak akan melirik pekerjaan sebagai TKW.

Bahkan, orang asinglah yang akan bekerja, mencari kehidupan dan mata pencaharian di Negara khilafah. Kepala Negara Khilafah akan memastikan, setiap wanita menjalankan peran mereka dengan baik dan optimal. Jika ada yang ingin bekerja, tidak perlu jauh-jauh apalagi sampai ada yang menjadi terhina di negara asing. Bekerja bagi perempuan itu boleh dan pekerjaan yang tetap menjaga kemuliaan dan kehormatan perempuan tersedia cukup banyak dalam Negara khilafah. 

Lebih parahnya lagi, jika mereka tidak bekerja sekalipun, akan tetap ada pihak yang akan memberikan nafkah materi itu kepada mereka. Ini kan keterlaluan! Keterlaluan sekali karena para Kapitalis seperti bosku yang mengambil keuntungan dari perempuan yang menjadi TKW akan gulung tikar!

Tidak akan ada lagi anak-anak yang ditinggal oleh ibunya karena bekerja ke luar negeri. anak-anak itu tidak akan stress lagi. Mereka akan punya tempat pulang dan para pedofil peliharaan system yang dimiliki bosku akan punah sepunah-punahnya. Arghhhh!


Kaum laki-laki akan memiliki skill dan pekerjaan yang memadai. Dalam Negara Khilafah tidak ada istilahnya laki-laki yang menganggur apapun alasannya selama fisiknya masih kuat, baik muslim ataupun non muslim. Alasan tidak memiliki pendidikan? Pendidikan sudah digratiskan dan mereka semua akan dipaksa untuk bersekolah sesuai minat mereka.

Tidak punya keterampilan atau keahlian? Negara yang bernama Khilafah itu akan memberikan pelatihan supaya rakyatnya yang laki-laki itu punya keahlian untuk pekerja. Tidak ada lapangan pekerjaan? Ini alasan yang paling aneh, karena Khilafah telah menyediakan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.


Negara khilafah itu pokoknya horror. Kepala Negara dan aparaturnya akan bekerja mati-matian untuk mengurusi rakyatnya sebagai bentuk pelayanan mereka terhadap rakyat. Karena baginya, Khalifah itu adalah pelayan yang harus melayani rakyat dan bertanggunjawab atas apa rakyatnya. Gila! Mana ada Negara model itu sekarang!?

Si Anak Manusia : Masa sih???
Si Kaki Tangan : Ah! Kamu ini benar-benar hasil kerjaku yang berhasil. Kamu bahkan tidak tahu hal sesepele itu. Kamu jangan kaget dulu apalagi pingsan. Masih banyak yang ini aku ceritakan. Berikutnya:

Kesehatan, keamanan dan pendidikan menjadi gratis. Apa lagi ini? Selama ini kesehatan, keamanan dan pendidikan itu selalu menjadi lahan empuk komersialisasi terselubung kaumnya bosku, kaum Kapitalis. Tapi dalam Khilafah, para Kapitalis tidak punya tempat.

Kesehatan, keamanan dan pendidikan akan dipastikan rakyat bisa mengakses dan mendapatkan pelayanan dari 3 hal ini secara maksimal.

Perpustakaan, akses air bersih dan taman ramah semua umur akan ada di berbagai sudut kota dan desa. Bebas baca, bebas minum, bebas main dengan aturan tidak boleh mengumbar aurat dan kemesraan suami istri di depan umum.


Masyarakat tidak akan dipusingkan oleh pembayaran pajak ini-itu atas kendaraan, barang belanjaan, tanah yang dikelola, rumah yang ditempati, pakaian yang dikenakan, dan lain-lain.

Semuanya tanpa pajak. Bahkan warga bebas memagari dan mengelola lahan yang telah tidur (tidak digarap) selama 3 tahun. Lahan itu akan menjadi milik siapapun yang bisa mengelola tanpa bayar tanpa sengketa.

Para pencuri akan dipotong tangan jika mencuri lebih dari sekedar mengenyangkan perut. Jika ada rakyat yang mencuri sekedar untuk itu maka rakyatnya tidak akan disalahkan. Lalu siapa yang disalahkan? Pemerintah! Apa? pemerintah? Iya! Pemerintahnya, kepala negaranya. Karena itu berarti dia lalai mengurusi rakyatnya. Jadi tidak ada ceritanya seorang nenek yang dituntut hanya karena mencuri 1 buah semangka, atau 3 buah kakao, atau memungut buah dari sebuah kebun yang jatuh di luar pagar.

Para pezina akan dirajam atau dijilid jika terbukti berzina. Bagaimana mau berzina jika hukumannya semenyeramkan ini? Lagian bacaan, tontonan, suara, pakaian dan interaksi tidak ada yang mengumbar badan dan aurat, tidak ada yang berbau porno, tidak ada yang membangkitkan syahwat, atas nama apapun.

Tidak akan ada badan dan kecantikan perempuan yang diekploitasi dan dikomersialisasi demi keuntungan para pemodal. Para kapitalis sekuler akan gulung tikar jika menjalankan usaha dengan cara ini. Bahkan mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di pengadilan jika mereka berani melakukannya.

Pemerintahan tidak akan disetir oleh pemiliki kapital termasuk asing. Pemerintahnya adalah pelayan rakyatnya. Pemerintahnya memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan Tuhannya. Baginya, Tuhannya adalah Maha Pengatur, Maha Bijaksana, Maha Melihat dan Maha segalanya. Itu lah Allah Sang Rabbul Izzati.

Semua agama akan hidup berdampingan dan kecil kemungkinan bisa memancing konflik antar agama. Jika ada yang mencoba mengeruhkan suasana di antara agama yang ada dalam khilafah ini, dan memancing ditengah kekeruhan maka bisa dipastikan dia akan GATOT! Alias gagal total! (Yang namanya pak gatot jangan tersungging ya… eh tersinggung maksdunya).

Meski tidak ada perayaan agama bersama seperti perayaan natal bersama, meski tidak ada tuntutan bagi agama lain merayakan hari raya agama Islam. Sejarah sudah mencatat dan khilafah punya caranya sendiri untuk menjaga kerukunan itu tanpa harus menggadaikan dan mengacaukan akidah tiap-tiap agama. Sehingga tidak ada ceritanya muslim menindas nasrani atau yahudi, tidak ada ceritanya tempat ibadah dibom bardir apalagi bom bunuh diri atas nama agama, tidak ada pembakaran masjid dan tidak ada terorisme karena terorisme dilarang dalam Islam.

Negeri muslim akan bersatu. Jika mereka bersatu, mereka akan mandiri dan kuat bahkan melindungi negara-negara lain yang ada di sekitarnya. Yang jelas, jika seperti itu, mereka tidak akan mampu dikalahkan oleh kekuatan apapun karena mereka punya prinsip “Hidup mulia atau mati syahid!” itu kan ngeri bin menyeramkan. Itu prinsip atau apa? jelas musuh akan takut jika seperti itu.

Orang kafir alias non muslim akan dilindungi layaknya melindungi muslim. Kalau ada orang muslim yang membunuh orang kafir yang dilindungi negara tanpa alasan yang benar maka muslim itu akan dibunuh karena dia telah menyakiti Rasulnya.

Yang lebih parah lagi, masih banyak kebaikan-kebaikan yang bisa dilakukan khilafah terhadap warganya (muslim dan kafir) maupun warga Negara asing (kafir). Akan tetapi tidak memungkinkan diceritakan sekarang karena penulis pembicaraan kita ini sudah lelah.

Jari-jarinya sudah mulai keriting karena mengikuti ucapanku dari tadi. Ibunya sudah mulai mondar-mondir dari tadi karena anaknya masih belum berpindah tempat dari depan laptop. Setelah subuhan bukannya cuci piring, masak nasi malah keritingin jari di atas keyboard laptopnya. Masih untung ibunya nggak ngomel-ngomel.


Bagaimanapun ini jaman Kapitalis di mana bosku yang berkuasa. Hidup itu harus menghasilkan uang! Kalau tidak, matilah kau! Realistislah! Makanya kalau kamu perempuan, harus kerja. Kalau tak kerja, mau makan apa kau? Makan batu? Negara tidak akan memberimu makan. Kamu yang harus memberinya makan dengan bekerja!

Sudahlah, jangan bermimpi hidup dalam Khilafah! Kalau nanti khilafah tegak engkau akan sejahtera dan itu berbahaya buat bosku dan juga buat aku sebagai kaki tangannya. Sudah! Sana bubar! Kerja! Hasilkan uang yang banyak supaya kalian bisa sekolah, bisa sembuh kalau sakit, bisa aman meskipun tidak ada jaminan, bisa makan, bisa punya rumah, bisa naik kendaraan, bisa belanja, bisa buang air, bisa hidup dan pastinya kalian bisa mati dan dikubur dengan layak. T

ahu tidak? kuburanpun kau harus bayar! Mau dikubur dimana kau nanti kalau tak punya uang membeli tanah kuburanmu, heh!.

Jadi, kalau kamu orang miskin, jangan sampai sakit, gak boleh pintar, hidupmu akan selalu tidak aman, dan pastinya jangan mati! Tanah untuk kuruan itu harganya mahal. Kamu tidak akan sanggup membelinya. Kalau mau mati, tunggu diserang oleh rudalnya Bos dari bosku saja!

(Si kaki tangan bangkit dan berlalu dengan senyum miring dan wajah sinis. Si anak manusia hanya bisa bengong melongo. Dia bukan down syndrome apalagi blo’on, dia hanya seorang….)[MO].

“BELUM TAMAT”

Posting Komentar