Spesial Redaksi| Mediaoposisi.com- Belum lupa dari ingatan publik, presiden Jokowi disamakan dengan Khalifah Umar. Sosok kader PDIP yaitu Rokhmin sebagai deklarator tersebut, ia menganggap blusukan Jokowi serupa dengan Khalifah Umar.

“Leadership dari kepemimpinan Pak Jokowi luar biasa karena beliau dan rakyat biasa sangat approachable. Beliau ke mana saja salaman enggak ada protokoler. Beliau kaya Umar Bin Khattab dan datang ke sana kemari,”  ujar Rokhmin di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (8/4).

Nampaknya penyamaan tersebut menemui penolakan keras dari publik, bahkan masyarkat makin tidak percaya terhadap Jokowi. Tak pelak, diduga kewibawaan preisden kontroversial ini telah jatuh di mata masyarakat.

Penyamaan yang Dipaksakan
Dikutip dari rmol.com, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) Jawa Barat Farhan Fuadi Rahman menyebut, Rokhmin Dahuri yang membandingkan Presiden Jokowi seperti Umar Bin Khattab tidak apple to apple (mendekati dan berimbang).

Farhan juga menilai statemen Rokhmin berbau pilpres 2019. Pasalnya, Jokowi dinilai berbagai kalangan sebagai presiden represif, diktator,pro asing dan anti Islam.

“Mengingat yang menjadi ukuran hanya kedekatan yang di era milenial tentunya bisa hanya jadi sebatas pembangunan citra," kata Farhan, Selasa (10/4)”.

Dari kalangan ulama, Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain membenarkan anggapan bahwa Jokowi tidak layak disamakan degnan Khalifah Umar.

“Sayyidina Umar Tegas pada semua kemungkaran: pelacuran, homoseksual, khamar, judi, korupsi, narkoba, dan lainnya. Adil dalam menegakkan hukum tidak pandang bulu, tegas terhadap kuffar dan munafik, taat hukum, ditakuti setan. Ayo siapa kemarin yang bilang sekarang ini ada yang seperti beliau?! #ulangi,” kata Tengku Zulkarnain melalui akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Selasa (10/4).

Zulkarnain menilai Jokowi tidak tegas memberantas kemaksiatan dan enggan menerapkan syariat Islam, hal itulah yang menjadi argumen untuk menolak anggapan Rokhmin.

Presiden Memiskinkan
Wakil Koordinator Nasional Gerakan Indonesia Salat Subuh (GIS), Eggi Sudjana mengecam Jokowi dengan sebutan 'presiden bikin rakyat miskin.

Diktuip dari detik.com, ia menilai bahwa sumber daya alam Indonesia dikuasi oleh asing sebagai alasan kuat di balik kecamannya tersebut..

"Tapi kenapa kita mendapatkan (emas) 10 persen, kan perintah UU untuk rakyat Indonesia bukan rakyat Amerika. Dengan kondisi seperti ini siapa yang membuat miskin, Allah atau presiden?t

"Kenapa kiai-kiai kalau miskin terima saja, takdir, masih kita begitu menyalahkan Allah membuat kita miskin, bukan begitu.” ujar Eggi saat memberi tausiah setelah mengikuti GIS berjemaah di Masjid Dzarratul Muthmainnah, Tangerang Selatan, Minggu (15/4).

“Padahal kita dikasih minyak, emas, gas dan kelapa sawit, kaya raya Indonesia, dulu rempah-rempah kita diperebutkan," imbuh Eggi

"Jadi siapa yang membuat kita miskin? presiden atau Allah?" tanya Eggi.

"Presiden," ujar ratusan jamaah secara kompak.[MO]


Posting Komentar