Oleh: Irkham Fahmi al-Anjatani
(Pengasuh Ma'had Nurul Falah Cirebon)

Mediaoposisi.com- Sengaja saya tulis kalimat judul pada tulisan ini dengan vulgar "Haram Memilih Jokowi!." Tujuannya jelas, agar di tahun 2019 Jokowi tidak lagi berkuasa di negeri ini. Siapapun pembaca yang hendak membantah tulisan ini, silahkan. Tentunya dengan argumentasi yang jelas, bukan dengan caci maki tak berkelas.

Di dalam Qs. Annisaa' ayat 17 dinyatakan bahwa:
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا 
"Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan keburukan lantaran ketidaktahuan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."

Ayat ini menjelaskan tentang taubat yang dibenarkan oleh Allah swt., yakni taubatnya seseorang yang melakukan tindakan buruk dikarenakan ia tidak tau jika yang dilakukannya itu buruk. Maka setelah ia tau bahwa apa yang telah dilakukannya itu merupakan keburukan, ia pun segera bertaubat kepada Allah dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Sama halnya dengan pendukung Jokowi tahun 2014 lalu, mereka tidak tau kalo Jokowi itu pembohong dan pelayan kepentingan aseng. Mereka tertipu oleh gaya pencitraan Jokowi yang sok sederhana dan merakyat. Maka, ketika mereka sadar bahwa mereka telah ditipu oleh gaya penampilan Jokowi, lalu mereka bertaubat, Insyaallah ini akan mudah dimaafkan oleh Allah swt.

Jelas ini tidak berlaku bagi para pendukung Jokowi saat ini. Mereka sudah tau bahwa Jokowi sudah banyak melakukan kebohongan, dari mulai membeli kembali Indosat, kabinet ramping, membuka 10 juta lapangan kerja bagi pribumi, tidak akan menaikkan harga BBM, dsb., padahal sudah jelas-jelas itu tidak pernah dibuktikan oleh Jokowi tetapi tetap saja mereka mendukungnya.

Jelas, ini HARAM hukumnya. Sama seperti ketika kita tau bahwa seseorang itu tukang tipu tetapi kita mempromosikannya sebagai orang yang amanat.

Kita tau bahwa itu racun tetapi kita mempromosikannya sebagai madu. Kita tau bahwa itu kotoran ayam tetapi kita mempromosikannya sebagai coklat. Yassalaam.. Sungguh ini dusta yang jelas-jelas HARAM dilakukan.

Mungkin tulisan ini tidak akan berguna bagi orang-orang komunis yang tidak meyakini akan adanya surga dan neraka, tidak peduli halal dan haram. Tetapi, bagi orang-orang yang meyakini adanya hari pembalasan itu maka ini sangat berarti baginya.

Sampaikan ini kepada sanak famili semua, agar mereka tidak mau lagi dibohongi oleh gaya pencitraan Jokowi selama ini. Ingatlah! sistem Demokrasi yang diterapkan di Indonesia ini sistem rusak. Jangan ditambah rusak lagi dengan berkuasanya para pendusta yang anti dengan Hukum-hukum Allah 'azza wajalla.[MO]

Cirebon, 9 April 2018

Posting Komentar