Presiden China

Oleh: Mardigu

Mediaoposisi.com- Pernah mendengar istilah  “malaca dilemma”?. Ada yang tahu ada yang tidak tentunya. Ok ngak apa-apa kok, ngak penting juga. Tetapi saya memulai lanjutan tulisan sesuai dengan janji saya dengan mengingatkan  tentang dilemma malaka (selat) bagi china.

Setelah pemimpin besar china deng xiauping mengganungkan reformasi ekonomi china maka china menyadari bahwa china bergantung kepada “enegy” dari luar china .

Sayangnya china tidakmempunyai cukup cadangan enegri nasionalnya. Baik itu gas, BBM minyak, batubara, uranium nuklir ( dari monggol), 85% harus di ambil dari luar china. Mulailah mereka membangun strategi tentang minyak, gas, batubara ini.

Gas dari Myanmar dan Pakistan di tarik namun tidak bisa memipakan sampai sisi timur china hanya sebagian barat china dan tengah. Sebagai catatan, 70% penduduk china berlokasi di sisi timur china ke arah tengah utara selatan. Semua daerah industry di tepi pantai untuk pelabuhannya. Karena itu infrastruktur yang di bangun semua disisi timur, dan semua menyambungkan wilayah industry tadi. Semua jalanan, kereta api, pelabuhan laut yang di bangun adalah “penunjang” industry dan niaga.

Meniru amerika di tahun 1940-1960 membangun crisscross jalan bebas hambatan seluruh amerika adalah menyambungkan jalan industry dan kebutuhan logistic terlebih dahulu. Ayio awas sahabat pembaca, pikiran tetap di china sama amerika ya, jangan mulai melayang ke infratukutur Indonesia bangun ini untuk apa. hus, awas. Jaga pikiran tetap ketulisan jangan melayang kelain.



China menarik gas Dari Pakistan dan timur tenagh akhirnya lebih semua di bentuk LNG karena jalan laut jauh lebih mudah. Dan energy china di tarik dari afrika timur, timur tengah (selat hormuz) , lalu ke Pakistan, Myanmar, terus ke SELAT MALAKA.

Dari Indonesia dan Australia di ambil batubaranya dan semuanya melalui selat makasar.

Strategi OBOR china coba perhatikan, Negara yang di target untuk di jadikan bidikan agar energy china bisa “longlasting” bisa terlihat kan mana  yang di “trap”? , semua yang ambil energynya oleh china.  Nah ini namanya geopolitik china.

Nah, sentilan begini pada mulai hafal pasti saya nyentil pemerintah yang  sama LBP di giring ke china. Saya tahu banget kalau saya sedang membicarakan anti china fans pak jokowi mulai mules perutnya. Sementara fans pak prabowo mengharap tulisan ini arahnya mendukung prabowo tetapi ngak pernah juga tercapai. Bukan anti prabowo atau anti jokowi saya ini, saya menghormati dan menyukai  keduanya.  Pak jokowi yang sederhana segalanya, pak prabowo yang berapi-api. Tapi kalau ngak NKRI ya boleh dong bunyi?

Lalu sejak 2006 china sadar betapa pentingnya selat malaka. Betapa pentingnya Malaysia dan Indonesia.karena enegy minyak dan gas, merupakan 60% kebutuhan energi china. Maka maneuver terhadap Malaysia dengan membangun aliansi ke penguasa berhasil. Petinggi UMNO seperti Najib dekat sekali dengan china yang kemudian di “buat”lah najib berkuasa.

Cerita ini bukan cerita angin semilir. Setiap pemerintahan dimanapun, pemilu pasti Negara asing yang berkepentingan ikut main. Sementara di tahun tahun 2006 itu Indonesia di bawah SBY adalah American boy banget, nurut banget.

China tetap pintar, dia merangsek perlahan dan  china dapat batu bara gede-gedean di jaman SBY. Ok sejauh ini kita mulai mendapatkan beberapa buah fakta. fakta pertama pentingnya selat malaka, fakta kedua penting batubara Indonesia untuk china.

Pada Injury time kemudian SBY mantan yang suka baperan ini buat strategi, ngak boleh ekspor bahan baku alam, komoditas nickel, bauxite, iron ore dll semua harus di bentuk bahan jadi dengan wajib di bangun smelter. Bagi saya, sekali lagi, bagi saya ini jahat.

Pemerintah berikutnya tidak bisa menikmati harga komoditi lagi. Sehingga sengaja di mainkan bahwa pemerintah selanjutnya pasti kurang uang. Itu asumsi saya loh ya. Bukan  mau provokator. Karena saya ini setiap saat bergelut dengan manusia “negative thinking” para pakar analisa pertahanan, para pakar “defence threat anaylis”.

Sekarang kita mengandaikan, kalau anda adalah xi jingping, apakah anda tidak akan coba “kendalikan” Malaysia dan Indonesia?



Sekarang kita jadi Indonesia, apa manfaat yang Indonesia dapat dari china saat ini? wah kok berat sebelah ya. China dapat banyak manfaat kok kita ngak banyak ya? Coba kita tanya pembukuan Negara, secara instrinsik nilai uang atau fulus kita plus apa minus dengan china? Lalu secara barang, barang kita nambah apa susut (jangan-jangan abis di keduk). Secara teknologi, ada yang jadi pintar rakyat Indonesia dengan china teknologi masuk?

Secara pinjaman masuk, terus kita harus nyicil balik plus bunga. Ehmm tekor juga kita. Fisiknya begitu lunas pinjamannya sudah nol nilai barangnya terdeprsiasi.

Ok kita hitung nilai yang china dapat. satu saja. Kalau mereka tidak boleh lewat selat malaka, mereka muter lewat papua nugini. Bisa nambah 7 hari baru sampai china.  Ini tulisan terlihat naïf ya . tutup selat malaka!. Selat malaka ditutup sama indonesia (sisi Indonesia) mereka lewat sisi “buddys” mereka Malaysia. Tapi kalau Indonesia Malaysia kompak china kejepit.

Ah, menarik ini. Ada sebuah kata – kata “kalau Indonesia dan Malaysia kompak”!!!

Jadi?!, ya jangan di bikin kompak. Ciptakan konflik dong bagaimana sih. Gampang itu.

Jadi setiap konflik di ciptakan? Ya iyalaaaah. Pada belajar di lemhanas khan semua?? Apa lagi di sesko TNI ini pelajaran dasar. Eh tapi LSM sudah inflitrasi dan banyak otak Indonesia terdapat data bahwa TNI itu sebaiknya di barak. TNI itu pelanggar HAM. Hahaha..ini sekali lagi opini yang ada yang “mainkan”.

Semakin mengerti bagaimana peran indonesia di mata china? Semakin mengerti apa kebutuhan china akan energy?  Semakin faham china dengan OBOR bermain di 2/3 dunia? sekarang sisi amerika. Butuh tahu juga amerika atau kita bedah china lebih detail lagi? #Peace [MO/br]

Posting Komentar