Surakarata| Mediaoposisi.com- Penilaian bahwa Jokowi adalah antek, ramai disuarakan oleh salah satu pergerakan mahasiswa islam di Indonesia, yaitu Gema Pembebasan.

“Indonesia sudah masuk jebakan sistem liberal kapitalisme. Segala bentuk kebijakan yg telah ditruskan oleh jokowi” beber aktivis Gema Pembebasan Komisariat UMS Erdin dalam aksi bertema “Kenaikan BBM” di Bundaran Gladak, Senin (2/4) pukul 13.00

Erdin

Erdin juga menyeru kepada presiden Jokowi untuk bertaubat dengan meninggalkan kapitalisme.

“Maka dari itu mari tinggalkan sistem kapitalisme yg menyebabkan rakyat miskin dan terjajah” imbuhnya diiringi takbir puluhan massa.

Senada dengan Erdin, orator lain juga mengungkapkan kegeramannya terhadap rezim Jokowi.
Mulad Aji

Mulad Aji dari Gema Pembebasan Solo Raya menilai Jokowi semakin tidak berpihak pada rakyat. Penyerahan harga BBM pada pasar dinilainya sebagai bukti kuat keberpihakan Jokowi pada segelintir kalangan saja.

“Kenaikan harga bbm menunjukkan kalau pemerintah tdk serius terhadap mengurusi rakyat. yg mereka pentinggkan ialah hanya perut mereka” kecam Mulad.



Dari pengamatan kontributor Mediaoposisi, aksi yang berlangsung di kota asal Jokowi tidak menimbulkan keributan. Masyarakat juga tidak mempermasalahkan aksi tersebut. [MO]

Posting Komentar