Oleh: Nur Rahmawati Lie
( Mahasiswi Sastra Inggeris di Universitas Pamulang )


Mediaoposisi.com- Bukan hal yang menjadi tabu lagi, ketika di era teknologi ini sebuah jadi serba dionlinekan. Terlebih lagi dalam masalah jual beli. Hal ini pun menjadi motivasi munculnya jual beli yang sangat ekstrem, yang kalo difikir pake logika, emang ada ya?

Transaksi yang dimaksud adalah jual beli wanita pengibur atau bahasa pasarnya yaa PSK via online. Transaksi ini bukan hanya lintas nasional saja, tapi sudah ada yang menjadi lintas Negara.

cinderella-escorts contohnya salah satu situs atau bahkan bisa disebut sebagai market online yang bertransaksi via online berskala international, Tribunnews.com (30/3/2018).

Bahkan tak tanggung-tanggung situs ini membeberkan secara langsung kinerja kerjanya, trasaksi sampai pengrekrutan, dalam wawancara khusus dengan Tribunnews.com (30/3/2018).

Dibeberapa media lainnya juga terdapat wacana berita seperti ini dengan skala nasional, seperti yang dimuat di news.detik.com (29/4/2015) atau skala lokal JawaPos.com (23/10/2017).

Bahkan hal ini mudah diakses, terfasilitasi, terorganisir bahkan besar sekali keuntungan yang diraup. Tak tanggung-taggung, lelangan ektrem pun terjadi. Sampai pada taraf (maaf) lelang perawan. Jan Zakobielski, Pendiri Cinderella Escorts mengatakan yang mendafatar pada situsnya sampai menembus 350 peserta pendaftar, ini dari Indonesia dengan berbagai umur, Tribunnews.com (31/3/2018).

Tak tanggung-tanggung, . Jan Zakobielski mengatakan keuntungan yang diraubnya dari bisnisnya bisa menjadikan miliyarder.

Bahkan Ia pun memaparkan fee yang didapatkan para PSK tersebut pun tak tanggung-tanggung, apalagi jika itu adalah perawan, Tribunnews.com (30/3/2018). Bahkan ia pun mengakui, merekalah (para PSK, bahkan maaf ada yang masih perawan) mendaftar sendiri secara sadar dan ridho kepada situs yang dimilikinya, Tribunnews.com (31/3/2018). Bahkan Jan juga membeberkan bahwa situsnya telah mendapat banyak bookingan perawan daro orang-orang kaya dan penguasa Indonesia.

Bahkan ada salah satu Politisi terkenal Indonesia  yang turut memberikan tawaran lelang perawan dengan fee yang besar, Tribunnews.com (30/3/2018).

Pernahkah kita berfikir, sebegitukah generasi ini mencari sebongkah harta dunia??? Terlepas dari berbagai umur yang menjajakan dirinya, tapi sungguh dimana letak harga diri seorang perempuan. Setertekankah para perempuan sehingga dengan pasrahnya menjajakan dirinya hanya untuk meraub uang banyak. Kemiskinan,gaya hidup dan tekanan ekonomi mungkin menjadi faktor alasan mendasar kenapa bisa hal ini terjadi.

Menjadikan desakan pemikiran untuk mengambil jalur instant pun dilakukan. Sehingga gelap mata mencari uangpun dihalakan. Dengan prinsip apa saja yang penting bisa menghasilkan, sudah cukup menjadi prinsip mendapatkan uang yang bercokol kuat. 

Bahkan cukup dengan punya banyak uang, bisa keluar negri, berkecukupan bahkan bisa membeli barang-barang mewah, trend dan  branded pun menjadi puncak hakiki yang dirasakan dari hasil ini.

Hal ini menjadikan  Halal-haram dan syariat Islam tak lagi menjadi standar kebenak wanita-wanita terkhusus mereka yang mengaku muslimah. Yang dimana mereka punya peran penting dalam mengalurkan peradaban agama dan pendidik generasi masa depan.

Bayangkan apa jadinya ketika pengalur dan pendidik peradaban sebuah bangsa menjadi tragis seperti ini. Mengeksplotasi dirinya sendiri, meninggalkan fungsi pokonya sampai beralih fungsi, bahkan dengan rela melelang dirinya sendiri dan terjun seterjun-terjunnya menjajakan apa yang ada padanya tanpa perdulikan halal-haram.

Penguasa pun bak buta. Seolah apa yang dilakukan oleh mereka ini adalah sesuatu yang lumrah sehingga dibiarkan saja atau bahkan menjadi prestasi finansial yang menjadikan mereka harus dikembangbiakan dan dijaga kelestarian, nauzubillah. Bahkan sebagian mereka turut andil didalamnya dan menjadi penikmatnya.

Jikalau penguasa dalam hal memberikan solusi pun tak tuntas. Bukan malah menyelesaikan masalah tapi masalah melahirkan masalah-masalah baru sehingga membuat para wanita ini pun semakin enggang untuk keluar dari zona ini.

Atau bahkan bisa jadi, ada cipratan keuntungan -keuntungan yang didapatkan sehingga menjadi hal yang didukung keberadaannya. Yaa, bukan rahasia umum lagi jika pajak-pajak yang dihasilkan dari sini pun sangat menggiurkan.

Sampai kapan eksploitasi ini akan terjadi?? Bahkan market-market ini pun pastinya berharap akan adanya generasi-generasi yang akan mengisi marker mereka.

Menjajakan dirinya dengan sukarela, demi meraup uang dengan cara menghinakan dirinya. System ini benar-benar melahirkan pola penerapan yang sangat keji. Bahkan dalam hal untuk mencari nafkah, perempuan benar-benar digenjot dan dialurkan untuk menjeburkan diri secara sukarela mengeksploitasi dirinya.

System ini meghasilkan penguasa-penguasa yang abai dan rakus. Tak perdulikan, seperti apa rakyatnya mendapatkan uang. Bahkan malah berfikir agar mendapatkan keuntungan dari yang dilakukan oleh rakyatnya.

Cukuplah masalah ini menjadi salah bukti bahwa firman Allah dalam surat Al-maidah:50, “Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?” itu sangatlah benar.

Tidak akan ada hukum yang mampu menandingi hukumNya. Sebab Allah-lah yang menciptkan kita dan mengetahui segala yang kita butuhkan. [MO/br]

Posting Komentar